Beri Contoh Dengan ‘Rakus’ Membaca

Redaksi 13 Maret 2018

Hernawati Kusumaningrum - Guru SMP Al Hikmah Surabaya & Kabid Bahasa Inggris Pusba Al Hikmah Surabaya

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang makin menggelora hendaknya juga menyentuh kehidupan guru. Artinya, guru sebagai model harus menjadi yang terdepan. Guru dituntut membaca. Bagaimana mungkin meminta siswa membaca kalau guru tidak membaca. Justru kalau bisa porsinya lebih dibanding siswa. GLS guru bisa melibatkan buku-buku berbahasa Inggris. Seperti yang dilakukan oleh para guru di SMP dan SMA Al Hikmah Surabaya.

 

Guru-guru di sekolah tersebut harus menguasai bahasa Inggris aktif. Mereka harus mengikuti pembelajaran bahasa Inggris di Pusat Bahasa (Pusba) Al Hikmah Surabaya. Para pengajar di Pusba berasal dari guru-guru Al Hikmah sendiri dengan amanah tambahan sebagai instruktur bagi rekan sejawatnya. Nah, salah satu program yang digulirkan adalah Extensive Reading (ER).

Kalau membaca di dalam jam pembelajaran namanya Intentive Reading (IR). Karakter membaca jenis IR adalah semua siswa membaca buku yang sama, materi yang sama dengan instruksi yang sama. Setelah itu biasanya diikuti oleh latihan-latihan. Biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan berdasarkan bacaan. Baik itu jenis true false atau benar salah, short answer atau jawaban pendek maupun jawaban panjang atau essay.

Berbeda dengan IR, ER adalah kegiatan membaca di luar jam pembelajaran. Kapan saja. Contohnya, saat sedang tidak mengajar, saat menunggu jemputan pulang, saat menunggu antrian, saat istirahat siang atau saat liburan. Bisa dilakukan di mana saja. Di teras rumah, di ruang tunggu terminal, di bawah pohon dan sebagainya. Pokoknya tidak terkungkung ruang dan waktu.

Prinsip utamanya adalah membaca harus menyenangkan. Bagaimana bisa menyenangkan? Setiap peserta berhak memilih bacaan sesuai minat. Jika minat Anda pada olahraga, silakan memilih bacaan olah raga. Kalau Anda lebih berminat pada seni budaya, maka pilih buku tentang itu. Jika senang membaca biografi orang-orang besar, artis-artis terkenal, ya baca saja buku tentang mereka. Intinya, membaca harus menyenangkan. Kalau tidak menyenangkan, membaca menjadi kontra produktif.

Karena menyenangkan inilah maka pembaca harus melakukannya berulang-ulang. Harus rakus. Semakin banyak ia membaca semakin sering ia bertemu dengan kosa kata yang sama atau bahkan kosa kata baru. Tak heran jika dalam beberapa riset dilaporkan ER mampu meningkatkan keterampilan membaca dalam bahasa Inggris.

Beberapa tahun lalu, saya pribadi melakukan riset tentang ER dengan subjek penelitian siswa SMP Al Hikmah Surabaya. Hasilnya luar biasa. Keterampilan reading mereka meningkat pesat. Tahun ini Pusba ingin para guru juga meraih hasil serupa. Meningkatnya keterampilan membaca para guru. Selanjutnya, meningkatnya kompetensi mereka dalam berbahasa Inggris.

Graded Readers

Nah, buku-buku yang digunakan dalam ER namanya Graded Readers. Kalau diterjemahkan bebas artinya buku bertingkat. Buku ini khusus untuk pembelajar bahasa Inggris. Tingkat atau level dibedakan berdasarkan jumlah kosa kata dan tingkat kesulitan kalimat. Tingkatan awal biasanya banyak gambar dibanding kosa kata. Makin tinggi levelnya makin banyak kosa katanya. Tentu saja, makin tinggi tingkat kesulitannya. Level tersebut dibedakan menjadi starter, beginner, elementary, pre-intermediate, intermediate dan upper. Ada beberapa publisher seperti Cambridge, Longman-Pearson, yang bermain di ranah ini. Biasanya tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pembagian level di atas.

Pembaca disarankan membaca buku yang sesuai level atau satu level di bawahnya. Untuk mengukur berada di level mana, bukalah sebuah halaman di buku tersebut dan bacalah. Menurut beberapa sumber, ketika menemukan 5 kosa kata yang sulit berarti buku tersebut kurang sesuai dengan Anda.

Bisa juga mencoba placement test untuk mengukur level reading Anda. Beberapa bulan lalu saya tergabung dalam sebuah situs ER dan ditambahkan sebagai guru di sana. Silahkan klik link ini https://erfpt.ealps.shinshu-u.ac.jp/ untuk mengetahui level membaca Anda. Kalau sudah di web tersebut di atas, temukanlah kotak bertulis find your level (sedikit ke bawah), klik pada click here. Cari nama saya - Hernawati Kusumaningrum atau tempat saya bertugas, SMP Al Hikmah Surabaya. Selanjutnya, ikuti petunjuk yang ada. Akan ada beberapa tes sederhana membaca yang akhirnya mengukur di level mana Anda nyaman membaca. Tes tersebut berupa kalimat-kalimat yang meminta respon apakah itu mudah atau sulit. Kemudian, disajikan paragraf yang diikuti dengan pertanyaan True or False, benar atau salah berdasar bacaan tadi. Selain itu, akan ada pertanyaan semacam angket berskala 1-5. Tes ini berlangsung selama 30 menit.

Saya sangat terbantu dengan adanya tes ini. Guru-guru bisa mencari buku-buku sesuai level sehingga merasa nyaman dalam membaca. Buku tersebut memiliki banyak pilihan tema. Fiction dan non-fiction. Kategori fiksi bisa berupa kisah-kisah klasik dan masterpiece pengarang. Ernest Hemmingway, Franz Kafka, Jane Austen adalah beberapa diantarnya. Kategori non fiksi bisa berupa terbitan National Geography. Fenomena alam, dunia hewan dan tumbuhan, dan teknologi dan informasi yang menawarkan eksotisme luar biasa.

Setelah membaca, guru diminta untuk menceritakan seputar buku tersebut. Alasan memilih judul tersebut, bagian yang paling menarik dari buku tersebut, dan apakah mereka akan merekomendasikan buku tersebut untuk teman-temannya adalah beberapa hal yang bisa mereka kupas.

Mayoritas guru-guru antusias mengikuti ER ini. Meskipun pada awalnya ada beberapa guru yang kesulitan namun mereka mampu mengatasinya. Respon positif mereka berikan ketika saya meminta mereka melanjutkan aktivitasnya. Di sela-sela jam mengajar saya kadang mendapati mereka membaca graded readers. Di tengah kesibukan menyiapkan administrasi ujian sekolah, mereka tetap menyempatkan diri mengunjungi perpustakaan. Membaca graded readers.

Kadang mereka mendiskusikan dengan teman sejawat terkait tema buku yang sedang dibacanya. Seorang guru bahkan gandrung membaca literatur tentang Jepang ketika minatnya tentang negeri Sakura tersebut terpuaskan melalui buku. Dia membaca tentang Geisha, Jepang, Samurai dan semua yang berbau Jepang. Semua dilakukan di sela-sela kesibukan sebagai pengajar di kelas IX. Yang lainnya, jatuh cinta pada Egypt. Sphinx, Stargate dan kisah-kisah misteri seputar negeri piramidpun dilahapnya.

Membaca adalah jendela dunia. Dengan membaca akan terbuka semua informasi yang sebelumnya tidak kita tahu. Yang samar-samar menjadi lebih jelas. Para guru, apapun aktivitasnya jangan lupa, rakuslah membaca.

 

 

Tags: