Dibantu Fitur Asesmen Murid di PMM, Guru Dimudahkan Mengukur Kompetensi Siswa

Redaksi 16 Agustus 2022

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur mendorong para guru di Jawa Timur untuk memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM).
 
Sebab, sampai saat ini masih cukup banyak guru di Jawa Timur yang belum memanfaatkan salah satu bentuk dukungan Kemendikbud Ristek untuk memaksimalkan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar tersebut.
 
Hingga 10 Agustus 2022, tercatat masih ada sekitar 2 ribu guru yang belum melakukan login ke Platform Merdeka Mengajar.
 
Selain itu, masih ada kota/kabupaten di Jawa Timur yang sama sekali belum pernah mengikuti komunitas belajar. Padahal komunitas belajar itu saat ini sudah mencapai gelombang yang kelima.
 
Untuk mendorong pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar oleh para guru, berbagai upaya dilakukan BBPMP Provinsi Jawa Timur.
 
Salah satunya melalui webinar bertajuk Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka, beberapa waktu lalu (Jumat, 12/8/2022).
 
Ingin tahu lebih dalam tentang pembelajaran berdiferensiasi? Baca Leading and Managing A Differentiated Classroom by Carol Ann Tomlinson and Marcia B. Imbeau dan terjemahannya di sini
 
Simak juga webinar berikut:
 
 
 
Purwanto S.Pd, S.Kom. M.Pd, praktisi pendidikan yang telah cukup berpengalaman dalam hal Platform Merdeka Mengajar, menjadi salah satu narasumber dalam webinar tersebut.
 
Dia menyebut, Platform Merdeka Mengajar adalah platform yang luar biasa, dari segi fitur, konten, maupun dari segi user friendly-nya.
 
"Tapi sebagus apapun platform ini, itu semata-mata hanyalah tool atau alat. Ending dari semua kebagusan itu sebenarnya nanti ada di ruang-ruang kelas yang diampu oleh para guru," katanya mengawali materi yang dia bawakan.
 
"Idealnya, tool ini kita gunakan sebaik-baiknya untuk mengais ilmu, mencari referensi, dan endingnya diinternalisasi dalam diri masing-masing. Finalnya ilmu itu diterapkan di ruang-ruang kelas. Endingnya untuk anak didik," imbuhnya.
 
Di Platform Merdeka Mengajar, Purwanto menuturkan, terdapat banyak fitur yang penting untuk guru. Salah satunya adalah fitur asesmen murid.
 
Fitur asesmen itu dimunculkan dengan tujuan untuk mendiagnosa kemampuan siswa sehingga dapat menentukan perangkat ajar yang tepat atau sesuai.
 
Di dalam fitur asesmen murid tersebut, setelah guru berhasil melakukan login, guru diminta untuk memilih fase atau tingkat kelas yang diampu, lalu dilanjutkan dengan pilihan mata pelajaran. Di sini para guru disodori pilihan mata pelajaran numerasi dan mata pelajaran literasi.
 
"Kenapa literasi dan numerasi? Karena literasi dan numerasi ini jadi 2 item utama ketika kita mengukur tingkat kompetensi siswa. Ini kemampuan dasar," kata dia.
 
Purwanto melanjutkan, sebenarnya dengan adanya fitur asesmen murid di dalam Platform Merdeka Mengajar, guru cukup dimudahkan untuk memberikan penilaian terhadap siswa.
 
Sebab, sebagian penilaian, yakni penilaian terhadap jawaban siswa dalam pertanyaan pilihan ganda, penilaian akan dilangsungkan secara otomatis oleh sistem.
 
Sedangkan penilaian terhadap jawaban siswa untuk pertanyaan-pertanyaan yang bersifat uraian, guru juga dibantu dengan adanya kunci jawaban  yang dapat memandu guru dalam menentukan apakah jawaban siswa sudah tepat atau belum.
 
Setelah muncul nilai siswa, sistem juga akan membantu menyimpulkan kelemahan-kelemahan apa yang masih dimiliki oleh siswa, serta kompetensi-kompetensi apa yang sudah dikuasai oleh siswa tersebut.
 
"Jadi, saya mendorong, dengan menggunakan platform merdeka mengajar ini, silahkan memanfaatkan asesmen online karena guru akan sangat terbantu," kata dia. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: