Berkolaborasi Implementasikan Kurikulum Merdeka lewat Webinar & Komunitas Belajar

Redaksi 24 Juni 2022

Era digital memungkinkan setiap orang belajar dimanapun dan kapanpun dengan menggunakan perantaraan teknologi informasi.
 
Terlebih di era pandemi Covid-19, setiap orang makin terbiasa belajar secara virtual dan real time melalui berbagai topik webinar.
 
Webinar itu pula yang menjadi salah satu dukungan dari Kemendikbudristek RI untuk mempersiapkan para guru dan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka secara mandiri.
 
Lewat webinar-webinar yang bisa diakses lewat Youtube dan Platform Merdeka Mengajar tersebut, semua guru dan kepala sekolah dapat menguatkan pemahaman mereka mengenai Kurikulum Merdeka.
 
 
Namun webinar yang berlangsung secara virtual saja tak cukup. Untuk semakin memaksimalkan hasilnya, guru dapat belajar mengenai Kurikulum Merdeka melalui Komunitas Belajar.
 
Di komunitas ini para guru dapat mendiskusikan serta menyelesaikan berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi saat implementasi Kurikulum Merdeka, berbagi praktik baik, sekaligus mengkonfirmasi pemahamannya mereka.
 
Komunitas belajar ini diharapkan bersifat inklusif. Maksudnya, guru atau kepala sekolah dari manapun bisa bergabung. Misalnya, dari berbagai kategori Implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah penggerak, atau satuan pendidikan yang menerapkan kurikulum 13.
 
Komunitas-komunitas ini pun tak harus komunitas yang baru. Sebaliknya, sangat disarankan untuk menghidupkan kembali komunitas-komunitas yang sudah ada sebelumnya. Komunitas ini bisa dalam satuan pendidikan yang sama maupun antar satuan pendidikan, serta bisa berwujud komunitas belajar daring.
 
Lalu apa saja yang bisa dilakukan dalam komunitas belajar?
 
Di komunitas ini, para guru bisa belajar bersama melalui Platform Merdeka Mengajar dan panduan kurikulum yang dikeluarkan BSKAP atau webinar, mendiskusikannya, serta mengonfirmasi pemahaman yang didapat oleh setiap anggota komunitas
 
Kemudian, di sana para guru juga bisa menggelar lokakarya. Misalnya membuat atau memodifikasi modul ajar, modul project, strategi pembelajaran terdiferensiasi, asesmen, dan lain sebagainya. Untuk kegiatan lokakarya ini, bisa menggunakan tutorial yang ada di Platform Merdeka Mengajar, maupun contoh praktik baik atau inspirasi yang diberikan oleh pusat atau narasumber.
 
Berikutnya, di dalam komunitas ini guru juga bisa berbagi praktik baik dan mencari solusi pembelajaran, termasuk dengan mendatangkan narasumber yang bisa berasal dari sekolah penggerak, SMK PK, atau sekolah IKM mandiri yang telah memiliki praktik baik.
 
Aktivitas-aktivitas ini perlu untuk disertai dengan diskusi yang penting untuk mengkonfirmasi apakah praktik yang dilakukan telah sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum merdeka atau belum.
 
Yang tak kalah menarik, apabila komunitas sudah terbentuk, guru dapat mendaftarkan komunitas belajarnya ke dalam Platform Merdeka Mengajar serta mendapatkan pelatihan penggerak komunitas secara daring. Fitur ini masih benar-benar baru dan memungkinkan komunitas belajar bisa melihat daftar komunitas lainnya, bergabung ke dalam grup sosial media milik komunitas, serta mengikuti webinar yang diselenggarakan komunitas lain. (Sumber: 6 Strategi IKM/Bagus Priambodo/Judul asli berita: Berkolaborasi Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Lewat Webinar dan Komunitas Belajar/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: