Dunia Pendidikan Jatim Berduka

Redaksi 06 November 2019

Pasuruan - Dunia pendidikan di Jawa Timur berduka. Selasa, 5 November 2019, atap SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Akibat tragedi ini, seorang siswa dan seorang guru wafat. Sementara, belasan pelajar lainnya mengalami luka-luka.  

Tragedi ambruknya atap SDN Gentong di Kota Pasuruan ini mendapat perhatian dari banyak kalangan pendidikan. Bahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim, menyatakan belasungkawanya melalui papan karangan dukacita yang dikirim ke rumah duka para korban jiwa.

Karangan dukacita itu dikirim selepas Maghrib ke rumah duka Irza Almira Ramadhani, siswi yang menjadi korban jiwa dalam tragedi tersebut.

Papan karangan dukacita dari Mendikbud juga dikirim ke rumah duka Savina Arsi Wijaya, guru yang juga meninggal dalam insiden itu.

Savina Arsi Wijaya masih tercatat sebagai mahasiswa semester 1 di jurusan S1 PGSD Universitas Terbuka kota Malang. Saat meninggal, Savina masih berusia 18 tahun.

Tak hanya mengirimkan karangan dukacita, informasinya, Mendikbud Nadiem Makarim juga mengadendakan untuk berkunjung ke rumah duka para korban serta meninjau sekolah yang terletak di Jl Kyai Sepuh, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan tersebut.

Selain dari Mendikbud Nadiem Makarim, belasungkawa juga datang dari perwakilan Unicef serta dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Bahkan, mantan Menteri Sosial tersebut langsung mendatangi lokasi di hari yang sama setelah kejadian.

Di sana, Gubernur yang didampingi sejumlah pejabat Pemprov Jatim dan Pemkot Pasuruan, melayat korban meninggal serta menengok kondisi para murid yang mengalami luka-luka.

"Kita berduka. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Hari ini kita semua berduka kehilangan ananda Almira dan juga ibu guru. Saya tadi juga sudah takziah ke rumah ibu guru. Saya juga sudah nengok yang ada di rumah sakit," kata Gubernur Khofifah seperti dikutip dari detik.com.

Gubernur juga mengatakan, pihaknya memastikan bahwa semua pelajar yang menjadi korban, akan mendapat pendampingan psikologis agar tak trauma.

"Teman-teman dari psikososial, tadi saya juga minta koordinasi dengan tim psikososial yang ada di rumah sakit barangkali ada yang harus di-konseling. Saya juga sudah bicara dengan kepala sekolah, saya minta ada trauma healing," sambungnya.

Sementara itu, pasca insiden tragis tersebut, untuk sementara kegiatan mengajar dan belajar di SDN Gentong Kota Pasuruan diliburkan sementara. Hal itu dilakukan mengingat polisi juga perlu untuk melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menemukan apakah ada unsur kelalaian ataupun tindak pidana dalam prahara ini. (Bagus Priambodo)

Tags: