Identifikasi Bakat & Minat Anak, Beri Kebebasan Anak untuk Bermain

Redaksi 17 September 2022

Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka atau IKM, tugas terberat dan terpenting para pendidik adalah untuk mengidentifikasi bakat dan minat anak, serta mengarahkan dan memperlengkapinya.
 
Untuk itu, bagi para pendidik, khususnya yang mendidik anak-anak usia dini ataupun anak-anak TK dan anak-anak SD, perlu untuk memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk bermain.
 
Sebab, saat bermain inilah, dapat diketahui apa yang menjadi minat anak-anak.
 
Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Sujarno M.Pd, saat membuka Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang digelar BBPMP Jawa Timur dengan Komunitas Belajar Angonponik, pada 9 September dan 10 September 2022 lalu di Surabaya.
 
 
Workshop itu diikuti para kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang yang tergabung di dalam komunitas belajar Angonponik.
 
Sujarno mengatakan kepada para peserta, semakin dini usia anak, seharusnya waktu bermainnya semakin banyak. 
 
"Karena bagi anak TK, belajar itu adalah melalui bermain. Dengan bermain, mereka bisa belajar. Jadi sampai kelas 3 SD itu, mestinya lebih banyak bermain," kata dia.
 
Bagi Sujarno, sangat penting untuk memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk melakukan hal-hal yang mereka suka, serta tidak melarang mereka selama itu tidak berbahaya. Yang tidak kalah penting, selama proses itu berlangsung, pendidik atau guru bertugas untuk mengarahkan dan mengawasi agar jangan sampai proses itu malah mencelakai anak-anak.
 
Sebab, bisa jadi, tindakan-tindakan yang mereka lakukan yang menurut orang dewasa bisa berbahaya, sebenarnya malah mengasah keterampilan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang menjadi minat mereka.
 
"Kalau ada anak suka memanjat, jangan sedikit-sedikit melarang mereka memanjat. Karena kita tidak tahu, barangkali di masa mendatang mereka akan menjadi atlet panjat tebing," sambungnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: