Hati-hati Salah Persepsi Instrumen

Redaksi 26 September 2020

Instrumen merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan operator saat mengisi rapor mutu sekolah.

Salah mempersepsi instrumen, bisa-bisa rapor mutu sekolah dianggap tidak valid.

Hal itu ditekankan oleh Agustin Sri Murdiana dari LPMP Provinsi Jawa Timur dalam acara Bimtek Percepatan Pengumpulan Rapor Mutu Sekolah Daring Tahun 2019 Angkatan 5, beberapa saat lalu (Kamis, 6/8/2020).

"Banyak mispersepsi apa yang dimaksudkan oleh instrumen dengan jawaban dari responden," kata Fasilitator Nasional (Fasnas) Pengumpulan Rapor Mutu Sekolah ini.

"Ini betul-betul membutuhkan peranan dari guru dan pengawas dalam memberikan pemahaman."

Agustin menjelaskan setiap tahun para pengawas aktif diundang oleh LPMP untuk mengikuti bimtek pengawas pemetaan beserta operator kabupaten/kota masing-masing.

Beberapa materi dalam bimtek itu meliputi instrumen, aplikasi, aplikasi EDS, aplikasi Supervisi, dan evaluasinya.

Dalam materi instrumen berisi bedah instrumen, instrumen yang mengandung mispersepsi atau dualisme makna.

"Biasanya kita telaah bersama-sama saat itu yang membutuhkan pemahaman lebih dibandingkan isian istrumen yang lain," kata Agustin.

Namun, LPMP tak bisa mengundang semua sekolah karena keterbatasan waktu dan anggaran.

"Kami berharap operator cabang dinas, operator dinas, dan pengawas bisa menjelaskan ke sekolah binaannya masing-masing tentang keterbacaan instrumen," ujarnya.

"Karena peranan instrumen ini valid betul, kalau kita salah menjawab, salah mempersepsikan instrumen, maka hasil rapor mutunya juga tidak akan betul, tidak akan valid dan real sesuai dengan kenyataannya."

Pada 2019, jumlah instrumen telah menurun drastis dari 800 menjadi paling banyak 180.

Sehingga diharapkan kepala sekolah dan responden lain dapat lebih konsisten dalam menjawab.

"Jadi tidak boring lagi, toh nggak bisa ngisi sekarang, bisa dilanjutkan besok," ungkapnya.

"Itu usaha-usaha supaya jawaban yang diberikan benar-benar jawaban yang sudah dipikir, sudah betul-betul berdasarkan hasil pemikiran, evaluasi, dan pengamatan sehari-hari." (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Hati-hati, Salah Persepsi Instrumen, Rapor Mutu Tak Valid)

Tags: