Gemetar: Gerakkan Menulis untuk Belajar

Redaksi 16 Oktober 2019

Kemampuan sekolah untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP), salah satunya Standar Kompetensi Lulusan (SKL) tidak bisa lepas dari bagaimana kompetensi keterampilan, pengetahuan dan sikap siswanya.

Oleh karenanya usaha aktif menumbuhkan, meningkatkan dan mengembangkan budaya literasi khususnya bagi siswa dan guru menjadi sangat penting, utamanya dalam proses belajar mengajar. Karena dengan kemampuan literasi menyeluruh (budaya baca-tulis yang tinggi), ketiga kompetensi tersebut akan mudah untuk diraih oleh siswa

Merujuk ke Deklarasi Praha (Unesco, 2003) dan Deklarasi Alexandria pada tahun 2005, poin dari kemampuan literasi yang baik, dua diantaranya mencakup kecakapan membaca (termasuk memahami/mencerna bacaan secara mendalam) dan menulis (menerjemahkan pemahaman apa yang dibaca ke dalam tulisan yang runut, konstruktif dan inspiratif) sebagai wujud dari
mengkomunikasikan pengetahuan secara cerdas dan efektif. Tentu saja tidak gampang untuk mendapatkannya

LPMP Jawa Timur sebagai lembaga penjaminan mutu pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah memiliki kewajiban dan tanggungjawab memastikan, mengawal sekaligus mendongkrak budaya literasi masyarakat internal sekolah, khususnya kebiasaan literasi siswa dan guru di Jawa Timur

Terlebih lagi, saat ini ‘literasi’ telah menjadi rapor tersendiri dalam Aplikasi Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) dan ada di dalam materi ‘Supervisi Mutu Pendidikan’

Sehingga PMP (Penjaminan Mutu Pendidikan) diantaranya dilakukan dengan menilai (melihat nilai) empat rapor mutu sekolah. Salah satunya ‘Rapor Literasi’

Karena itu LPMP Jatim harus mulai (berinisiatif) memetakan budaya literasi sekolah-sekolah di Jawa Timur, berkontribusi merencanakan berbagai program peningkatan budaya literasi, melaksanakannya dalam bentuk kegiatan berkelanjutan (misal: bimbingan teknis,
pendampingan, festival dan lain-lain), dan melakukan evaluasi

Namun data di Buku Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) 34 Provinsi di Indonesia terbitan Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian
dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2019 (https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/site/pages/download) telah jelas menunjukkan, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengakses bahan-bahan literasi masih rendah

Perilaku mereka dalam membaca buku cetak, membaca koran atau majalah, membaca artikel atau berita di media elektronik/internet, serta kunjungan ke perpustakaan umum dan taman bacaan masih rendah

Maka pembiasaan membaca ke siswa baik di rumah maupun di sekolah serta mengampanyekan ‘Jam Membaca’ atau ‘Jam Belajar Masyarakat’ disertai berbagai promosi
gemar membaca melalui perpustakaan umum dan komunitas literasi, ditawarkan sebagai ‘solusi’nya

Melalui Lored (Lorong Redaksi), LPMP Jawa Timur justru menawarkan ‘strategi terbalik’ untuk meningkatkan kemampuan literasi (diantaranya minat baca) masyarakat internal sekolah, yaitu dengan ‘Gemetar’ (Gerakkan Menulis untuk Belajar) bersama Lored.

Praktiknya bisa ‘Gemes’ (Gerakan Menulis Siswa) sama Guru, ‘Namu (Nambah Ilmu) bareng media massa dan penerbit profesional, dan berbagai program menulis lain yang lebih spesifik dan menghasilkan produk tulisan

Semangatnya tetap, menumbuhkan dan meningkatkan minat serta budaya baca melalui ‘menulis untuk belajar’ untuk menopang penguasaan siswa terhadap tiga aspek di standar kompetensi lulusan, yaitu: pengetahuan, keterampilan dan sikap (Bagus Priambodo)

Sebagian materi/bahan informasi didapatkan melalui wawancara tim Lored dengan Dr. Kusnohadi, Widaya Iswara LPMP Jatim yang juga konsen terhadap Gerakan Literasi Sekolah dan Perpustakaan Era 4.0

Selengkapnya tentang Gerakkan Menulis untuk Belajar (Gemetar) bisa diunduh di link berikut: https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/site/po-content/uploads/LORED_14_oktober_2019.pdf

Tags: