Fokus juga ke Literasi & Numerasi

Redaksi 14 November 2021

Menuju WBBM – Saat ini salah satu fokus LPMP Provinsi Jawa Timur di era Merdeka Belajar, menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi masyarakat sekolah khususnya siswa yang cara atau strateginya tularkan terlebih dahulu melalui guru, kepala sekolah dan pengawas
 
Untuk mewadahi informasi-informasi (diantaranya praktik-praktik baik) terkait hal tersebut, termasuk mengenai survey lingkungan belajar, langkah awal yang dilakukan LPMP Provinsi Jawa Timur adalah mengembangkan aplikasi Superman (Supervisi Mutu Pendidikan)
 
Aplikasi tersebut juga memuat berbagai hal yang diperlukan dalam memetakan mutu pendidikan di Jawa Timur, seperti panduan, instrumen, praktik-praktik baik seputar pemetaan mutu pendidikan
 
Sehingga seluruh sekolah dan stakeholder LPMP Provinsi Jawa Timur dapat mengaksesnya dengan mudah
 
Saat ditanya oleh Tim Evaluator dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi beberapa waktu lalu melalui zoom meeting (Rabu, 3/11/2021) yang intinya: “Apakah pemetaan mutu pendidikan harus dilakukan tiap tahun?”
 
Kepala LPMP Provinsi Jawa Timur, Dr. Rizqi dengan lugas dan tidak bertele-tele menyampaikan sebab-sebabnya
 
Pemetaan mutu sekolah dilakukan tiap tahun oleh LPMP Provinsi Jawa Timur karena jumlah tenaga pendidik, peserta didik serta kondisi sekolah pun mengalami dinamisasi atau perubahan
 
Tidak mungkin beberapa hal di atas selalu statis.
 
Selain itu, bila tidak dipetakan tiap tahun akan terlalu beresiko, salah satunya terhadap penyaluran dana BOS (Biaya Operasional Sekolah)
 
Bisa jadi nanti sekolah yang rusak akibat bencana alam dan lain-lain serta sudah tutup (tidak beroperasi) masih saja menerima dana tersebut. Sehingga pendanaan yang digelontorkan pemerintah untuk pendidikan banyak terbuang percuma (tidak tepat sasaran)
 
Oleh karenanya pemetaan di sini sebenarnya upaya update data sesuai kondisi real yang terhubung dengan fungsi pengawasan terhadap hal tersebut, termasuk ke perubahan-perubahan data guru yang pensiun, siswa yang telah pindah dan lain sebagainya
 
Beberapa cara pun ditempuh LPMP Provinsi Jawa Timur dalam melakukan upaya pemetaan mutu pendidikan, diantaranya: (1) Tim pemetaan mutu terjun langsung ke lapangan (seperti ke sekolah); (2) Mendatangkan operator dinas pendidikan dan cabang dinas pendidikan di tiap kabupaten kota di Jawa Timur ke LPMP Provinsi Jawa Timur; (3) Melakukan update data Dapodik tiap triwulan sekali dengan memvalidasi dan verifikasi, diantaranya data pendidik, tenaga kependidikan, siswa dan sekolah
 
Karena tugas yang diemban internal lembaga memang berkualitas, maka membutuhkan pula tenaga-tenaga yang juga berkuaiitas
 
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dilakukan beberapa hal untuk tetap menjaga kualitas pengetahuan, skill, kedisiplinan, kekeluargaan serta kekompakan dan kebugaran para pegawai di LPMP Provinsi Jawa Timur, seperti: (1) Membiasakan Sharing Knowledge internal terhadap berbagai isu terkini terkait penjaminan mutu Pendidikan, Asesmen Nasioanl, Merdeka Belajar, Sekolah Penggerak dan lain sebagainya; (2) Melaksanakan apel pagi sebanyak 3 kali dalam seminggu (Senin, Rabu dan Jumat); (3) Membekali para pegawai tiap kali mereka terjun ke lapangan (melakukan tugas kedinasan ke daerah (kabupaten kota) terkait pelaksanaan tugas pokok dan fungsi LPMP Provinsi Jawa Timur dan berbagai kebijakan mengenai Merdeka Belajar); (4) Mensosialisaskan, menekankan dan menegaskan tolak gratifikasi ke seluruh pegawai di berbagai event tatap muka langsung (luring) maupun platform online lembaga; (5) Menyediakan lapangan olahraga dan ruang musik untuk selalu menyeimbangkan kecerdasan otak kiri dan kanan para pegawai agar selalu dekat, harmons, bugar , kreatif dan inovatif
 
Lembaga yang pada 2018 lalu meraih pedikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan saat ini memiliki beberapa lembaga binaan (diantaranya: LPMP Provinsi Lampung, Riau , DKI Jakarta, Bali) yang juga sedang berusaha meraih predikat WBK, juga terus meningkatkan performa layanannya ke para customer melalui beberapa platform online
 
Dua diantaranya SILAT (Sistem Informasi Layanan Terpadu) dan SIPAK (Sistem Informasi Pengajuan Angka Kredit) Guru yang banyak sekali dikunjungi utamnya bagi pendidik yang bertanya mengenai NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), dan PAK (Penilaian Angka Kredit) Guru. (Bagus Priambodo/Ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: