Cara Memetakan Kemampuan Numerasi Siswa SD Kelas Awal

Redaksi 20 Desember 2021

Di masa pandemi Covid-19 ini, ada keraguan dari para pendidik terhadap kemampuan para siswanya, salah satunya kemampuan numerasi para siswa SD kelas awal (bawah) 
 
Catatan: bila podcast pada player di atas error atau tidak terputar secara penuh, silahkan mendengarkan melalui Spotify
 
Hal ini dapat dimaklumi, selain bapak/ibu guru tidak bisa mengawal secara langsung para siswanya, orang tua tentu tidak tega melihat anak-anaknya mengalami kesulitan, khususnya dalam  berhitung. yang akhirnya membawa mereka turut membantu putra-putrinya (anak-anaknya) mengerjakan tugas-tugas numerasi dari para guru
 
Belum lagi para orangtua yang sibuk, dan harus lembur sampai larut malam. Biasanya ingin segera menyelesaikan tugas sekolah anak-anaknya, sehingga para orangtua tadi dapat segera kembali fokus ke pekerjaannya yang mungkin harus diselesaikan malam itu juga agar tidak menumpuk dan berlarut-larut
 
 
Banyak sebab, banyak latar belakang, dan semuanya masih atau sangat manusiawi. Namun sebagai pendidik sebaiknya tidak percaya begitu saja (pasrah) ke kemampuan para siswanya. Sudah sepatutnya mereka berupaya dengan berbagai cara positif untuk mengetahui kemampuan para siswanya tadi lebih dalam, utamanya kemampuan siswa-siwa SD kelas bawah mengenai kemampuan berhitung atau numerasinya
 
Seperti yang dilakukan oleh seorang pendidik dari SDN Beji 1 Kota Batu yang mungkin, dan kami yakin juga telah dilakukan oleh para guru yang lain di pelosok negeri ini, yaitu mendeteksi kompetensi siswanya melalui Asesmen Diagnosis
 
Asesmen Diagnosis membuat Kasa Novia Zamora akhirnya mengetahui dan lebih mengenal kemampuan numerasi siswa-siswa kelas awalnya di SDN Beji 1 Kota Batu, mulai dari menghitung angka 1 sampai 10 memakai benda nyata, mengidentifikasi bilangan, membandingkan bilangan dan melakukan penjumlahan kurang dari 10 dan 20
 
Tidak hanya itu, melalui asesmen tersebut, dibantu oleh rekannya dari INOVASI, Kasa juga menemukan siswanya yang kurang mampu dalam pengurangan, memahami nilai tempat, dan soal cerita
 
Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Asesmen Diagnosis adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan siswa (peserta didik), sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Peserta didik yang perkembangan atau hasil belajarnya paling tertinggal berdasarkan hasil Asesmen Diagnosis, dapat diberi pendampingan belajar yang lebih intensif dan afirmatif. (Jelita (Jendela Literasi Kita)/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Belajar Mengajar SDN Beji 1 Kota Batu di masa pandemi)

Tags: