Jabatan Widyaiswara di LPMP Akan Dihapus

Redaksi 07 Agustus 2019

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang menggodok rencana untuk meniadakan fungsi Widyaiswara di lingkungan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Sesditjen Dikdasmen) Kemendikbud, Dr Sutanto, SH,MH, saat ini mereka sedang mematangkan rencana untuk melahirkan widyaprada yang lebih dibutuhkan oleh LPMP.

“Tugas dan fungsi LPMP dianggap sudah tidak membutuhkan Widyaiswara lagi. Bukannya kita tidak mau, tetapi LPMP tidak membutuhkan jabatan itu lagi,” ujar Sutanto dalam pidatonya ketika membuka pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyegaran Fasilitator Nasional Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) 2019 yang berlangsung di Hotel Novotel, Surabaya, pada 30 Juli 2019 lalu.

Sutanto mengatakan, dari data yang mereka miliki, saat ini masih ada sekitar 200 orang yang menjabat sebagai Widyaiswara.

Sutanto menyadari bahwa tidak semua widyaiswara di LPMP tersebut bakal berminat atau berkenan untuk menjadi Widyaprada. Karenanya, kepada mereka yang tidak berminat ini, Sutanto mengimbau agar mereka mulai mempersiapkan peluang dan rencana-rencana lain.  

“Ini saya imbau betul. Karena ke depan, bila pemetaan sudah selesai oleh Menpan, secepatnya harus dialihfungsikan. Bila tidak berkenan jadi widyaprada, segeralah cari peluang lain. Misalnya mau jadi dosen, silakan diurus dari sekarang,” urainya.

“Atau tetap jadi widyaiswara tetapi di Satker atau fungsi lain yang butuh widyaiswara. Mulai pikirkan dari sekarang. Tetapi kalalu mau ke Widyaprada, peluangnya tinggi sekali,” lanjut Sutanto.

Dia melanjutkan, sebagai pejabat fungsional, seorang widyaiswara di lingkungan LPMP sebenarnya memiliki peluang untuk menempati jabatan-jabatan struktural. Namun, peluang itu hanya bisa muncul apabila widyaiswara yang bersangkutan bisa menunjukkan kinerjanya yang terbaik.

“Tidak tertutup kemungkinan widyaiswara diangkat menjadi pejabat sruktural. Jadi tolonglah naikkan dan tunjukkan kinerja bapak ibu (widyaiswara) yang terbaik. Itu nanti akan dilihat oleh pimpinan,” pungkasnya. (Bagus Priambodo)

Tags: