Darurat COVID - 19, UN Tahun Ini Resmi Ditiadakan

Redaksi 25 Maret 2020

Presiden Joko Widodo, Selasa siang (24/3/2020) memutuskan meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, dalam rapat kabinet terbatas lewat telekonferensi dari Istana Kepresidenan Jakarta.

Mengutip dari https://www.suarasurabaya.net/, UN ditiadakan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat Madrasah Tsnawiyah (MTs), dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Keputusan itu merupakan salah satu upaya Pemerintah menjaga kesehatan masyarakat khususnya siswa, siswi sekolah dan para pengajar, di tengah mewabahnya Virus Corona (COVID-19).

Masih dari https://www.suarasurabaya.net/, keputusan Presiden Joko Widodo untuk meniadakan pelaksanaan UN di semua tingkatan sangat diapresiasi oleh Ikatan Guru Indonesia. Ini adalah keputusan yang sangat tepat dalam suasana pandemi COVID-19 yang belum jelas kapan akan berakhir.

Menindaklanjuti keputusan Presiden tadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Salah satu isinya ialah pembatalan UN 2020, termasuk Uji Kompetensi Keahlian 2020 bagi Sekolah Menengah Kejuruan.

Surat edaran tersebut juga membahas mengenai proses belajar dari rumah. Kata Mendikbud proses pembelajaran jarak jauh dilaksanakan dengan beberapa ketentuan

Pertama, belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan

Kedua, belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19

Ketiga, aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah

Keempat, bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan baik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

Terkait kelulusan, Mendikbud juga menjelaskan di dalam surat tersebut bahwa kelulusan ditentukan melalui ujian sekolah yang penyelenggaraannya tidak diperkenankan secara tatap muka.

Dan, ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya

Bagi sekolah yang telah melaksanakan ujian sekolah, dapat menggunakan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. sementara bagi sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah berlaku beberapa ketentuan

Pertama, kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan

Kedua, kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) / sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan

Ketiga, kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/sederajat 'ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Unduh Surat Edaran di sini untuk informasi selengkapnya

(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image) 

 

Tags: