Dorong Guru Sekolah Model Lebih Mandiri Berevaluasi

Redaksi 06 Agustus 2019

“Guru yang luar biasa adalah guru yang mampu menciptakan sesuatu yang belum dipikirkan orang lain”.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Dr. Bambang Agus Susetyo, M.M., M.Pd, saat memotivasi ratusan kepala sekolah dan guru sekolah model yang menjadi peserta kegiatan evaluasi sekolah binaan dan sekolah model SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) angkatan ketiga.

Kegiatan tersebut digelar selama 3 hari, yakni pada 2 Agustus 2019 hingga 4 Agustus 2019 di LPMP Jatim, Jl. Ketintang Wiyata No. 15, Surabaya.

Dia mengingatkan, para guru yang berasal dari sekolah binaan dan sekolah model SPMI tak hanya bertanggung jawab untuk menjadikan sekolah binaan dan sekolah model menjadi luar biasa, tetapi juga bertanggung jawab menjadikan sekolah imbas tumbuh secara luar biasa.

Untuk mewujudkan itu, para guru harus kreatif dan mandiri. Selain menciptakan sesuatu yang belum dipikirkan orang lain, mereka juga harus bisa memetakan ide serta membuat evaluasi sendiri.

“Ketika ada sesuatu yang dikerjakan gagal, buatlah evaluasi sendiri. Boleh dan sah-sah saja. Jangan hanya menunggu monevnya disiapkan dari LPMP,” kata Bambang.

Kemandirian itu juga diwujudkan dengan kemauan para guru untuk mencari informasi-informasi dari luar yang bisa digunakan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap kurang dalam program dan inovasinya.

“Jadi kalau sudah diberi keleluasaan, ya silakan cari pembanding, cari informasi, sampai pada waktunya program itu sudah pas dilakukan dan mungkin kalau ditawarkan ke yang lain, daya dorongnya luar biasa. Jadi jangan menunggu saja program Bimtek dan workshop dari pemerintah saja,” lanjutnya.

Dengan semua modal itu, diharapkan nantinya ketika sekolah-sekolah binaan menjadi target monitoring dan evaluasi dari Badan Akreditasi maupun LPMP, hasilnya pun akan maksimal serta memenuhi indikator-indikator mutu.  

“Dalam penjaminan mutu, sekolah yang baik adalah sekolah yang bermutu, yang indikator mutunya bagus. Ada dua alat potret. Pertama dari Badan Akreditasi,kedua dari LPMP karena LPMP punya satgas penjaminan mutu. Saya yakin, sekolah-sekolah binaan akan menjadi luar biasa saat dimonev oleh siapapun, hasilnya akan bisa bagus,” pungkasnya. (Bagus Priambodo)

Tags: