Cara BBPMP Jatim Giatkan Implementasi Kurikulum Merdeka di PKBM & SKB

Redaksi 12 September 2022

Lembaga Pendidikan Nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) menjadi agen yang sangat berjasa untuk meningkatkan mutu pendidikan.
 
Hal ini diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur Dr. Rizqi dalam webinar Percepatan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) Bagi PKBM/SKB se-Jawa Timur beberapa waktu lalu (Senin, 5/9/2022).
 
Menyadari peran itu lah, dibutuhkan sebuah cara agar PKBM dan SKB bisa terus meningkatkan mutu pendidikan, termasuk dalam mengimplementasi Kurikulum Merdeka.
 
Terkait Implementasi Kurikulum Merdeka ini, dikatakan Rizqi, saat ini masih ada sekitar 500 satuan (PKBM) yang belum mengakses Platform Merdeka Mengajar (PMM).
 
Selengkapnya tentang webinar ini dapat disimak pada video di bawah ini:
 
 
Simak juga beberapa epidose pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) berikut:
 
 
 
Menurut Rizqi, ketika PKBM dan SKB sudah mendaftaran diri sebagai pelaksana kurikulum merdeka secara mandiri, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan akun Platform Merdeka Mengajar (PMM).
 
Ketika akses ke PMM sudah dilakukan, maka sudah bisa mulai belajar melalui menu belajar mandiri atau pelatihan mandiri. 
 
Setelah itu diharuskan mengikuti evaluasi melalui pretest dan post tes, sehingga bisa dinyatakan lulus topik, 1, 2, 3, dan seterusnya.
 
“Sebenarnya Ini hanya salah satu cara implementasi kurikulum merdeka melalui PMM. Masih banyak cara lain untuk belajar, di antaranya ikut webinar seperti hari ini,” terang Rizqi.
 
Bisa juga belajar dari komunitas belajar yang sudah bisa melaksanakan kurikulum merdeka  secara mandiri maupun sekolah penggerak.
 
Selain itu juga bisa belajar dari narasumber praktik baik atau bisa juga bertanya  melalui nomor telpon yang disediakan di laman Kurikulum Merdeka.
 
“Itu ada nomor telpon yang bisa dihubungi, bapak/ibu bisa bertanya apa saja terkait implementasi kurikulum merdeka,” ujar Rizqi.
 
Cara belajar lainnya adalah melalui mitra pembangunan yang sudah disediakan.
 
Dikatakan Rizqi, belajar melalui PMM ini penting dan menunjukkan ada keseriusan  masing-masing satuan pendidikan.
 
Walaupun ini penting, namun ada yang lebih penting lagi terkait Kurikulum Merdeka, yakni bagaimana filosofinya sudah dilaksanakan setiap hari di satuan pendidikan.
 
Misalnya, sebelum melaksanakan pembelajaran,  sekolah menerapkan tes di awal atau yang dikenal dengan tes diagnostik. Hasilnya nanti akan digunakan sebagai dasar melaksanakan pembelajaran yang terdeferensiasi.
 
Menurut Rizqi, ketika kurikulum merdeka diterapkan, tujuan utama pembelajaran bisa tercapai, di antaranya selalu memperhatikan siswa, siswa dan siswa.
 
“Siswa bagian yang penting sebagai obyek pembelajaran. Lakukan tes di awal pembelajaran, sehingga pembelajaran terdeferensiasi siswa. Dampaknya akan terjadi pembelajaran aman, nyaman, menyenangkan dan bebas dari 3 dosa besar pendidikan yakni kekerasan seksual, perundungan dan intoleransi. Sehingga sekolah inklusif, tidak membeda-bedakan suku, agama RAS,” jelas Rizqi.
 
Selain itu, diharapkan juga terjadi budaya refleksi  yakni belajar, berbagi dan berkarya yang nanti menjadi suatu pemodelan dan ditiru sekolah lainnya.
 
“Ini yang namanya belajar dari komunitas atau komunitas belajar,” terang Rizqi.
 
Tujuan lainnya, terjadinya kompetensi peserta didik sehingga numerasi dan literasi akan meningkat dan penguatan pendidikan karakter akan semakin baik.
 
Jika ini tercapai maka 6 ciri pelajar pancasila akan tercapai, yakni beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
 
Kemudian bernalar kritis, mandiri, kreatif, mampu melaksanakan budaya gotong royong baik bekerjasama, berkolaborasi dan seterusnya.
 
Lalu, berkebhinekaan global yang mampu menguasai budaya di seluruh dunia dan menjadi ketrampilan yang dibutuhkan anak-anak di masa datang. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: