Cara Meminimalisir Pemakaian Kuota

24 Desember 2020

Bekti Maryono, Widyaiswara LPMP Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan beberapa cara agar siswa tak menggunakan kuota berlebih saat mengerjakan tugas.
 
Ia menyampaikannya sebagai jawaban dari pertanyaan Sulastri, UPT SMPN 1 Kanigoro, Blitar, dalam kegiatan Bimtek Penyusunan Bahan Ajar Luring Gelombang 2 yang digelar oleh LPMP Provinsi Jawa Timur pada Senin (31/8 lalu).
 
"Pada pembelajaran daring maupun luring, kami diharapkan menggunakan bahan ajar yang menarik, misalnya video," tulis Sulastri.
 
"Tapi, pada kenyataannya siswa merasa bahan ajar video ini akan menyedot kuota yang besar, siswa justru merasa tidak tertarik. Bagaimana mengatasinya? Apa bisa dua atau lebih bentuk bahan ajar yang disampaikan dalam setiap pertemuan?"
 
Bekti pun menjawab bahwa untuk pembelajaran, kuota terbilang murah karena banyak paket-paket internet yang khusus untuk belajar.
 
Selain itu juga ada bantuan kuota dari pemerintah untuk membantu proses belajar mengajar secara daring.
 
Namun, Bekti mengungkapkan ada cara lain yang bisa dilakukan, misalnya kompres video agar ukurannya lebih kecil ketika diunduh.
 
"Kita kompres dulu videonya dengan ukuran lebih kecil, walaupun resikonya kualitas gambar menurun, kemudian dikirim ke grup WA (WhatsApp), jadi tidak langsung dari internet (browser/situs)," jelasnya.
 
"Mungkin kalau dari internet langsung menyedot kuota, karena umumnya yang dari internet itu kualitas videonya tinggi, full HD misalnya, sehingga memakan kuota banyak."
 
Dua atau lebih bahan ajar dalam setiap pertemuan juga boleh, kata Bekti, namun tugas untuk siswa juga diberi batasan.
 
"Boleh saja, tapi ketika memberi tugas diberi batasan, mana tugas yang harus dikerjakan sekarang, mana yang minggu depan, dan sebagainya," ungkapnya.
 
"Jadi ada alat komunikasi pendamping, misalnya grup WA, jadi jelas target batasan minggu ini sampai mana, minggu depannya mana." (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: