Gubernur Minta Sekolah di Jatim Cek Kondisi Bangunan

Redaksi 06 November 2019

Pasuruan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta agar pihak sekolah segera melakukan pengecekan kondisi fisik untuk memastikan kegiatan belajar di sekolah berlangsung aman.

Instruksi ini disampaikan Gubernur Jatim sebagai respons atas runtuhnya atap SDN Gentong di Kota Pasuruan yang menyebabkan dua nyawa melayang.

Menurut Gubernur Khofifah, musim hujan yang mulai datang, bisa memberikan tingkat kerawanan apabila kondisi bangunan sekolah buruk.

Pengecekan tersebut, kata Gubernur, tidak hanya menyasar bangunan SD, tetapi juga bangunan SMP, SMA, SMK, maupun madrasah di seluruh Jawa Timur.

"Ini musim hujan sudah tiba, jadi ada kerawanan lebih yang harus diantisipasi sehingga perlu pengecekan kondisi gedung dan bangunan sekolah supaya kejadian ambruknya SDN Gentong tidak terulang di sekolah lainnya di Jawa Timur," ujar Khofifah seperti dikutip dari situs media okezone.com.

Plt Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Dr Bambang Agus Susetyo, mengamini pernyataan Gubernur tersebut.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Caranya, infrastruktur pendidikan harus terus ditingkatkan. Pihak sekolah juga harus rutin memeriksa kondisi sarana dan prasarana di sekolah agar kegiatan mengajar dan belajar dapat berlangsung dengan baik dan aman,” kata Bambang.  

Dukung polisi

Plt Kepala LPMP Jatim juga mendukung upaya kepolisian untuk menginvestigasi peristiwa ini. Kata dia, polisi adalah pihak yang paling berwenang untuk menyimpulkan apakah peristiwa ini murni kecelakaan atau terjadi karena kelalaian.

Saat ini, polisi telah melakukan penyelidikan dan telah menutup akses ke lokasi dengan menggunakan garis polisi agar tidak ada seorangpun yang tak berkepentingan yang masuk ke sana.

“Terkait siapa yang bertanggungjawab dalam insiden ini, tentunya polisi yang lebih berwenang membuat kesimpulan berdasarkan investigasi yang dilakukan. Prinsipnya kami mendukung setiap upaya Polri untuk mengungkap insiden ini dan menyimpulkan siapapun yang bertanggung jawab,” ujarnya.

“Yang jelas, semua ini harus menjadi bahan evaluasi atau pembelajaran bagi kita semua para pelaku pendidikan di Jawa Timur,” pungkasnya. (Bagus Priambodo)

Tags: