Didorong Terus Berikan Layanan Terbaiknya, BBPMP Jatim Siap Tingkatkan Peran PMO

Redaksi 03 Oktober 2022

Menuju WBBM - Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Sujarno MPd berencana meningkatkan peran tim Program Management Office (PMO) yang selama ini dibentuk untuk memperlancar program sekolah penggerak (PSP).
 
Sujarno berharap, kedepannya PMO tidak hanya menangani masalah-masalah yang ditemukan dalam program sekolah penggerak.
 
Lebih dari itu, dia berharap tim PMO bisa menangani semua hal terkait program-program Kemendikbud yang diamanahkan ke BBPMP Jatim.
 
“Pagi ini jam 09.00 WIB, mohon kehadiran Pak Kabag, masing-masing pokja hadir 2 orang,  tim akademis maupun tim teknis dari perencanaan dan konsultan, di ruang rapat lantai dua.  Kita akan membahas tindak lanjut PMO, formulanya seperti apa,” terang Sujarno saat memberikan pengarahan di apel pagi lembaganya pada Senin (3/10//2022) sembari membangkitkan semangat ke seluruh pegawai BBPPM Jatim dalam menuju Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM)
 
Seperti diketahui, selama ini keberhasilan Program Sekolah Penggerak (PSP) sangat ditentukan oleh PMO di masing-masing level. Ketika PMO tidak berjalan, maka berpotensi pada kegagalan PSP.
 
PMO ini lah yang melakukan standarisasi proses dari program dan mengoordinasikan penggunaan bersama sumber daya, metodologi, peralatan dan teknik. Hal itu akan berlaku di setiap proses mulai dari perencanaan, pemantauan, pengelolaan, pengendalian isu strategis dan resiko-resiko yang timbul hingga pembuatan laporan.
 
Dalam pelaksanaannya, PMO akan dilakukan secara berlevel dan berjenjang, mulai dari paling bawah tingkat sekolah, daerah, UPT hingga level pusat.
 
Selain terkait PMO, Sujarno juga mengingatkan tentang simulasi Asesmen Nasional (AN) yang digelar mulai tanggal 5 hingga 6 Oktober 2022 untuk SD dan program paket A di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
 
Simulasi asesmen nasional ini akan mendapat pendampingan dari tim BBPMP Jatim. 
 
Untuk itu, tim BBPMP Jatim yang menangani kegiatan tersebut memberikan pembekalan terhadap tim yang akan diterjunkan ke 38 kabupaten/kota.
 
Di kesempatan itu, Sujarno juga mengungkapkan kedatangan tim Inspektorat Jenderal Kemendikbud di BBPMP Jatim pada Rabu, (5/10/2022).
 
Tim Itjen Kemendikbud ini akan menindaklanjuti hasil pemantauan kasus kekerasan di SMA dan SMK Selamat Pagi Indonesia, Kota Batu yang sudah disidangkan.
 
“Putusannya cukup jelas sehingga perlu tindak lanjut yang dilakukan oleh berbagai pihak,”katanya.
 
Seperti diketahui, Pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu, Jawa Timur, Julianto Eka Putra (50), divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 300 juta, serta dihukum membayar restitusi pada korban sebesar Rp 44,7 juta. 
 
Dalam kasus ini Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Malang menyatakan Julianto bersalah dengan sengaja membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya secara terus-menerus.
 
Tak hanya tiga hal itu, dalam pengarahannya,  Sujarno juga mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
 
Menurutnya, pelayanan ke masyarakat harus tetap dilakukan, ada atau tidak adanya penilaian  pelayanan publik menuju WBBM.
 
“Jika ada masyarakat datang ke sini, tapi tidak sesuai atau diluar kewenangan  kita untuk memberikan pelayanan, kita harus tetap memberikan jawaban ramah dan solusi. Kalau terkait ini diarahkan kemana, jangan bilang itu bukan tugas saya,”terang Sujarno.
 
Sujarno mencontohkan terkait pengurusan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang kini tak lagi menjadi tanggungjawab BBPMP.
 
“Kalau ada yang datang menanyakan itu, tetap kita layani ramah, kita sampaikan bahwa untuk NUPTK seperti ini,” ujar Sujarno.
 
Terkait penilaian pelayanan Publik menuju WBBM, dijelaskan Sujarno, pada 29 September 2022 sudah dilakukan penilaian di belakang meja (desk evaluation). Tinggal menunggu visitasi di lapangan.
 
“Semangat harus tetap kita lanjutkan,”tegasnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: