Daya Tarik Gemes sama Guru di Hardiknas Jatim 2019

Redaksi 24 Mei 2019

Gerakan Menulis Siswa (Gemes) sama Guru dalam acara Hari Pendidikan Nasional 2019 di Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan menarik perhatian sejumlah guru dan siswa. Mereka datang dari berbagai sekolah dan kabupaten/kota seperti Mojokerto, Jombang, Madiun, hingga Situbondo.

Termasuk dalam penyumbang jumlah peserta yang paling banyak adalah Guru dan siswa MAN 2 Mojokerto juga turut mengikuti pelatihan tersebut bersama 50 peserta lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim) yang dimulai pada Minggu (21/4/2019).

Peserta belajar mengenai penulisan praktik yang baik (best practice) bersama Dian Kusuma Dewi, Communication Officer program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). Dian menjelaskan materi bagaimana menulis praktik yang baik, mengeksplor praktik baik di sekolah serta bukti peningkatan kualitas pendidikan di institusi tempat para guru mengajar.

Hasil eksplorasi tersebut dapat diceritakan dalam bentuk tulisan sebab praktik yang baik sebaiknya dibagikan kepada guru di sekolah lain. Sebagian guru yang sudah pernah membaca tulisan praktik yang baik dapat mempraktikkan metode pembelajaran atau program transparansi sekolah tersebut di tempatnya bertugas.

Secara tidak langsung, mereka belajar menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses penjaminan mutu pendidikan. Kualitas pendidikan di negara ini pun dapat meningkat. Maka, berkaitan dengan pola sharing pengalaman itu, Dian juga memperkenalkan kegiatan bernama ‘Salipan ke sekolah’, kependekan (akronim) dari ‘saling liputan ke sekolah’ yang disertai berbagi inspirasi ke internal sekolah lain.

Sesi kedua diisi Kusnohadi, Widyaswara LPMP Jatim dan instruktur manajemen perpustakaan sekolah. Kusno menyampaikan materi mengenai school branding melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Tiap sekolah dapat menciptakan brand di lembaganya masing-masing untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat luas.

Program ini juga didukung Toko Buku Gramedia Tunjungan Plaza Surabaya. Di akhir pelatihan, semua peserta diwajibkan menulis brand yang digali dari potensi sekolahnya masing-masing. Peserta sangat senang dan antusias mengikuti pelatihan sebab mereka yang aktif bertanya diberi hadiah berupa buku.

“Kami merasa senang sebab LPMP Jatim membuka pelatihan penulisan untuk semua kalangan termasuk sekolah di bawah naungan Kementerian Agama,” ujar Lilik Ismawati, guru MAN 2 Mojokerto.

Ditambahkan Lilik, kesempatan ini menjadi awal bagi guru dan siswa MAN 2 Mojokerto untuk membuat karya tulisan. Dia juga berharap pihak sekolahnya dapat dilibatkan lagi dalam program LPMP Jatim selanjutnya. (Bagus Priambodo)

Tags: