Guru & Orangtua Harus Jadi Partner yang Kompak

Redaksi 27 Desember 2019

Teropong - Hasil penelitian yang dilakukan Programme for International Student Assesment (PISA) 2018 terhadap 72 negara telah menempatkan Indonesia di peringkat keenam dari bawah.  Studi PISA tersebut dilakukan berdasarkan tes selama 2 jam yang melibatkan 600 ribu siswa berusia 15 tahun dari negara-negara peserta. Di dalam studi tersebut, yang diuji adalah kemampuan literasi, kemampuan matematika dan kemampuan sains.

Di bidang literasi, hasil studi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan baca siswa-siswa di Indonesia masih di bawah rata-rata. Bila rata-rata negara OECD (The Organisation for Economic Co-Operation and Development) meraih skor 487, Indonesia mendapat skor 371.

Tak jauh berbeda di bidang matematika dan sains. Rata-rata negara anggota OECD mendapat skor 489. Sedangkan Indonesia meraih skor 370 untuk matematika dan 396 untuk Sains.

Beragam reaksi muncul setelah hasil penelitian itu diumumkan kepada publik. Tentu semuanya bernada prihatin karena harus menerima realita bahwa pendidikan Indonesia masih jauh tertinggal oleh negara lainnya.

Adalah sinyal yang cukup baik bila kita semua prihatin setelah melihat hasil studi tersebut. Setidaknya, di dalam hati, kita masih punya harapan yang sama agar di masa mendatang, pendidikan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Namun prihatin saja tak cukup.  Sama halnya dengan yang disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim, hasil studi ini adalah masukan berharga untuk mengevaluasi dan membenahi sistem pendidikan nasional. Dari studi ini, kita semestinya mulai bertanya: “Apa yang mesti dilakukan?”

Pertanyaan reflektif ini berlaku untuk siapa saja. Baik itu guru, pejabat dan staf di dinas-dinas,  pejabat dan staf-staf di lingkungan Kementerian Pendidikan, para pemimpin di daerah-daerah, hingga masyarakat.

Partnership guru dan orangtua

Dari sekian banyak pemangku kepentingan, guru dan orangtua adalah ujung tombak dalam strategi meningkatkan mutu pendidikan. Ibarat kata, mereka adalah tombak bermata dua yang tidak seharusnya dipisahkan.

Tentang vitalnya peran guru telah disadari betul oleh kementerian. Buktinya, dari sekian banyak rencana yang telah disusun, pemerataan jumlah guru serta peningkatan mutu guru berada di daftar paling atas.

Wajar bila guru menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya peningkatan mutu pendidikan ini. Sebab, merekalah yang sehari-hari bersentuhan dan berinteraksi dengan siswa. Di kelas, mereka menerapkan strategi-strategi pembelajaran yang telah disusun dan direncanakan sebelumnya.  

Namun kita tahu, guru tak semestinya berjalan sendiri. Beban berat untuk mewujudkan generasi emas, tak semestinya dibebankan sepenuhnya kepada guru. Maka, peran serta orangtua di rumah juga dibutuhkan.

Karena itulah menjadi penting untuk menciptakan kerjasama dan komunikasi yang baik antara guru (sekolah) dengan orangtua murid.  Di antara keduanya harus terbentuk sebuah partnership. Artinya, orangtua harus tahu bagaimana strategi pembelajaran di sekolah berlangsung sehingga dapat memodifikasinya di rumah untuk memastikan bahwa strategi pembelajaran itu dapat berlanjut meski di luar sekolah.

Sebagai permisalan, apabila guru membiasakan siswa membaca satu karya sastra dalam seminggu, orangtua pun selayaknya memberi dukungan dengan cara-cara yang mereka bisa lakukan. Contohnya, mendampingi anak ke perpustakaan, mendampingi anak membaca, dan bila mampu, memastikan di rumah tersedia bahan bacaan yang cukup serta suasana yang mendukung anak membaca dengan baik. Dengan demikian, kita bisa berharap penelitian PISA berikutnya, tingkat literasi para siswa di Indonesia bisa melompat ke rangking yang lebih baik. (Bagus Priambodo/Sumber bacaan & narasi: https://www.kemdikbud.go.id, https://www.dw.comhttps://nasional.kompas.comhttps://www.kompas.comhttps://www.jawapos.com, https://tirto.id, http://www.chinadaily.comhttps://journals.sagepub.comhttps://learningenglish.voanews.comhttps://www.liputan6.comhttps://news.detik.comhttps://wow.tribunnews.com, https://www.academia.eduhttps://nasional.republika.co.idhttps://www.antaranews.com/foto ilustrasi dipenuhi melalui Google Image)

Tags: