Hobi menjadi Program Kebanggaan dalam Budaya Finlandia

Redaksi 19 Oktober 2022

Global Knowledge - Hobi bukanlah sekadar kegiatan yang disukai seseorang. Dengan memiliki hobi, orang bisa memperoleh pilihan cara untuk memperkaya hidup mereka menjadi lebih berarti dan penuh suka cita. Bukan kehidupan dia sendiri yang berkembang, kehidupan orang lain pun turut berubah dalam prosesnya. Lebih seru lagi, bakal bisa bertemu teman-teman baru.
 
Hobi atau kegiatan rekreasi ini bisa dilakukan oleh siapa saja dengan fasilitas yang mudah diakses. Orang pun tidak perlu harus memiliki keterampilan khusus. Sebaliknya, mereka bisa belajar hal baru dan melakukan fungsi sosial yang penting yaitu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Nah, selama puluhan tahun, pemerintah Finlandia telah mendukung hobi para warganya sebagai cara untuk memupuk rasa kemasyarakatan yang aktif.
 
Salah satu wujudnya bisa dijumpai saat hari cerah di musim panas. Warga Kota Helsinki biasanya menggelar kelas senam bersama di taman kota. Siapapun bisa mengikutinya. Selain tubuh sehat, warga juga memiliki banyak kesempatan bersosialisasi dengan komunitas baru. Arena panjat tebing terbesar di Eropa Utara pun terletak di sebuah pusat perbelanjaan di Konala, tepat di luar Helsinki.
 
Menurut berbagai survei, sekitar 90 persen penduduk Finlandia, dan 96 persen di antaranya berusia di bawah sepuluh tahun, mempunyai hobi. Sekitar 60 persen anak usia sembilan hingga 15 tahun ikut serta dalam klub olahraga. Sepak bola adalah salah satu olahraga paling populer di Finlandia dengan lebih dari 130.000 pemain terdaftar dalam klub. Meskipun sepak bola yang terorganisir tidaklah gratis, pemain tidak perlu membeli banyak peralatan untuk bisa berpartisipasi. Sedangkan orang dewasa lebih sering berolahraga sendiri, misalnya berlari, bersepeda, berenang, atau ski lintas alam.
 
Keterampilan sosial
 
“Dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya, transformasi kami dari masyarakat pedesaan menjadi masyarakat modern berlangsung sangat cepat,” ujar Mikko Salasuo, peneliti senior di Youth Research Society Finlandia.
 
Dalam masyarakat pertanian tradisional Finlandia, seluruh penduduk desa berperan membesarkan anak-anak hingga menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Namun, usai Perang Dunia II, muncul kekhawatiran tentang keterlibatan sosial para generasi muda ini.
 
“Menggunakan hobi sebagai medium untuk membina kewarganegaraan dan meningkatkan keterampilan sosial kaum muda adalah keputusan yang dibuat di tingkat nasional,” kata Mikko.
 
Olahraga, musik, dan lainnya
 
Setelah perang, pemerintah dan berbagai organisasi non-pemerintah bekerja sama untuk membuat proyek pendidikan kewarganegaraan nasional yang dibiayai oleh negara. Etos pendidikan kewarganegaraan ini masih terlihat hingga kini di seluruh negeri dalam bentuk hobi yang diselenggarakan untuk segala usia oleh Lembaga Swadaya Masyarakat dan perkumpulan-perkumpulan masyarakat.
 
Setiap tahun, pemerintah pusat dan kota mendukung kegiatan-kegiatan rekreasi dengan memberikan dana investasi yang besar. Berbagai klub olahraga, organisasi pemuda seperti Pramuka, dan organisasi yang menawarkan pendidikan seni dasar, seperti sekolah musik, memperoleh manfaat dari subsidi langsung dan tidak langsung serta dari penggunaan tempat, yang berjumlah hingga ratusan juta Euro setiap tahun.
 
Kesetaraan dan kesejahteraan saling beriringan
 
Saat ini, sistem nasional tentang program hobi sedang diperbarui untuk memastikan adanya kesempatan akses yang sama bagi semua kalangan. Belakangan, kegiatan-kegiatan santai tertentu telah berubah menjadi kegiatan mahal, sampai pada titik di luar jangkauan kemampuan finansial sebagian warga.
 
“Dalam banyak kasus, semangat menjadi yang terhebat telah menggeser tujuan utama kegiatan diadakan yaitu adanya interaksi sosial, pendidikan kewarganegaraan, dan potensi yang sama,” kata Salasuo.
 
Ada keraguan mengenai hobi yang mahal, dan yang seringkali sangat kompetitif, itu mampu meningkatkan kesejahteraan atau mendorong partisipasi sosial di antara generasi muda dan keluarga. Warga pun mengajukan permintaan agar ada program hobi yang diselenggarakan di sekolah, dengan begitu kegiatan akan bersifat inklusif dan semua orang mampu menjangkaunya.
 
Saat hujan atau cuaca cerah
 
Salasuo yang aktif di komite kerja sistem hobi baru tengah berusaha memadukan kegiatan rekreasi ke dalam jam pelajaran sekolah semua anak-anak dan remaja secara gratis. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berperan sebagai pemimpin proyek yang disebut Model Kegiatan Rekreasi Finlandia. Program tersebut memprioritaskan kesejahteraan dan hak-hak anak.
 
Anak-anak dan remaja Finlandia dapat berkontribusi dengan memberikan saran. Urutan tertinggi dalam daftar saran tersebut adalah kegiatan parkour, panjat tebing, memasak, hewan dan seni visual. Selama tahap percontohan pada musim semi 2021, lebih dari 200.000 anak telah terlibat dalam proyek tersebut.
 
Secara lebih luas, hobi adalah cara penting untuk meningkatkan kesejahteraan seseorang di segala usia. Daripada lembur kerja pada malam hari, orang-orang Finlandia cenderung memilih beraktivitas di luar ruangan, entah saat hujan atau cuaca cerah, dan belajar hal-hal baru. Membaca, bermain game, musik, berbagai seni dan kerajinan tangan seperti merajut dan perkayuan adalah kegiatan populer yang kerap mereka pilih. Dan jika ingin menemukan teman baru orang Finlandia, sebaiknya memilih salah satu aktivitas dari sekian banyak program yang diselenggarakan oleh pusat pendidikan orang dewasa. (Jelita (Jendela Literasi Kita)/Sumber terjemahan: Minna Takkunen, ThisisFINLAND Magazine 2022/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Minna Takkunen, ThisisFINLAND Magazine 2022)

Tags: