Indonesia Menjadi Market Focus Country LBF 2019

Redaksi 02 April 2019

Jakarta, Kemendikbud ---  Indonesia tampil sebagai Market Focus Country di London Book Fair 2019 pada pertengahan Maret ini. Total sekitar 100 anggota delegasi dari Indonesia diberangkatkan ke London Book Fair (LBF) 2019 yang berlangsung di Olympia, Kensington, London, pada 12-14 Maret 2019. Sebagai Market Focus Country, Indonesia menampilkan 450 judul buku yang mengisi gerai Indonesia yang menempati ruang seluas total 600 meter persegi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Komite Buku Nasional (KBN) mendukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menjadi sektor utama dalam keikutsertaan Indonesia di LBF 2019.

Di ajang London Book Fair 2019, Indonesia tak hanya menampilkan subsektor penerbitan, tetapi juga subsektor lainnya, yaitu Kuliner, Fashion, Film, Seni Pertunjukan, Komik, Eksibisi Arsitektur dan Desain Grafis, Ilustrasi, Boardgames, dan Digital Animasi. Dengan seluruh subsektor tersebut, panitia telah merancang total 120 acara yang berlangsung tidak hanya di Olympia, tetapi juga di berbagai lokasi di seluruh kota London. Beberapa kegiatan subsektor industri kreatif yang dibawa ke Inggris antara lain penampilan musik Nyak Ina Raseuki (Ubiet) dan dua musisi yang akan tampil bersamanya, yaitu Dimawan dan Tesla Manaf. Selain itu juga ditampilkan workshop atau lokakarya jamu oleh pakar kuliner Santhi Serad dan pameran ilustrasi buku anak yang akan tampil di London dengan judul “Indonesia Islands on the Rise”.

Kesempatan untuk menampilkan industri kreatif Indonesia di London ini sekaligus menandai 70 tahun hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia. Melalui peran Indonesia sebagai Market Focus Country di London Book Fair, subsektor penerbitan Indonesia bisa memanfaatkan keberadaan Inggris sebagai sentra penerbit dunia selama lebih dari 300 tahun. Inggris telah meraih lebih dari £7.8 miliar dari £92 miliar di pendapatan sektor industri kreatif. Fokus Pasar LBF yang menyoroti prestasi penulis Indonesia, dengan sejumlah judul, telah menarik perhatian dari penerbit Inggris. Beberapa buku kita telah diterbitkan dan lebih banyak lagi dijadwalkan untuk dirilis di Inggris di antaranya oleh Harvill Secker, Emma Press, Monsoon Press, AmazonCrossing dan Tilted Axis Press.

Untuk mendukung target 50 penjualan hak cipta konten penerbitan di London Book Fair 2019 ini, salah satu program yang disusun oleh panitia dan British Council sebagai mitra London Book Fair bagi negara-negara market focus adalah memilih 12 penulis Indonesia untuk tampil di sejumlah acara di London yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan literasi Indonesia.

Kedua belas penulis yang mewakili beragam kategori buku itu (fiksi, nonfiksi, buku anak,  dan komik) adalah Agustinus Wibowo, Clara Ng, Dewi Lestari, Faisal Oddang, Intan Paramaditha, Laksmi Pamuntjak, Leila S. Chudori, Nirwan Dewanto, Norman Erikson Pasaribu, Reda Gaudiamo, Seno Gumira Ajidarma, dan Sheila Rooswitha Putri. Adapun Seno Gumira Ajidarma telah dinobatkan sebagai Author of the Day untuk London Book Fair 2019.

Selain 12 penulis ini, tampil juga sejumlah penulis dan seniman Indonesia di London Book Fair. Di antaranya Goenawan Mohamad, Haidar Bagir, Avianti Armand, Mikael Johani, Marchella FP, Yusi Avianto Pareanom, Hanafi, Bara Pattiradjawane, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Djenar Maesa Ayu, Debby Loekito, Faza Meonk, Herdiana Hakim, Andik Prayogo, dan Eva Y. Nukman.

Dengan mengusung tema “17,000 Islands of Imagination” dan tagar #ImagineNation, konsep pusaran air yang ditampilkan lewat logo dan desain stan juga diekspresikan oleh seniman Muhammad Taufik (Emte) yang melakukan demonstrasi mural di stan selama tiga hari berturut-turut. Pusaran konten Indonesia juga mengalir hingga ke toko buku Foyles di Charing Cross Road London yang selama sebulan akan menjual dan memamerkan secara khusus buku-buku Indonesia serta mengadakan acara-acara seni budaya di arena kafe toko tersebut.

The London Book Fair (LBF) adalah ranah pemasaran global bagi negosiasi hak cipta yang meliputi penjualan dan distribusi konten-konten intelektual dan kreatf meliputi bidang cetak, audio, TV, film, dan jaringan-jaringan digital. Mengambil masa di setiap musim semi, acara ini merupakan peluang menarik untuk mengeksplorasi, memahami, dan mengkapitalisasi inovasi yang menaungi dunia penerbitan di masa depan. Tahun ini, penyelenggaraan LBF 2019 merupakan bursa ke-48. (www.kemdikbud.go.id/Desliana Maulipaksi/Sumber: Siaran Pers Panitia LBF 2019/Judul asli berita: Indonesia Menjadi Market Focus Country London Book Fair 2019)

Tags: