Deretan Inovasi Agen Perubahan

Redaksi 09 September 2021

Menuju WBBM - Perubahan yang terus menerus adalah kebutuhan setiap organisasi untuk menjawab tantangan zaman yang dinamis. Apabila sebuah organisasi alergi terhadap perubahan, maka tinggal menunggu waktu saja organisasi tersebut bakal digilas zaman.
 
Namun perubahan bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba. Di balik setiap perubahan, dibutuhkan aktor-aktor. Mereka inilah para agen-agen perubahan.
 
 
 
Kesadaran untuk mendorong lahirnya agen-agen perubahan ini juga ada di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Timur utamanya di era kepemimpinan Dr. Rizqi sebagai Kepala LPMP Provinsi Jawa Timur sekarang.
 
Para agen perubahan inilah yang terus menerus berinovasi untuk mewujudkan mutu pendidikan di Jawa Timur makin baik dari hari ke hari.
 
Saat ini, di LPMP Provinsi Jawa Timur sudah ada sederet nama yang layak diberi predikat agen perubahan karena terobosan-terobosan yang mereka buat.
 
Di antaranya adalah Rustamhari, S.Sos., M.M. Dari tahun ke tahun, sejumlah langkah positif telah dia buat. Yang cukup penting adalah mendorong perubahan dari budaya kerja manual menuju budaya kerja digital dengan pemanfaatan aplikasi SINDE secara optimal.
 
Di tahun sebelumnya, tepatnya pada 2019 dan 2020, Rustamhari juga menjadi penggagas budaya sharing knowledge yang merupakan aktivitas berbagi pengetahuan dan pengalaman antar pegawai sehingga para pegawai LPMP Provinsi Jawa Timur memiliki pemahaman yang sama atas setiap rincian dan pelaksanaan tugas.
 
Selain Rustamhari, sosok lain yang layak disebut sebagai Agen Perubahan adalah Dr. Amiruddin, S.Pd.,M.T. Pada 2019, dia menggagas siklus PIERS (Perencanaan, Implementasi, Evaluasi, Refleksi, dan Strategi Baru) dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ZI WBBM.
 
Dari inovasinya tersebut, akhirnya sharing knowledge menjadi budaya kerja di LPMP Provinsi Jawa Timur yang dihayati dengan baik oleh para pegawai. Gagasan itu juga mendorong adanya monitoring serta evaluasi pelaksanan rencana kerja menuju ZI-WBBM tahun 2020 dan rencana kerja reformasi Birokrasi LPMP Provinsi Jawa Timur tahun 2021.
 
Sejak digagas pada 2019, sampai saat ini siklus tersebut masih diimplementasikan.
 
Nama ketiga adalah Riyanto, S.Kom., M.T. Sosok ini di media sosial dikenal dengan nama Cak RYE. Bertepatan dengan masa pandemi Covid-19 yang menuntut pemanfaatan besar-besaran teknologi informasi, dia mampu memfasilitasi kebutuhan tenaga pendidik dan non-pendidik untuk menunjang kegiatan pembelajaran secara daring. Yang dia lakukan adalah membuat berbagai macam tutorial untuk meningkatkan kompetensi PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan pegawai LPMP Provinsi Jawa Timur.
 
Hasilnya, saat ini sudah ada kanal Youtube Tutorial yang jumlah viewernya mencapai 1.288 juta, serta ada 63 judul tutorial yang relevan untuk membantu tugas para pendidik di masa pandemi Covid-19.
 
Kemudian ada pula nama Maryono, S.Sos., M.M yang pada 2019 mendesain aplikasi SILAT (Sistem Informasi Layanan Terpadu) yang membantu para stakeholder untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan secara cepat, tanpa harus mengorbankan waktu, tenaga, serta biaya.
 
Layanan tersebut bahkan telah digunakan lebih dari 9 ribu pengguna per Agustus 2021 dan mencatatkan angka kepuasan pelanggan hingga 93 persen. Sampai saat ini, aplikasi SILAT tersebut terus ditingkatkan agar semakin bisa menjawab kebutuhan para stakeholder.
 
Aplikasi-aplikasi digital tak hanya muncul dari Maryono. Ada pula aplikasi SIPIRANG (Sistem Informasi Persediaan Barang) dan SIRISKA (Sistem Informasi Inventaris BMN Kantor) yang digagas oleh Mochammad Rifa'i, S.Si, kemudian aplikasi DULUR LPMP yang digagas Heru Susanto, S.E. Aplikasi ini adalah aplikasi yang digagas mulai Desember 2020 dan sudah tersedia di PlayStore. Aplikasi ini bermanfaat untuk mengintegrasikan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh pegawai.
 
Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah aplikasi LENTERA ACADEMY yang digagas oleh Rahadia Wiyoshastono, S.Kom. Aplikasi berbasis web ini adalah aplikasi yang di dalamnya terdapat komponen LMS (Learning Management System) yang bertujuan untuk membuat bahan ajar digital untuk model pembelajaran inovatif. Per Agustus 2021, aplikasi ini telah dimanfaatkan oleh 2.457 pengguna.
 
Berikutnya, ada aplikasi SI PAK GURU dari Asaria Windaheri Haan, S.Psi. Aplikasi yang dibangun mulai November 2019 hingga Januari 2020 ini dapat memfasilitasi prosedur pengajuan kenaikan pangkat guru IV/b ke atas secara online.
 
Aplikasi ini memudahkan para guru golongan IV/b ke atas untuk melakukan pengecekan sampai dimanakah posisi berkasnya 
 
Bila dulu posisi berkas usulan kenaikan pangkat mereka teramat sulit untuk dideteksi karena melimpahnya jumlah berkas yang masuk, dengan adanya aplikasi SI PAK GURU, para guru golongan IV/b ke atas dapat mengetahui secara online, apakah berkasnya telah sampai ke alamat tujuan, apakah masih dalam proses penilaian, atau apakah telah selesai dinilai
 
Di bidang komunikasi, ada pula tim pengelola website LPMP Provinsi Jawa Timur yang bersama-sama menggagas Lorong Redaksi (Lored). Inovasi ini merupakan sebuah ruang redaksional dan baca senyap bagi tim pengelola website LPMP Provinsi Jawa Timur. Di Lorong Redaksi ini telah dihasilkan berbagai produk seperti Website Utama Lembaga, Majalah Median, Jurnal Ilmiah Inspirasi, Jelita (Jendela Literasi Kita), serta Podcast MSG (Mikir Sing Genah) untuk Pendidikan.
  
Sampai saat ini, Lorong Redaksi masih terus dan akan terus meningkatkan kualitas produk-produk literasinya, diantaranya dengan memfixkan serta menambahkan berbagai macam fitur, konten, serta rubrik di "Website Utama Lembaga". 
 
Inovasi-inovasi tersebut tak akan berhenti. Seiring dengan tuntutan perkembangan zaman, LPMP Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk mendorong munculnya agen-agen perubahan yang berani melahirkan inovasi-inovasi luar biasa. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Deretan Inovasi Agen Perubahan di LPMP Jawa Timur Demi Mendongkrak Mutu Pendidikan/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Foto Dokumentasi LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: