Jambore Tekankan Kearifan Lokal Tiap Daerah

Redaksi 29 Maret 2019

Jambore Pandu Sekolah Model yang digagas Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim) menekankan kearifan lokal dari kabupaten dan kota yang ada di Jatim.

Selain itu, program ini merupakan rangkaian pelaksanaan penguatan pendidikan karakter di Indonesia.

“Pelaksanaan Jambore Pandu Sekolah Model tahun 2019 ini menekankan keunggulan tiap daerah yang menjadi ciri khas karakter anak di sekolah,” kata Kepala LPMP Jatim Dr Bambang Agus Susetyo MM MPd, Rabu (20/3/2019).

Kegiatan yang didukung Direktorat Sejarah Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini terinisiasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

“Agar tercipta mutu pendidikan yang lebih baik untuk menyongsong generasi Indonesia emas tahun 2045,” imbuh Bambang.

Peserta kegiatan jambore tahun ini diikuti 38 sekolah model binaan LPMP Jawa Timur yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Sekolah tersebut meliputi jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang terdiri dari 190 siswa, 38 pengawas sekolah, 38 kepala sekolah, dan 1.500 guru peserta jambore dan seminar.

“Sekolah model ini merupakan sekolah yang ditetapkan dan dibina LPMP Jatim untuk menjadi acuan percontohan bagi sekolah lain di sekitarnya,” jelas Bambang.

Pendidikan jambore meliputi tampilan 38 stan pameran para peserta dan lima stan pameran dari sekolah rujukan berkarakter. Selain itu, stan pameran dari Direktorat Sejarah, stan pameran dari Lembaga Sensor Film, dan stan pameran dari Dharma Wanita LPMP Jatim.

Acara Jambore ini juga dimeriahkan dengan lomba poster siswa, kegiatan kepramukaan, dan penampilan seni dan budaya yang mengandung kearifan lokal dari masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur, serta pendirian tenda kepramukaan.

Kearifan lokal yang diusung masing-masing daerah ini diharapkan dapat mewujudkan suatu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal akan membentuk jati diri siswa yang kuat sehingga meningkatkan kualitasnya sebagai sumber daya manusia yang produktif untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Bersamaan dengan Jambore Pandu Sekolah Model ini juga digelar Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Karakter dan Ekspresi Kebudayaan Dalam Kearifan Lokal yang diselenggarakan di LPMP Jatim. Hadir sebagai pembicara adalah Martadi, Dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Samsoedin selaku guru SMPN I Kabupaten Nganjuk, serta Edy Susanto, guru SD Muhammadiyah 4 Surabaya. (Bagus Priambodo)

 

Tags: