Guru Belajar Susun Soal HOTS & Beri Penilaian

Redaksi 01 Juli 2020

Surabaya - Menurut Anderson dan Krathwohl (2001), dimensi proses kognitif terdiri dari 3 level yakni level pemahaman, level penerapan, dan level penalaran. Menurut Dr. Kusnodadi M.Pd, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS) masuk dalam level penalaran yang meliputi kemampuan untuk menganalisis (analyzer), mengevaluasi (evaluate), dan mengkreasi (create).

Karena itu, dalam Bimtek Perencanaan Pembelajaran Berbasis HOTS yang digelar oleh LPMP Jatim secara daring beberapa waktu lalu, Selasa (16/6/2020), untuk membuat kisi-kisi soal yang masuk dalam level HOTS, para guru bisa melihat KKO (Kata Kerja Operasional) yang mengandung kata kunci menganalisis, mengevaluasi, ataupun mengkreasi.

*Info & berita terkait: Ikhtiar Membuat Guru SD Makin HOTSBimtek Perencanaan Pembelajaran yang HOTS5 Kompetensi Wajib Guru di Pembelajaran New NormalGuru Tidak Mengajar Sendiri di Kala PandemiMengembangkan Karakter Anak lewat Penilaian Sikap & Mengenal HOTS dan Rencana Pembelajarannya

*Silahkan unduh (download) materi 1materi 2 & materi 3

"Hal yang paling urgent pada saat menyusun kisi-kisi soal berbasis HOTS, adalah bagaimana kita merumuskan indikator soal. Ini berbeda dengan indikator pembelajaran," kata Kusnohadi.

Dalam menyusul soal HOTS, Kusnohadi mengingatkan bahwa ada 5 tahapan yang harus dilakukan. Pertama, menganalisis kompetensi dasar yang dapat dibuatkan soal HOTS, kedua menyusun kisi-kisi soal, ketiga memilih stimulus yang menarik dan kontekstual, keempat menulis butir pertanyaan para kartu soal sesuai dengan kisi soal, serta yang kelima adalah membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban.

Dia menambahkan, setelah kisi-kisi soal dirumuskan secara detil, perlu dibuat stimulus baik dalam bentuk teks, gambar, chart, tabel, dan informasi lainnya yang dapat disajikan untuk mengantar pada pertanyaan atau soal.

"Jadi kita sesuaikan dengan pertanyaannya. Antara stimulus dengan soal yang akan kita susun, nantinya harus ada keterkaitan. Begitu stimulus sudah kita susun, langkah selanjutnya menulis butir pertanyaannya. Ini dituangkan dalam kartu soal untuk membantu bapak dan ibu mengarahkan apakah soal sudah HOTS atau belum. Langkah yang paling mudah adalah pilih kata kerja operasional di level tersebut," ujarnya.

Selain menyusun soal yang tepat, kata Kusnohadi, guru juga perlu membuat kunci jawaban serta rentang skor. Sebab, pada umumnya, jawaban yang diberikan anak didik beragam.

"Ada yang Sangat lengkap, kurang lengkap, dan tidak lengkap. Harus ditentukan, kalau sangat lengkap nilainya berapa, kalau kurang lengkap berapa nilainya, dan kalau tidak lengkap berapa nilainya. Demikian juga kalau dijawab panjang tapi salah, nilainya berapa, harus ditentukan," pungkasnya. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Guru Belajar Menyusun Soal HOTS dan Memberikan Penilaian/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Foto Dokumentasi Kegiatan LP MP Jawa Timur)

Tags: