Fasnas TPMPD 34 Provinsi Digembleng di Surabaya

Redaksi 07 Agustus 2019

Kota Surabaya menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyegaran Fasilitator Nasional Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) 2019.

Diikuti oleh 136 peserta dari 34 provinsi, bimtek itu digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Hotel Novotel, Surabaya, mulai 30 Juli 2019 hingga 2 Agustus 2019.

Masing-masing provinsi mengirimkan 2 orang fasilitator nasional TPMPD, seorang kepala seksi PMS (Pemetaan Mutu dan Supervisi), dan seorang Widyaiswara.

Bimtek tersebut digelar utamanya untuk meningkatkan kompetensi para fasilitator nasional TPMPD.

Kompetensi yang dimaksud meliputi pemahaman terhadap tugas dan fungsi TPMPD, kemampuan mengakselerasi pemahaman TPMPD tentang sistem penjaminan mutu dan pemanfaatan peta mutu wilayah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah, serta kemampuan untuk membantu Pemda dalam menyusun strategi penerapan penjaminan mutu pendidikan (PMP) di daerah masing-masing.

Selain itu, kompetensi yang tak kalah penting adalah kemampuan TPMPD dalam membantu pemda mengawal pelaksanaan pemetaan mutu, menyusun strategi peningkatan mutu, pendampingan sekolah, mengembangkan inovasi peningkatan mutu, serta membangun jejaring

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Sesditjen Dikdasmen) Kemendikbud, Dr Sutanto, SH,MH, mengatakan bahwa bimtek ini sangat penting karena pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki harapan agar kualitas pendidikan di seluruh Indonesia selalu meningkat setiap tahun.

Karena itu, dia mengingatkan kepada para peserta bimtek agar mengikuti secara serius Bimtek tersebut sehingga mampu mengimbaskan kepada TPMPD di daerah masing-masing.

“Setelah ada pembekalan ini, harus diimbaskan ke teman-teman di TPMPD, termasuk kepala sekolah dan pengawas, sehingga peta mutu kita berkualitas baik,” ujar Sutanto.

Dia menjelaskan, peta mutu adalah salah satu dari empat indikator yang dipakai dalam indeks mutu. Terkini, peta mutu tersebut sudah dipercaya dan digunakan oleh berbagai pihak, sehingga kualitasnya harus terus menerus ditingkatkan.

Dia pun menyayangkan apabila ada sekolah yang kurang obyektif dalam menyampaikan hasil evaluasi diri sekolah. Sebab, bila itu terjadi, tindak lanjut yang dibuat oleh Dinas Pendidikan maupun Kementerian Pendidikan, bisa tidak tepat sasaran.

“Bila peta mutu kita berkualitas baik, maka rekomendasi yang dikeluarkan akan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Sehingga harapan agar kualitas sekolah dan standar nasional pendidikan meningkat setiap tahun itu dapat terwujud. Itulah tujuan dari penjaminan mutu pendidikan,” urainya.

“Sehingga peran bapak ibu, terutama peran LPMP, sangat tinggi untuk bisa mempengaruhi, memberikan pendampingan ke sekolah-sekolah agar menginput data sebaik dan seobyektif mungkin,” tambahnya. (Bagus Priambodo)

Tags: