Cara Menyambut Pendidikan Pasca Covid-19

Redaksi 25 Juli 2020

Covid-19 telah membawa perubahan besar-besaran dalam kehidupan manusia. Krisis ini juga sekaligus memperlihatkan bahwa kita semua sebagai manusia sungguh lemah. Namun,  di sisi lain pandemi ini juga membuat manusia berusaha mengeluarkan potensi-potensinya agar tetap bisa bertahan hidup.

Di dunia pendidikan, keputusan apapun yang diambil di tengah situasi saat ini akan berdampak secara jangka panjang. Pilihan-pilihan harus dibuat berdasarkan visi humanisme dan prinsip kesetaraan.

Merujuk dari laman Unesco, Komisi Internasional bidang Pendidikan Masa Depan telah menerbitkan sebuah laporan bertajuk Pendidikan di Era Post-Covid: Sembilan Ide untuk Aksi Publik (Education in a post-Covid World: Nine Ideas For Public Action). Laporan ini memaparkan berbagai ide aksi-aksi konkrit yang dapat dilakukan hari ini untuk menjamin kemajuan pendidikan di masa depan.

Sahle-Work Zewde, ketua komisi internasional tersebut mengatakan: "Covid-19 memiliki potensi radikal untuk membentuk ulang dunia kita. Tetapi kita tidak bisa hanya duduk diam dan mengamati apa yang sedang terjadi. Ini adalah saatnya untuk gerakan publik dan akuntabilitas demokrasi. Ini adalah saatnya untuk melakukan aksi publik yang cerdas."

Berikut adalah Sembilan Ide aksi publik yang diterbitkan oleh Komisi Internasional untuk Pendidikan Masa Depan yang dapat kita pelajari dan jadikan inspirasi:

Pertama, mari bersama berkomitmen memperkuat pendidikan sebagai kebaikan bersama. Sebab, pendidikan adalah benteng untuk melawan ketidaksetaraan. Selain itu, sama halnya seperti dalam kesehatan, di dalam pendidikan, kita akan aman apabila semua orang aman. Kita juga akan berkembang ketika semua orang berkembang.

Kedua, mari memperluas definisi hak atas pendidikan sehingga muncul kesadaran terkait pentingnya konektivitas dan akses ke pengetahuan serta informasi.

Ketiga, mari menghargai profesi pendidik dan kolaborasi antarguru. Sebab banyak inovasi yang luar biasa dari para pendidik di tengah krisis Covid-19. Mari kita juga mendukung situasi-situasi yang memberikan kesempatan pada para pendidik untuk fleksibel dan otonom melakukan kolaborasi-kolaborasi yang diperlukan.

Keempat, dukunglah hak-hak dan partisipasi para siswa.

Kelima, mari melindungi ruang-ruang sosial yang disediakan oleh sekolah sebagai bagian dari upaya transformasi pendidikan. Sekolah sebagai bangunan fisik mungkin sangat diperlukan. Namun kita juga harus menyadari bahwa sekolah sebagai sebuah ruang yang terpisah jarak dan waktu, juga harus dilindungi.

Keenam, penting untuk menyediakan sumber-sumber informasi yang dapat diakses secara cuma-cuma (open-sources) oleh guru dan siswa.

Ketujuh, pastikan terwujudnya literasi ilmiah dalam kurikulum pembelajaran. Sebab, di luar sana, banyak informasi-informasi salah yang membanjiri dunia kita.

Kedelapan, mari lindungi sumber-sumber pembiayaan pendidikan baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Tentu saja, pandemi ini memiliki kekuatan untuk merusak berbagai kemajuan yang telah dibuat beberapa dekade silam. Karena itu, selain menyadari perlunya memperkuat kesehatan masyarakat dan layanan sosial, di saat bersamaan pemerintah nasional, organisasi nasional, serta semua mitra pendidikan dan pembangunan harus menyadari perlunya memperkuat perlindungan pendidikan publik dan pembiayaannya.

Kesembilan, mari bersama memajukan solidaritas global untuk mengakhiri ketidaksetaraan yang terjadi saat ini.  Covid-19 telah menunjukkan kepada kita sejauh mana masyarakat kita mengeksploitasi ketidakseimbangan serta bagaimana kekuasaan dan sistem global kita mengeksploitasi ketidaksetaraan. Komisi menyerukan komitmen baru untuk kerja sama internasional dan multilateralisme, bersama dengan solidaritas global yang direvitalisasi, yang memiliki empati dan penghargaan terhadap kemanusiaan. (https://en.unesco.org/news/education-post-covid-world-nine-ideas-public-action/Judul asli catatan: Menyambut Pendidikan Pasca Covid-19: Ini yang Harus Kita Lakukan Segera/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: