Dirjen GTK Tinjau Tempat Seleksi

Redaksi 16 September 2021

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Iwan Syahril, pada hari Minggu lalu (12/9/2021) melakukan kunjungan ke beberapa tempat pelaksanaan tes guru ASN PPPK di Surabaya.
 
Didampingi diantaranya oleh Rizqi - Kepala LPMP Provinsi Jawa Timur dan Maryono - Koordinator Fungsi Sistem Informasi LPMP Provinsi Jawa Timur, Iwan melakukan peninjauan mengenai kesiapan beberapa sekolah di kota Pahlawan yang menjadi tempat tes tersebut
 
Beberapa sekolah ini: SMKN 6, SMKN 1 dan SMAN 4. 
 
 
 
 
 
Jaminan kesehatan dan keselamatan masih mejadi penekanan utama Iwan di peninjauan tersebut
 
Apapun persiapan yang telah dilakukan bagi penyelenggaraan seleksi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK), aspek kesehatan dan keselamatan harus diperhatikan dan disiapkan dengan benar oleh pihak pengelola tempat tes.
 
Baca selengkapnya berbagai informasi dari Kemendikbudristek di siaran pers dan berita
 
Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di seluruh penjuru dunia menjadikan kesehatan sebagai fokus utama semua pihak dalam berkegiatan.
 
Sosialisasi penerapan 3M pun wajib untuk terus digiatkan guna menanggulangi dan mencegah terjadinya penularan Covid-19.
 
Rekrutmen yang adil, demokratis dan berkualitas
 
Kemerdekaan dan keberpihakan pada guru honorer bukan lagi isapan jempol
 
Diadakannya tes guru ASN (Aparatur Sipil Negara) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), selain sebagai upaya pemerintah dalam mengatasi kekurangan guru, juga bukti keberpihakan pemerintah terhadap guru honorer
 
Terobosan ini merupakan kesempatan yang adil dan demokratis bagi semua guru honorer untuk bisa menjadi ASN PPPK.
 
Harapannya, status dan kesejahteraan para guru honorer tersebut akan menjadi lebih baik dari sebelumnya, karena bila sudah menjadi guru ASN PPPK, mereka berhak mendapatkan penilaian kinerja, penggajian, tunjangan, pengembangan kompetensi dan penghargaan.

Sebanyak 59 persen atau sekitar 437 ribu guru honorer di sekolah negeri telah berusia di atas 35 tahun sehingga tidak bisa mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
 
Maka dengan adanya tes guru ASN PPPK ini, kualitas rekrutmen guru tetap terjaga.

Para guru honorer tetap harus melalui proses seleksi, bukan berdasarkan rekomendasi. Sehingga tidak ada kompromi untuk kualitas pendidikan bagi anak-anak bangsa.  
 
Dedikasi untuk pendidikan menjadi harapan yang utama bila mana para guru honorer tersebut telah lulus dan diterima sebagai ASN PPPK. 

Keuntungan menjadi Guru PPPK

Ada beberapa perubahan positif yang ingin dicapai melalui rekrutmen guru PPPK.
 
Pertama, perubahan status dari honorer ke ASN PPPK sehingga membawa jaminan kesejahteraan ekonomi bagi guru, yang meliputi gaji dan tunjangan profesi.
 
Kedua, perubahan status akan memungkinkan lebih banyak guru mengikuti program-program peningkatan kompetensi dan sertifikasi.
 
Ketiga, program guru ASN PPPK juga menjadi alternatif rekrutmen bagi guru yang berusia lebih dari 35 tahun dan tidak dapat lagi mengikuti seleksi CPNS.
 
Sebagai upaya untuk menyukseskan seleksi guru profesional menjadi ASN PPPK, ujian seleksi dilakukan sebanyak tiga kali, yakni di bulan Agustus, Oktober, dan Desember. Sehingga pendaftar memiliki tiga kali kesempatan untuk mencoba,

Sejalan dengan semangat Merdeka Belajar, program seleksi guru ASN PPPK tersebut diharapkan benar-benar dapat meningkatkan jaminan kesejahteraan para guru sebagai garda depan pendidikan dan masa depan Indonesia. (Sebagian besar materi dikutip dari www.kemdikbud.go.id/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: