FlexiSpaces Buat Siswa Betah di Sekolah

Redaksi 24 September 2021

Gobal Knowledge - Berhasil memberikan kesempatan pendidikan yang sama rata kepada semua siswanya merupakan ciri dari sistem sekolah yang kuat (OECD, 2012).
 
Di Queensland, dengan mengacu pada visi ‘Every Student Succeeding’ (Setiap Siswa Bisa Sukses), kami ingin memberikan kesempatan yang adil dan seimbang kepada setiap siswa terlepas dari berbagai macam tantangan yang mereka miliki.
 
Dalam menyokong siswa yang beresiko tertinggal, diperlukan bimbingan dan kepemimpinan yang baik, yang mana bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan namun sikap yang paling tepat untuk diambil.
 
 
Kami memiliki obyektif untuk mengurangi jumlah anak muda yang putus sekolah dan tidak melakukan transisi atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
 
Berhenti sekolah mengorbankan banyak hal bagi anak muda, komunitas, dan ekonomi mereka. Perkiraan biaya untuk anak muda saja hampir mencapai AUD $1 juta sepanjang hidupnya (Lamb & Huo, 2017).
 
Sekolah-sekolah di Queensland memiliki tingkat retensi tertinggi di Australia untuk Kelas 12 – misalnya, pada tahun 2019 tingkat retensi semua siswa penuh waktu untuk Kelas 10-12 (semua sekolah) adalah 88,1 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tingkat retensi nasional yaitu 82 persen (Komisi Produktivitas, 2021).
 
Namun, ada banyak anak muda yang putus sekolah dan tidak melakukan transisi untuk melanjutkan studi mereka atau bekerja ketika mereka berhenti sekolah – 36,5 persen menurut data terbaru (Departemen Pendidikan Queensland, 2020).
 
Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melakukan serangkaian inisiatif untuk mendukung siswa agar tetap bersekolah, menghubungkan mereka kembali jika mereka putus sekolah, dan mendukung mereka yang mempunyai tekat kuat untuk lanjut belajar atau bekerja.
 
Evaluasi FlexiSpaces melahirkan tren positif
 
FlexiSpaces merupakan salah satu inisiatif terbaru yang sangat menjanjikan. Evaluasi independen tentang inisiatif ini mengidentifikasi tren positif yang menyediakan gambaran penting untuk semua yurisdiksi Australia.
 
FlexiSpaces adalah ruang belajar fleksibel di sekolah dan dianggap sebagai lingkungan belajar yang dirancang untuk mendukung anak-anak yang kurang terlibat di sekolah atau yang sering memiliki masalah pribadi.
 
FlexiSpaces dapat membangun keterlibatan siswa di sekolah dan menggabungkan prinsip-prinsip berbasis bukti yang memenuhi kebutuhan belajar siswa yang tidak terlibat.
 
Ada 32 FlexiSpaces yang telah diterapkan di Queensland dari 52 FlexiSpaces yang diproyeksikan akan diterapkan hingga tahun 2022 mendatang.
 
Saat banyak sekolah menawarkan pembelajaran alternatif di luar sekolah, FlexiSpaces menawarkan ruang fisik di dalam lingkungan sekolah untuk memberi siswa, keluarga, dan sekolah dukungan untuk terhubung kembali dalam lingkungan sekolah.
 
Inisiatif ini simpel serta membuat para siswa betah dan nyaman di sekolah.
 
Siswa juga tetap bisa fokus dengan kegiatan-kegiatan mereka yang lain jika memungkinkan, dan tentunya kembali fokus ke pendidikan awal mereka yang sempat terganggu.
 
Manfaat inisiatif fleksibel di sekolah seperti FlexiSpaces dibandingkan dengan program-program lain di luar sekolah adalah FlexiSpaces memungkinkan siswa untuk: (1) Tetap bersosialisasi dengan teman sebayanya dan kelompok pertemanan mereka; (2) Menjaga rutinitas agar tetap teratur; (3) Membuat siswa betah karena menjadi bagian dari komunitas sekolah mereka; (4) Melanjutkan pendidikan mereka tanpa gangguan.
 
Membuat siswa mengikuti program yang ada di luar sekolah dapat menimbulkan anggapan bahwa siswa bukan bagian dari komunitas sekolah mereka serta beresiko mengganggu pendidikan mereka dan memutuskan kegiatan sosialisasi dan koneksi mereka.
 
Hal tersebut juga dapat membatasi pendidikan yang dapat mereka akses, di mana seperti yang kita ketahui aturan pembelajaran di luar sekolah seringkali sedikit dan terbatas.
 
Walaupun pengelola FlexiSpaces merancang FlexiSpaces mereka berdasarkan pedoman operasional yang mencakup detail persyaratan minimum dan menyiapkan proses untuk mengidentifikasi siswa yang tidak terlibat atau berisiko putus sekolah, FlexiSpaces yang ada di setiap sekolah pada dasarnya berbeda satu sama lain.
 
Setiap FlexiSpaces dirancang oleh sekolah yang bekerja sama dengan komunitas sekolah. Siswa FlexiSpaces dapat berasal dari kalangan siswa SMP tahun pertama hingga tahun senior.
 
Siswa mungkin mengalami satu atau beberapa hambatan selama belajar, termasuk di antaranya terganggu oleh keluarganya selama belajar, masalah kesehatan, masalah kesehatan mental dan masalah sosial, emosional atau perilaku lainnya. Beberapa siswa memerlukan intervensi dini, sementara siswa lain mungkin memerlukan dukungan yang lebih intensif.
 
Perlu diingat bahwa dengan adanya FlexiSpaces dapat menunjukkan bahwa setiap siswa berharga, dan sekolah akan melakukan apapun untuk mendukung siswa mereka agar tetap bertahan dan berhasil di sekolah.
 
Pendekatan-pendekatan yang dilakukan dapat berbeda-beda di setiap sekolah, namun lingkungan FlexiSpaces juga umumnya diakses oleh kelas dan kelompok siswa lain di seluruh sekolah.
 
Beberapa sekolah juga menggunakan ruang untuk model co-teaching; ini memungkinkan siswa lain untuk menjadi contoh teladan terhadap siswa lain yang ada di FlexiSpaces, sambil juga bertukar ilmu tentang praktik pedagogi dengan tim pengajar.
 
FlexiSpaces memiliki metode berkualitas tinggi dan diantisipasi untuk dapat memberikan: (1) Pengajaran berkualitas tinggi dan terarah yang berfokus untuk menghubungkan kembali siswa dan meningkatkan perfoma mereka; (2) Akses ke Kurikulum Australia yang sama dengan rekan-rekan mereka. (Alternatif lain yang diberikan oleh sekolah adalah memberikan siswa akses ke kursus VET, atau program berhitung dan literasi di luar Kurikulum Australia. FlexiSpaces adalah penawaran kurikulum berkualitas tinggi yang fokusnya lebih memberikan bermacam jenis kurikulum yang beragam untuk memenuhi kebutuhan siswa daripada menyediakan pilihan kurikulum yang terkesan ‘dipermudah’); (3) Lingkungan binaan berkualitas tinggi yang menggalakkan pesan nilai dan memfasilitasi kesempatan belajar yang fleksibel; (4) Metode multi-disiplin yang bekerja sama dengan lembaga lain seperti Keselamatan Anak (Child Safety), Keadilan Pemuda (Youth Justice), dan Komunitas Lain (jika diperlukan); (5) Memperkuat kemampuan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan fleksibel yang dapat memenuhi kebutuhan semua siswa mereka; (6) Aktif terlibat dengan orang tua sebagai mitra penting; (7) Meningkatkan peranan siswa dalam kegiatan belajar mereka dan tanggapan terhadap kebutuhan siswa.
 
Serangkaian video diskusi seputar manfaat, penerapan, dan praktik FlexiSpaces yang menampilkan pengelola FlexiSpaces dari sekolah yang dijadikan contoh penerapan FlexiSpaces sudah tersedia di QELI TV.
 
Bukti awal efektivitas FlexiSpaces
 
Departemen Pendidikan Queensland melakukan evaluasi independen terhadap dua perintis FlexiSpaces pertama selama 2018-2019, dan evaluasi lebih lanjut terhadap 4 sekolah tahap berikutnya selama 2020. Ini membuktikan bahwa FlexiSpaces telah efektif sejak itu.
 
Evaluasi independen yang dilakukan menunjukkan bahwa FlexiSpaces membantu sekolah untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan terhadap performa para siswa. Misalnya, dalam satu kelompok tahun 2020: 73 persen siswa dapat meningkatkan atau mempertahankan hasil akademik mereka dalam bahasa Inggris (45 persen meningkat); 83 persen dalam Matematika (75 persen meningkat); dan 73 persen dalam bidang Sains (45 persen meningkat).
 
FlexiSpaces juga merupakan sarana yang ampuh untuk mengubah persepsi siswa tentang diri mereka sendiri sebagai pelajar. Misalnya, satu kelompok siswa 100 persen setuju dengan pernyataan berikut: ‘Saya pikir saya akan lulus dari sekolah menengah atas’ (naik dari 66,7 persen sebelum FlexiSpace); ‘Saya pikir sekolah penting untuk mencapai tujuan masa depan saya’ (naik dari 88,9 persen); ‘guru saya memotivasi saya untuk belajar’ (naik dari 88,9 persen).
 
Ada dampak positif pada perilaku siswa: 80 persen siswa dapat meningkatkan atau mempertahankan penilaian perilaku mereka di kelas bahasa Inggris; 85,7 persen di Matematika; dan 84 persen di bidang Sains.
 
Kehadiran siswa secara keseluruhan meningkat atau tetap relatif stabil dan sebagian besar staf dan orang tua yang disurvei mendukung adanya FlexiSpaces.
 
Perlu diketahui bahwa karena sampel yang tersedia hanya sedikit (114), dan adanya perbedaan kebutuhan dan ‘titik awal’ satu sama lain, perlu dilakukan tinjauan data yang berkelanjutan untuk mengidentifikasi pola dan dampak lebih lanjut pada perfoma siswa.
 
Bertukar pikiran untuk menyukseskan FlexiSpaces
 
Pengelola FlexiSpace mengevaluasi faktor keberhasilan di sekolah mereka dan membagikan temuan mereka dengan yang lain. Tindakan ini akan memberikan informasi penting tentang apa yang dapat dilakukan di seluruh Queensland untuk meningkatkan perfoma para siswa.
 
Meskipun setiap ruang dirancang untuk tujuan tertentu, ada beberapa faktor keberhasilan khusus yang telah diidentifikasi. Pendekatan ini bukanlah hal baru, dan berdasarkan penelitian, faktor-faktor ini dapat meningkatkan performa para siswa.
 
Berikut 6 faktor keberhasilannya:
 
Kepemimpinan pengelola FlexiSpaces sangat penting (pertama)
 
Penelitiannya jelas: kepemimpinan pengelola merupakan pusat keberhasilan sekolah dalam mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan semua siswa.
 
Kepala sekolah yang efektif berkomitmen untuk senantiasa mendorong setiap siswanya agar bisa belajar dengan lancar dan memaksimalkan potensi mereka.
 
Komitmen tersebut mendorong dan membantu tercapainya tujuan tersebut (Masters, 2018).
 
Begitu juga FlexiSpaces, para pengelola FlexiSpaces menganggap bahwa dalam membangun dan memimpin FlexiSpaces butuh tujuan moral yang mendalam.
 
Selain itu, keberanian dan ketelitian juga tidak kalah pentingnya.
 
Keberanian diperlukan untuk menciptakan inisiatif-inisiatif baru dalam menanggapi siswa yang kurang berkembang, sedangkan ketelitian diperlukan untuk melakukan analisis data yang terampil, dan kemudian menargetkan strategi yang dianggap tepat.
 
Kolaborasi antara pengelola FlexiSpaces dengan pengelola FlexiSpaces lain sangat menguntungkan (kedua)
 
Pengelola FlexiSpaces terhubung dengan pemimpin FlexiSpace lainnya.
 
Mereka saling merefleksikan dan bertukar pikiran secara teratur di seluruh Queensland melalui pertemuan tatap muka dan virtual.
 
Selain itu, banyak di antaranya melakukan kunjungan ke FlexiSpaces di sekolah lain untuk mengamati praktik yang dapat memperkuat kemampuan dan memberikan hasil yang lebih baik bagi siswa mereka yang saat ini kurang berkembang di sekolah.
 
Pengelola FlexiSpaces juga memiliki macam-macam kolaborasi di lingkungan sekolah mereka seperti strategi shadowing (mengulang), tim pengajar dan perencanaan untuk membangun keterampilan di FlexiSpaces dan di seluruh sekolah.
 
Lingkungan berkualitas yang memberikan pengaruh positif (ketiga)
 
Pengelola FlexiSpaces mendapatkan bantuan sebesar AUD $200.000 untuk merenovasi ruangan di sekolah mereka.
 
Evaluasi dan laporan dari sekolah menunjukkan dampak dari estetika lingkungan yang diperbaharui ini.
 
Lingkungan binaan ini memberikan isyarat kepada siswa bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas sekolah.
 
Pencahayaan, ruangan, perabotan berkualitas tinggi, konfigurasi fleksibel, akses ke area luar ruangan, dan ruangan untuk bersosialisasi membuat siswa merasa betah dan nyaman (Osbourne, 2016).
 
FlexiSpaces menunjukkan investasi yang relatif sederhana dapat bermanfaat bagi lingkungan belajar.
 
Inisiatif yang diyakini menghasilkan banyak manfaat (keempat)
 
Peneliti pendidikan sering berbicara tentang ‘tirani harapan rendah’.
 
FlexiSpaces muncul dengan harapan besar dari para pengelolanya, di mana dibuktikan melalui jadwal penuh dan tersedianya berbagai macam kurikulum untuk semua siswa.
 
Pedagogi itu menarik dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa serta bertujuan untuk mengembangkan siswa ke tingkat berikutnya.
 
Sekolah-sekolah ini percaya bahwa peran orang tua penting, dan berusaha keras untuk berkolaborasi secara positif dengan orang tua – bahkan orang tua yang sebelumnya sulit untuk terlibat.
 
FlexiSpaces merupakan salah satu strategi pembelajaran di sekolah (kelima)
 
FlexiSpaces bukanlah solusi ajaib, namun merupakan salah satu dari berbagai pendekatan yang diambil oleh sekolah untuk memantau kesejahteraan serta keterlibatan setiap siswa dan memenuhi kebutuhan siswa.
 
Inklusi adalah poin terpenting dari inisiatif ini (keenam)
 
Jenis tanggapan lain dari inisiatif ini berupa anggapan bahwa inisiatif ini memungkinkan siswa untuk terpisah dari golongannya karena siswa ditugaskan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, atau jika mereka menunjukkan perilaku tertentu.
 
Penelitian menunjukkan bahwa segregasi semacam ini mengakibatkan marginalisasi dan kerugian majemuk (OECD, 2012 & 2019).
 
Hal tersebut bukanlah tujuan FlexiSpaces.
 
Siswa yang mengakses FlexiSpaces terus mempertahankan keterlibatan mereka dengan komunitas sekolah lainnya.
 
Hal ini dicapai melalui pemeliharaan rutinitas dan penyediaan akses ke berbagai acara sekolah.
 
FlexiSpaces terletak di pusat sekolah, yang mana kelompok siswa lain juga bisa mengakses FlexiSpaces untuk belajar.
 
Hal tersebut memberikan harapan dan pemahaman di seluruh komunitas sekolah bahwa FlexiSpaces adalah tempat untuk belajar, sama seperti ruang kelas lainnya.
 
Mengumpulkan informasi-informasi terkait inisiatif ini untuk penerapannya nanti
 
FlexiSpaces adalah ruang belajar menyenangkan yang diharapkan dapat mendukung siswa yang mungkin tidak terlalu berkembang di sekolah. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh inquiry mindset, yaitu praktik berbasis bukti.
 
Pengelola FlexiSpaces dan timnya akan terus memantau dan meninjau pendekatan-pendekatan tersebut, sedangkan Departemen Pendidikan Queensland mengumpulkan informasi-informasi terkait pendekatan ini.
 
Pendekatan berbasis bukti ini memberikan informasi penting terkait praktiknya di masa depan dan mendorong peningkatan perfoma sekolah di seluruh Queensland atau di dalam yurisdiksi Australia lainnya. (Bagus Priambodo/Sumber: Jelita (Jendela Literasi Kita)/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: