Dana Abadi Kebudayaan Capai Rp 5 Triliun

Redaksi 30 Maret 2019

Pemerintah menunjukkan keseriusannya untuk memajukan karya seni dan kebudayaan di negeri Indonesia. Saat ini, pemerintah tengah mengkaji dana abadi kebudayaan yang nanti akan diambilkan dari dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, dana abadi kebudayaan itu sebesar Rp 5 triliun dan mungkin mulai dicairkan tahun ini.

“Jumlahnya sekitar Rp 5 triliun. Bisa jadi jumlahnya bertambah, tetapi secara bertahap,” kata Puan di acara pembukaan Jambore Pandu Sekolah Model Kedua di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim), Rabu (20/3/2019).

Pembahasan dana abadi kebudayaan itu masih berlanjut, terutama mengenai persiapan secara fiskal. Puan meminta perhitungan dilakukan secermat mungkin sebab sumber dana melalui APBN.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan penyelenggaraan pentas seni dan acara kebudayaan selama beberapa tahun ke depan. Antara lain untuk membantu pementasan, latihan tari, musik, atau puisi yang selama ini pendanaannya masih mencari-cari pihak mana yang mau membantu, entah swasta atau negara. Itu pun belum tentu dapat sebab alokasi dana khusus untuk kebudayaan dari negara terbatas.

Padahal, jika kebudayaan diperlakukan sebagai sumber kreativitas bangsa, maka hal baru akan terciptakan. Demikian dikatakan Goenawan Muhamad beberapa waktu lalu seperti dikutip dari situs CNN Indonesia.

Pengelolaan dana ini akan dilakukan oleh lembaga sejenis Badan Layanan Umum yang berdiri di luar struktur organisasi Kemendikbud. Untuk itu, Kemendikbud akan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk mewujudkan hal tersebut.

Diharapkan dana ini dapat membantu kegiatan kebudayaan oleh komunitas seni, terutama di daerah. Alokasi dana khusus kebudayaan yang ada saat ini terbatas untuk pengadaan alat kesenian di sekolah, museum, dan operasional taman budaya. (Bagus Priambodo)

Tags: