GSI Mendukung Pembinaan Sepakbola Usia Dini

Redaksi 27 Agustus 2019

Ajang turnamen sepakbola bertajuk Gala Siswa Indonesia (GSI) yang diikuti para pelajar SMP di Jawa Timur, telah berakhir.

Turnamen yang digelar di Sidoarjo ini telah melahirkan pemenang baru, yakni tim dari Kabupaten Blitar.

Tim yang akan mewakili Jawa Timur di ajang GSI tingkat nasional tersebut keluar sebagai juara setelah mengalahkan tim tetangga, Kota Blitar.

Kepala Seksi Sistem Informasi LPMP Jatim, Maryono yang mewakili LPMP Jatim saat memberikan penghargaan kepada pemenang, mengatakan bahwa ajang GSI ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia.

Menurut dia, untuk mewujudkan sepakbola Indonesia yang dapat berkiprah di kancah internasional, pembinaan sejak dini adalah sebuah keharusan.

“Dan ini menjadi kewajiban kita semua, termasuk institusi pendidikan. Kita berharap, kelak anak-anak kita ini bisa mewakili dan mengharumkan nama Indonesia di ajang sepakbola tertinggi, Piala Dunia. Saya kira itu bukan hal yang mustahil,” kata Maryono.

Maryono mengatakan, Indonesia dengan populasi yang besar seharusnya tidak akan kehabisan talenta sepakbola. Hanya saja,talenta-talenta itu tidak akan terlihat  bila tidak dibuat sebuah wadah.

"Maka GSI ini adalah salah satu wadah dan ajang yang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk memperlihatkan talentanya. Saya yakin, teman-teman dari PSSI yang terlibat dalam GSI ini juga mengamati permainan mereka," ujarnya.

Disiplin

Kepada para pemain yang ikut terlibat di ajang GSI, Maryono juga mengingatkan agar mereka disiplin berlatih. Dia menyebut, disiplin adalah salah satu kunci agar keterampilan semakin meningkat.

Dia lantas memberi contoh, di China yang sedang giat-giatnya meningkatkan pesepakbolaan nasional, telah melarang penggunaan ponsel bagi para pemain kelompok umur U-15, mulai pukul 10 malam. Ini adalah salah satu implementasi dari disiplin waktu.

“Di China, disiplin adalah kampanye utama dalam pembinaan pemain muda. Setiap jam 10 malam, para pemain U-15 menyerahkan ponselnya kepada pelatih. Jadi buat yang sekarang ketagihan game online dan media sosial, mulai belajar disiplin dan mengurangi aktivitas-aktivitas dengan HP yang membuat lupa waktu,” tuturnya. (Bagus Priambodo)

Tags: