Dua Tim Blitar Raya Melenggang ke Semifinal

Redaksi 23 Agustus 2019

Dua tim Blitar Raya berhasil menembus babak semifinal turnamen Gala Siswa Indonesia (GSI) 2019 tingkat provinsi Jatim.

Dua tim itu adalah tim dari Kabupaten Blitar dan tim dari Kota Blitar.

Kota Blitar  tembus ke semifinal setelah mengalahkan Lamongan dengan skor 5-8. Sedangkan kabupaten Blitar  tembus ke semifinal setelah mengalahkan Kabupaten Probolinggo dengan skor tipis 0-1.

Di babak semifinal, dua tim itu tidak akan saling berhadapan. Di laga perebutan tiket final ini, Kota Blitar akan bertemu dengan tim dari Kabupaten Gresik yang di laga sebelumnya mengalahkan tim Kabupaten Kediri dengan skor 3-0.

Sedangkan Kabupaten Blitar akan berebut tiket ke final dengan Kabupaten Malang yang di laga perempat final mengalahkan tim kota Surabaya dengan skor 1-0.

Babak semifinal itu rencananya akan dihelat pada 24 Agustus 2019.

Salah satu dari empat tim yang melaju ke babak semifinal ini nantinya akan menjadi wakil Jawa Timur dalam GSI tingkat nasional pada 7 Oktober hingga 20 Oktober 2019 mendatang.

Sama halnya seperti di Jawa Timur, GSI 2019 tingkat nasional juga dibagi menjadi delapan grup.

Di tingkat nasional, berdasarkan drawing yang telah dilakukan di Jakarta, tim yang mewakili Jawa Timur akan bergabung di grup A. Selain Jawa Timur, penghuni grup A ini adalah provinsi Bali, Sulawesi Utara, serta Kepulauan Riau.

Seperti diberitakan sebelumnya, GSI adalah sebuah ajang turnamen sepakbola yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan melibatkan LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) di tiap provinsi bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Ajang ini dimaksudkan untuk mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter (PPK) siswa melalui olahraga.

Di perhelatan GSI tingkat nasional di tahun sebelumnya, Jawa Timur berhasil menyabet gelar juara nasional.

Eka Ananda Arif Budi, ketua panitia GSI Tingkat Provinsi Jatim mengatakan, GSI digelar sesuai dengan instruksi presiden nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional sekaligus untuk mengembangkan karakter siswa.

“Ajang ini sederhana tapi spektakuler. Diharapkan bisa menjadi wadah bagi para siswa untuk mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter atau P3K,” sambungnya.

GSI tingkat provinsi Jawa Timur sendiri diikuti oleh 24 tim dari kota dan kabupaten. Tim-tim tersebut dibagi dalam delapan grup, yakni grup A hingga grup H. Mereka akan bertanding dengan menggunakan sistem campuran antara setengah kompetisi dan sistem kicked out.

“Kalau tidak dibuat seperti itu, dua minggu saya rasa tidak akan cukup waktunya,” pungkas Eka.

Sementara itu, seperti dikutip dari ngopibareng.id, Wakil I Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga dan Bidang Pembinaan Organisasi KONI, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, mengapresiasi penyelenggaraan GSI.

“KONI menyambut baik prakasa Kemendikbud menjadikan sepak bola sebagai ikon kemendikbud dalam pembinaan atlet Indonesia,” kata mantan Pangdam V Brawijaya tersebut.

Ia berharap Kemendikbud dapat melebarkan sayap ke cabang olahraga lainnya, seperti atletik dan renang.

“Kami sangat berharap program kaderisasi atlet dapat melebar ke cabang lainnya khususnya atletik dan renang. Sukses terus penyelenggaraan gala siswa Indonesia,” tuturnya. (Bagus Priambodo)

Tags: