IKM Mandiri, Guru Didorong Kerjasama dengan Masyarakat melalui Mitra Pembangunan

Redaksi 29 Juni 2022

Keberhasilan pelaksanaan kurikulum merdeka tak bisa dilepaskan dari kontribusi masyarakat sebagai mitra. Karena itu, para guru dan kepala sekolah didorong untuk bekerjasama dengan mereka dalam implementasi kurikulum merdeka.
 
Setidaknya ada beberapa karakteristik mitra pembangunan yang dapat digandeng dalam implementasi kurikulum merdeka secara mandiri.
 
Karakteristik itu meliputi self funded atau mandiri dalam hal pendanaan, sudah memiliki sekolah binaan, sudah memiliki MoU dengan Pemerintah Daerah, serta diharapkan sudah pernah bekerja dengan daerah binaan minimal selama 1 tahun, serta memiliki fokus pada peningkatan proses pembelajaran.
 
Surat Edaran mengenai IKM Mandiri dapat dilihat di sini
 
 
Meski di setiap daerah ada mitra-mitra pembangunan dengan karakteristik seperti itu, namun strategi-strategi kerjasama dengan mitra pembangunan ini tentu saja tidak sama di semua daerah, tergantung pada keberadaan mitra serta kebutuhan dari mitra pembangunan tersebut.
 
Selain tergantung pada keberadaan dan kebutuhan mitra, bentuk kerjasamanya pun asimetris di mana ruang lingkup implementasi dapat disesuaikan dengan kapasitas mitra dan pilihan satuan pendidikan dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
 
Kemudian, antara mitra dengan satuan pendidikan, diharapkan terbentuk komunikasi rutin yang akan menjadi mekanisme operasional kerjasama.
 
Titik tekan dalam kerjasama ini adalah, kerjasama dengan mitra pembangunan bersifat dinamis dan membuka peluang untuk mitra pembangunan di daerah yang ingin bekerja sama dalam mendampingi IKM Jalur Mandiri.
 
Bila berminat, mitra-mitra tersebut dapat menghubungi UPT BBPMP atau BPMP dan mengisi tautan di https://bit.ly/3Lf93aZ.
 
Secara umum, mitra-mitra pembangunan yang terlibat dalam mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka, memiliki sejumlah peran. 
 
Bagi pemerintah daerah, mereka berperan membantu dan mendukung Dinas Pendidikan dalam membentuk pokja atau tim Pendamping IKM, kemudian membantu advokasi agar IKM masuk dalam program kerja dan kebijakan di daerah, menjadi konsultan daerah dalam IKM, melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan, serta bersama Dinas Pendidikan memantau aktivitas guru dan kepala satuan pendidikan di Platform Merdeka Mengajar (PMM) melalui dashboard, untuk kemudian bersama-sama melakukan tindak lanjut.
 
Sedangkan bagi komunitas belajar, mitra pembangunan ini diharapkan dapat membantu mengaktivasi komunitas belajar dan membantu menyediakan narasumber.
 
Lalu bagi satuan pendidikan, mitra pembangunan diharapkan dapat membantu proses penerapan IKM di daerah dan satuan pendidikan binaan yang mendaftar IKM serta mendorong penggunaan PMM oleh oleh guru dan kepala satuan pendidikan.
 
Terakhir, bagi UPT, mitra pembangunan diharapkan dapat berkoordinasi secara berkala dan mencatat praktik baik lalu memberikan laporannya kepada Kemendikbudristek. (Sumber: 6 Strategi IKM/Bagus Priambodo/Judul asli berita: Implementasikan Kurikulum Merdeka Secara Mandiri, Guru Didorong Kerjasama Dengan Masyarakat Melalui Mitra Pembangunan/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: