Cara BBPMP Jatim Percepat Pengisian e-Rakortek Kabupaten/Kota Tahun 2022

Redaksi 07 Juni 2022

Kegiatan Fasilitasi dan Pendampingan Penguatan SDM Provinsi Jawa Timur yang digelar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur secara daring pada Kamis (2/6/2022) menjadi sarana percepatan pengisian e-Rakortek Kabupaten/Kota tahun 2022.
 
Dipandu Yudhi Timor Bimo Prakoso, perwakilan Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), para perwakilan Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Jatim mengurai permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
 
Seperti Kabupaten Ponorogo yang belum bisa mengisi e-Rakortek karena terkendala belum adanya Pagu dari Bappeda.  Karena Pagu belum diisi sehingga Dinas Pendidikan tidak bisa melakukan pengisian e-Rakortek.
 
 
Saat itu, Yudhi  langsung meminta tim BBPMP Provinsi Jawa Timur untuk menghubungi perwakilan Bappeda Ponorogo sehingga bisa merespons langsung kendala tersebut.
 
Beda lagi persoalan yang dihadapi Kabupaten Sidoarjo yang ternyata belum bisa masuk dan mengisi e-Rakortek.
 
Perwakilan Bappeda Sidoarjo beralasan belum tahu cara pengisiannya karena saat sosialisasi pertama yang digelar BBPMP Provinsi Jawa Timur di Malang pada 16 Maret 2022 silam, pihaknya tidak hadir.
 
Yudhi pun memandu perwakilan Bappeda untuk bisa login ke rakortek.sipd.go.id.
 
Sementara Kabupaten Lumajang, dari pihak Bappeda sudah membukakan link e-rakortek, namun belum bisa mengisi Pagu untuk dinas pendidikan karena terkendala permasalahan di daerahnya.
 
Yudhi lalu meminta perwakilan Bappeda Lumajang untuk membuat pagu awal untuk kemudian disempurnakan sambil proses berjalan.
 
Hal yang sama juga dialami Kabupaten Mojokerto. Setelah pagu dibuat, Yudhi pun memandu langkah selanjutnya  mulai dari data daerah hingga mengisi berdasarkan surat edaran dari Mendikbudristek.
 
Sementara perwakilan Kabupaten Magetan  mengaku belum berani mengisi e-Rakortek karena  masih menyesuaikan pagu indikator yang saat ini masih rancangan awal.
 
Dinas Pendidikan Magetan yang sudah mengisi secara manual pun dipandu untuk mengisi e-rakortek mulai dari langkah awal.
 
Dijelaskan Yudhi, e-Rakortek ini disusun dalam rangka mencapai target pembangunan nasional.
 
Untuk pengisian e-Rakortek ini, Kemendikbudristek telah mengeluarkan surat nomor 106 tanggal 7 Maret 2022 yang berisikan target-target yang harus dicapai daerah dalam rangka mendukung kinerja pencapaian pendidikan.
 
“Target-target ini tidak serta merta bisa dipenuhi daerah. Kortek inilah media sinkronisasi dan harmonisasi target-target yang dimintakan pusat dan yang bisa dipenuhi oleh daerah,” kata Yudhi.
 
Yudhi lalu menjelaskan rangkaian pelaksanaan Rakortek yang harus dilakukan kabupaten/kota.
 
Pertama tahap persiapan. Di tahap ini Bappeda Kabupaten/Kota menyiapkan akun dengan user name dan password, serta mengisi pagu indikatif berdasarkan pagu ranwal RKPD 2023.
 
Setelah itu masuk tahap pra rakortek, dimana dinas pelaksana mengisi capaian dan target kinerja urusan daerah tingkat kabupaten/kota.
 
Kemudian mengisi dukungan sub kegiatan termasuk target dan pagu sub kegiatan pada ranwal RKPD 2023 untuk pencapaian target kinerja urusan nasional.
 
Lalu, pengisian catatan kabupaten/kota.
 
Setelah hal itu dilakukan, selanjutnya masuk tahap rakortek yakni penyepakatan target kinerja. Rakortek ini dipimpin oleh dinas pendidikan provinsi.
 
Diakui Yudhi,  proses rakortek di Jatim cukup intens karena meliputi 38 kabupaten/kota.
 
“Satu hari dibagi 5 kabupaten/kota sehingga perlu waktu satu minggu lebih, bisa sampai 8 hari untuk pembahasan masing-masing kab/kota,” ujar Yudhi.
 
Proses rakortek ini dihadiri Kemendikbud Ristek pusat yang  diwakili BBPMP, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota serta bappeda kabupaten/kota. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: