Istiqomah Gali Potensi, Raih Prestasi

Redaksi 04 Juni 2018

Tiga gedung bercat biru berdiri kokoh di atas tanah seluas 2.100 m2. Dengan formasi seperti huruf U menghadap ke Utara, gedung sekolah yang terletak di Jalan Amuntai 01 Gresik Kota Baru (GKB) Gresik ini selalu dipenuhi aktivitas unik dalam setiap pembelajarannya. SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, demikian tulisan besar yang terpampang di gedung tengah berlantai 3. Warga sekolah menyebutnya Gedung Inovatif. Ya, 3 gedung di sekolah ini memiliki julukan sendiri-sendiri sesuai jargon sekolah. Gedung barat bernama Gedung Kreatif, sedangkan gedung timur bernama Gedung Competitif.

Seperti halnya sekolah dasar yang lain, SDMM melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasa. Sekolah yang berdiri tahun 2004 itu sedikit demi sedikit mulai dikenal masyarakat sebagai satu-satunya Full Day School di Kabupaten Gresik. Seluruh siswa mulai kelas 1 sampai 6 benar-benar belajar seharian di sekolah mulai pukul 07.00 hingga 15.45. Tak heran jika banyak calon wali siswa yang mendaftarkan putra-putrinya di sekolah ini karena kedua orangtua mereka bekerja. Kebanyakan di sekolah lain, penerapan sekolah satu hari hanya untuk kelas besar (4-6) saja. Itu pun hanya sampai pukul 15.00. Jam sekolah yang hampir sama dengan jam kantor menjadi salah satu alasan orangtua mengamanahkan pendidikan putra-putrinya di SDMM.

 Selain itu, dasar agama yang baik juga menjadi poin terbanyak dalam rekap hasil wawancara calon wali siswa. Sebagian besar mereka tertarik menyekolahkan putra-putrinya di SDMM karena ingin mempunyai anak yang berakhakul karimah dan tidak lalai dalam ibadah. Pembiasaan islami yang dikawal SDMM setiap harinya menjadi bidikan calon wali siswa.

Mulai dari mengucap salam, melepas sepatu dengan mendahulukan kaki kiri, makan dan minum sambil duduk, berdoa sebelum belajar dengan menundukkan kepala, Shalat Dhuha, Dhuhur, dan Ashar berjamaah, menundukkan badan ketika berjalan di depan orang yang sedang duduk, antri di minimarket, tertib selama di masjid dan makan siang, mengaji dan lain sebagainya. Salah satu pembiasaan islami yang diincar sekolah lain ketika studi visit ke SDMM adalah makan dan minum sambil duduk. Kok bisa ya seluruh sekolah seperti itu? Tak lain adalah karena seluruh warga sekolah baik guru, pegawai, hingga sekuriti dan janitor berkomitmen menjadi contoh bagi siswa.

Satu lagi yang berkali-kali mendulang komentar dari peserta studi visit adalah ketertiban siswa ketika Shalat berjamaah. SDMM selalu berbagi tips untuk semua pengunjung yang datang ke sekolah dan untuk kasus ini, hanya ada 1 jawaban yaitu pembiasaan. Lagi-lagi pembiasaan, mulai dari kelas 1, siswa dibiasakan Shalat berjamaah Dhuha, Dhuhur dan Ashar dengan sikap dan bacaan sempurna. Itu dilakukan secara istiqomah setiap hari. Dengan melihat kakak-kakak kelasnya juga seperti itu, maka otomatis adik-adik kelasnya juga mencontoh. Ditambah lagi teladan dari guru, pegawai, sekuriti dan janitornya. Lingkungan pembelajar yang tercipta setiap hari di SDMM menjadikan nuansa religius melekat dalam aktivitas keseharian anak.

Sekolah yang baru saja meraih penghargaan The Excellent School dalam ajang Muhammadiyah Education Award (MEA) dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini langganan meraih prestasi akademik dan non akademik baik tingkat Kecamatan maupun Internasional.

Bronze Medal berhasil diraih SDMM dalam even Internastional Exhibiton for Young Inventor (IEYI) 2012 di Bangkok, Thailand. Di tahun ini pula, TVOne mengundang SDMM dalam siaran langsung program Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan segmen Kreasi Anak Bangsa di Jakarta. World Creativity Festival (WCF) di Dangjoun, Korea juga sempat dinikmati siswa SDMM mewakili Indonesia tahun 2013. Tak ketinggalan ajang bergengsi International Mathematic and Science Olympiad (IMSO) di Filipina tahun 2014 pun dilahap SDMM dengan membawa pulang Silver Medal.

Bukan tanpa proses, prestasi tersebut diraih dengan perjuangan tim SDMM yang tidak singkat. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang tanpa seleksi menjadi tantangan tersendiri bagi SDMM untuk mengolah siswanya. Kemampuan baca tulis hitung (Calistung) yang belum tuntas saat masuk kelas 1 tak membuat guru SDMM berkecil hati. Keikhlasan dan kesabaran mendidik adalah kunci keberhasilan yang dipegang teguh semua guru SDMM. Pendampingan 2 guru dalam satu kelas dengan jumlah 28 siswa per kelas menjadi excellent service yang diberikan SDMM pada siswa. Pembinaan minat dan bakat siswa menjadi kunci kedua diraihnya berbagai prestasi akademik dan nonakademik tersebut.

SDMM bukanlah sekolah besar. Lahan yang terbatas tidak memungkinkan sekolah ini menambah jumlah kelas setiap tahunnya. Tiga kelas dalam setiap rombongan belajar (rombel) membuat SDMM selalu memiliki jumlah siswa yang konstan. Total seluruh siswa sebanyak 504 dengan jumlah guru 54 orang menjadi salah satu integritas SDMM dalam menjaga amanah wali siswa terhadap pendidikan putra-putri mereka. ‘Diopeni’ begitulah inti testimoni wali siswa dalam bahasa Jawa yang artinya ‘dirawat’. Betul, kalimat “Insya Allah kami hantarkan putra-putri Anda selamat di dunia, bahagia di akhirat” akan selalu menjadi spirit SDMM maju bersama mengawal anak bangsa.

 Dalam partisipasinya mengawal masa depan generasi penerus bangsa, semangat nasionalis tak luput menjadi fokus perhatian SDMM. Berbagai Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dikenalkan pada siswa dengan kreatifitas kegiatan tertentu. Misalnya, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Oktober 2017 lalu, Kepala Komando Rayon Militer (Danramil) Manyar didapuk menjadi Pembina Upacara. Harapannya, siswa bisa mengenal lebih dekat peran lingkungan sekitar dalam keseharian mereka. Selain itu, briefing Senin pagi rutin dilakukan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza. SDMM juga melakukan pembinaan terhadap 2 tim petugas upacara dengan kostum khusus saat menjalankan tugasnya dalam upacara bendera.

Sadar akan kebutuhan masa depan siswa yang menuntut ketrampilan hidup, SDMM berusaha menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa mandiri. Meski selalu memberikan layanan prima dalam keseharian, namun kemandirian tetap diutamakan dalam mendidik siswa. Melalui aneka program lifeskill, outdoor dan outbond, SDMM membentuk karakter mandiri siswa sesuai dengan capaian setiap jenjang. Berawal dari hal yang sederhana seperti mencuci kaos kaki, menyemir sepatu, melipat mukena, menyetrika baju, memasak olahan sederhana, menjahit, dan sebagainya. Melalui program lifeskill ini, SDMM berusaha membentuk anak yang siap hidup di zamannya. Mereka diharapkan bisa melakukan tanggungjawab pribadinya masing-masing dengan baik sehingga pemenuhan kebutuhan pribadi mereka tidak lagi tergantung pada orang lain.

Di tahun 2016, SDMM mendapat anugerah Muhammadiyah Award kategori Karya Kreatif Sekolah. Penghargaan ini langsung diberikan oleh Ketua  Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penghargaan tersebut tak lantas membuat SDMM lalai dalam mengawal pendidikan anak bangsa dari hal yang sederhana sekalipun. Salah satu poin yang tak luput dari pantauan adalah gotong royong. Pembagian tugas piket, Jumat bersih, serta lomba kebersihan dan keindahan kelas adalah program sekolah yang merangsang sikap kebersamaan diantara mereka. Saling mengingatkan dalam menjaga kerapian kelas dan membuat hiasan kelas bersama-sama akan membangun rasa saling memiliki antarsesama.

Inilah SD Muhammadiyah Manyar Gresik, sekolah yang menerapkan enjoyable learning dengan tetap mengedepankan 5 unsur penguatan pendidikan karakter dalam setiap aktivitas kesehariannya. Religius, integritas, nasionalis, mandiri, dan gotong royong. Dengan slogan “Gali Potensi, Raih Prestasi”, SD Muhammadiyah Manyar Gresik semakin mantap melangkahkan kaki, mengawal generasi bangsa berkemajuan. (Tri Astuti, Guru SD Muhammadiyah Manyar Gresik)

 

Tags: