Berbagi Konten Kreatif yang Benar lewat Medsos

Redaksi 19 Agustus 2020

Berani Belajar Berubah - Salah satu upaya membangun mutu pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik adalah dengan cara meningkatkan kepedulian (awareness) masyarakat terhadap pendidikan. Tentu saja itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama.

Dalam rangka menumbuhkan rasa kepedulian untuk meningkatkan kualitas pendidikan tadi diperlukan strategi khusus. Diantaranya strategi komunikasi dan penyebaran informasi yang memotivasi ke masyarakat. Terkait  hal tersebut, Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen beberapa waktu lalu  (Kamis, 13 Agustus 2020) mengadakan Konsolidasi Strategi Pencitraan Publik' yang diikuti oleh LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) se-Indonesia dan unit-unit terkait lain di bawahnya dari Sabang sampai Merauke untuk menciptakan perubahan dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

Pada event virtual (daring) ini sebuah tema digaungkan untuk medukung pelaksanaan 'Program Merdeka Belajar' di masa sulit ini, yakni 'Berani Belajar Berubah'. Mengusung tema tersebut para pelaku pendidikan diharapkan mampu untuk keluar dari zona nyaman dengan terus berinovasi menciptakan strategi-strategi komunikasi yang membakar semangat para insan pendidikan agar turut aktif mensukseskan jalannya kegiatan belajar mengajar di era New Normal.

Terobosan-terobosan komunikasi kekinian di era digital menjadi bahasan utama. Salah satunya ‘pembuatan konten-konten kreatif melalui media sosial’ sebagai bentuk penyebaran informasi yang efektif, menarik dan masif

Sudah menjadi rahasia umum bila media sosial adalah arena baru penyebarluasan informasi di era digital 4.0 yang paling banyak digandrungi oleh para pelaku dan audiens pendidikan. Media sosial yang utama diantaranya Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter. Sedangkan media sosial pendampingnya diantaranya Whatsapp, Line, Linkelin, Telegram dan Spotify.

Konsumen/penggunanya sebagian besar adalah kaum millenial. Ini menunjukkan (menandakan) perlunya kehadiran konten-konten menarik dan kreatif bagi kebutuhan informasi mereka akan pendidikan.

Konten Kreatif yang dimaksud dapat berupa teks, foto, video, maupun infografis yang harus bernada positif dengan kualitas yang baik.

Tidak bisa sembarangan konten kreatif dibentuk agar mampu mencapai tujuan dan sasaran tepat. Perencanaan matang dan tujuan utama adalah penggerak terpenting penciptaan konten kreatif yang dimaksud.

Hal tersebut disampaikan oleh Primasari, Manajer Lembaga Pelatihan Jurnalistik (LPJ) ANTARA saat menjadi pembicara di satu sesi Konsolidasi  bertemakan 'Berani Belajar Berubah' ini.

"Pembuatan konten akan menguatkan persepsi atau citra positif dari sasaran yang ingin dituju. Hal tersebut juga dikorelasikan dengan visi misi yang ada di institusi. Yang harus disadari adalah stakeholder atau para peserta kita yang sangat luas, sehingga proses pembuatan konten harus dipikirkan secara benar dan terarah," ungkap Prima

Sebagai pelaksana dan pemangku kebijakan di lingkungan pemerintah, lembaga atau institusi sebaiknya memiliki strategi berkomunikasi dengan masyarakat. Ketika berbicara kepada publik hal yang tak boleh dipisahkan adalah soal ‘selera’ dan ‘ketertarikan’.

Pemilihan ide konten yang tepat, distribusi yang masif dan feedback (balasan) yang positif adalah bagian dari proses komunikasi tersebut.

"Ketika bicara kepada publik (termasuk lewat konten kreatif) hal yang penting dipikirkan adalah adanya feedback (balasan). Konten bukan cuma apa yang disampaikan di kanal, tapi juga ketika kita bertemu langsung dengan para audiens atau stakeholder yang dituju," kata Prima.

Sehingga, nantinya feedback itu dapat digunakan sebagai indikator (penanda) kualitas konten kreatif yang dibuat dan didistribusikan.

"Apakah hal yang kita godok itu tersampaikan dengan baik, benar-benar dipahami atau tidak, sehingga yang kita kerjakan tidak akan sia-sia," tambah Prima.

Pembuatan konten kreatif, menurutnya juga penting untuk memotivasi para insan pendidikan selalu berinovasi tiada henti. Inovasi di dalamnya harus termasuk evaluasi, revisi, dan menciptakan strategi baru demi memperoleh feedback yang semakin baik dari para audiens dan stakeholder.

"Inovasi tiada henti dalam berkomunikasi juga harus selalu memberikan Journey of Experience atau pengalaman berharga memanfaatkan produk yang dihasilkan ke audiens" lanjut Prima

Di event itu, Prima juga selalu mencoba mengingatkan agar para pengelola media online tidak lupa untuk terus menciptakan komunikasi dua arah, dan secara intensif terus memelihara komunikasi itu agar tercipta feedback yang baik dari audiens. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Pentingnya Konten Kreatif di Media Sosial Demi 'Mencuri' Perhatian Publik)

Tags: