Ikhtiar LPMP Jatim Wujudkan Mutu Pendidikan Lewat Data

Redaksi 09 September 2019

Kepala LPMP Jatim, Bambang Agus Susetyo (yang saat ini telah menjadi Plt. Kepala LPMP Jatim) mengatakan bahwa LPMP Jawa Timur akan dipercaya menjadi pilot project nasional dalam pengelolaan data dan arsip.

Dengan tanggung jawab ini, tentu saja perubahan besar-besaran dalam pengelolaan data pendidikan di Jawa Timur harus segera dilaksanakan.

Sayangnya, hingga saat ini, masih terdapat beberapa hal yang harus segera diperbaiki dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Jawa Timur.

Dalam Bimbingan Teknis Dapodik angkatan 2 Jawa Timur yang digelar LPMP Jatim beberapa waktu lalu (26/8/2019 - 29/8/2019), disebutkan oleh salah satu narasumber ada 4 satuan pendidikan SD yang terakhir melakukan sinkronisasi pada 2017.

Empat satuan pendidikan itu di antaranya adalah SDN Bira Timur 4 di Kabupaten Sampang, SDN Tamberu Laok 2 Sampang, SDN Sokobanah Tengah 7, Kabupaten Sampang, serta SMPS Islam Darul Istiqomah di kabupaten Jember.

Selain itu, masih ada sekolah-sekolah yang sudah tutup, namun datanya masih tersaji di dalam Dapodik.

Sekolah-sekolah itu antara lain adalah SMA Plus Nurul Falah Pamekasan, SMAS 45 Pacet di Kabupaten Mojokerto, SMAS Nur Hidayah di Kota Surabaya, SMAS Waskita Dharma di Kota Malang dan SMK Darussalam Geger di Kabupaten Bangkalan.

Untuk memastikan agar data-data yang ada di dalam Dapodik adalah data yang valid dan faktual sehingga dapat digunakan untuk memetakan mutu pendidikan, LPMP Jawa Timur telah memiliki sejumlah organ dengan tugas yang berbeda-beda.

Pertama adalah Satgas Dapodik SMA 2019 yang tugasnya melakukan sosialisasi program-program pendataan LPMP Jatim yang meliputi Dapodik, PMP, RKAS, dan Zonasi mutu.

Kedua, TPMPD yang bertugas  melakukan sosialisasi program-program pendataan LPMP Jatim (Dapodik, PMP, RKAS, Zonasi Mutu), serta melakukan verivikasi dan validasi data mutu di kabupaten dan kota.

Organ ketiga adalah Fasilitator Nasional (Fasnas) PMP yang bertugas melatih dan mensosialisasikan aplikasi-aplikasi pendataan mutu LPMP Jatim serta melakukan verivikasi dan evaluasi data mutu di tingkat provinsi.

Keempat, ada Fasda TPMPD yang bertugas membantu melatihkan dan mensosialiassikan aplikasi-aplikasi pendataan mutu LPMP Jatim serta melakukan verivikasi dan evaluiasi data mutu di tingkat kabupaten/kota.

Selain adanya dukungan dari 4 elemen tersebut, juga terdapat sejumlah program yang akan digelar seksi Sistem Informasi LPMP Jatim.

Di antaranya adalah sosialisasi NUPTK, Monitoring PMP, dan Verifikasi data instrumen PMP yang digelar pada September 2019. Dilanjutkan kemudian dengan pelaksanaan validasi data instrumen PMP pada Oktober 2019 serta evaluasi PMP dan Uji Keabsahan data PMP pada November 2019.

Upaya-upaya ini semata dilakukan untuk mencapai target-target program pendataan mutu LPMP Jawa Timur 2019, yakni 100 persen kualitas Satuan Pendidikan di Jatim berkategori baik, lalu 100 persen Satuan Pendidikan mengirimkan instrumen PMP secara online, kemudian 100 persen data raport mutu Satuan Pendidikan yang valid, seratus persen Satuan Pendidikan bisa menggunakan aplikasi RKAS online dan aplikasi SIPLah, serta 100 persen kabupaten/klota di Jatim bisa menyusun kebijakan berbasis zonasi. (Bagus Priambodo)

Tags: