BM3, Tips Sederhana Bagi Para Penulis Pemula

Redaksi 04 Juni 2020

Surabaya - Sudah menjadi hal yang umum, setiap penulis pemula selalu merasa kesulitan untuk memulai menulis. Padahal, seperti pepatah mengatakan, perjalanan mengelilingi dunia selalu diawali dengan satu langkah kecil. Artinya, bila tidak mulai bergerak, maka siapapun tidak akan pernah bisa menghasilkan tulisan ataupun buku.

Hal inilah yang disampaikan oleh Dr.Wahyu Nugroho, SH.,M.M, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Ayo Menulis Buku: Katakan dan Ceritakan Dengan Buku" yang digelar LPMP Jatim secara daring menggunakan aplikasi Zoom, belum lama ini.

Wahyu Nugroho yang telah menelurkan 2 buku dan mulai menulis buku pertamanya di usia 50 tahun, mengawali materinya dengan menyebutkan bahwa dalam menulis, yang paling penting pertama adalah harus ada hasilnya.

“Syarat untuk menulis itu cuma menulis, menulis, dan menulis. Kemudian, kita juga harus bergerak. Apapun yang kita tulis, harus ada wujudnya dulu. Yang penting mulai menulis dulu. Kalau ada kurangnya, nanti diperbaiki kemudian,” ujarnya.

Wahyu lantas membagikan formula BM3 yang dapat diterapkan oleh para pendidik atau guru yang hendak memulai kiprahnya dalam dunia tulis menulis. Dia menyebutkan, BM3 terdiri dari Bertanya, Membaca, Mencoba, dan Mengurangi Kebiasaan yang kurang baik.

Tentang “Bertanya”, Wahyu mengajak setiap guru dan pendidik yang hendak menulis, untuk tak segan dan malu bertanya kepada orang-orang yang sudah lebih dulu membuat buku. Selain itu, dengan bertanya, kita akan menjadi tahu. Sedangkan pengetahuan itu sendiri merupakan modal awal untuk menulis.

“Bila kita mau dan suka bertanya akan membuat kita tahu apapun. Namun bila kita menganggap bertanya itu mahal, maka kita akan tidak tahu, sehingga tidak bisa menulis karena tidak tahu.

Kedua, terkait “Membaca”, Wahyu menyebut bahwa setiap orang yang hendak menulis, mau tidak mau harus rajin membaca dan membuat catatan-catatan kecil dari setiap bacaan tersebut.

“Sebab dengan membaca, pengetahuan akan bertambah. Intinya, penulis yang baik adalah pembaca yang baik,” lanjutnya.  

M yang kedua ialah ‘Mencoba’. Tentang ini, Wahyu menyebutkan bahwa setiap orang yang berikhtiar menjadi penulis, harus mulai mencoba menulis. Dia mengakui, seringkali setiap orang merasa kesulitan menulis karena tak mau mencoba dengan berbagai alasan.

“Padahal, dengan terus menerus mencoba, keterampilan menulis akan bertambah. Memang harus diawali dari membuat kalimat-kalimat, kemudian berkembang menjadi paragraf, lalu halaman, bab, hingga akhirnya menjadi satu buku,” tuturnya.

M yang terakhir adalah mengurangi kebiasaan yang kurang baik. Wahyu mengingatkan kepada para peserta untuk mulai mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang dapat menghambat motivasi menulis itu. Misalnya gampang menyerah, suka menunda, malas meningkatkan kemampuan menulis, cepat puas, bahkan takut dikritik. Itu semua harus dikurangi dan dihapurkan karena dapat menghambat kreativitas dan produktivitas dalam menulis.

“Jangan takut dikritik. Ketika kita sudah menulis, kita harus siap dikritik. Penting sebagai masukan agar karya berikutnya semakin baik. Tentu sebagai pemula, banyak kekurangan. jadi jangan berkecil hati. berterimakasihlah pada orang yang mau mengkritik,” lanjutnya.

Apabila BM3 tesebut diterapkan secara konsisten, Wahyu yakin setiap orang akan mampu menghasilkan buku, bahkan 1 buku dalam setahun.

“Buku pertama saya saja diterbitkan ketik saya sudah umur 50 tahun. Di umur ke-51, terbit buku kedua. Jadi tidak ada kata terlambat untuk mulai menulis,” pungkasnya. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Mengenal BM3, Tips Sederhana Bagi Para Penulis Pemula/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Foto Dokumentasi Kegiatan LPMP Jawa Timur)

Hasil rekaman sharing knowledge (2 versi) Ayo Menulis Buku dapat disimak pada video di bawah ini:

Tags: