Bebaskan Anak Pilih Tema Bacaan & Siaplah Terkesima

Redaksi 12 Juli 2020

Gemetar di tengah pandemi - Untuk meningkatkan kemampuan menulis, membaca adalah hal wajib. Demikian pula untuk anak-anak. Apabila sejak dini telah dibiasakan membaca, maka mereka akan lebih mudah untuk menulis dibandingkan dengan mereka yang tak terbiasa membaca.

Saat usia dini, mungkin kita memang harus memilihkan bacaan yang tepat untuk mereka. Namun seiring waktu, dengan semakin banyaknya bahan yang mereka baca, minat anak-anak terhadap sebuah tema yang spesifik akan muncul.

Untuk menunjukkan hal tersebut, salah satu upaya yang dapat ditempuh ialah membebaskan anak memilih bahan bacaan saat dirasa usia mereka sudah cukup. Coba lakukan hal ini, barangkali anda akan dibuat terkesima.

Baca juga:  Jadikan Menulis sebagai Terapi di Tengah PandemiManfaat Ajak Anak Tulis Diary untuk Masa Depan & Menerbitkan Tulisan Anak di Media Kala Pandemi

Eksperimen ini pernah dilakukan oleh The Learning Network. Melalui kontes musim semi yang dilangsungkan selama 10 pekan, The Learning Network mencoba mengajak para siswa sekolah untuk membaca berbagai artikel yang ada di media The Times dan memilih manapun yang mereka suka, baik artikel tulisan, esai foto, video, maupun podcast. Setelah memilih dan menuntaskan membaca, anak-anak tersebut diminta menuliskan dan menjelaskan apa yang menarik perhatian mereka.

Dikutip dari NYTimes, Nancy Wartik, seorang juri dalam kontes yang berlangsung pada 2016 silam, semula yakin bahwa anak-anak tersebut akan menulis mengenai dunia yang sangat dekat dengan mereka, misalnya permainan Pokemon Go atau tema-tema ringan yang dapat membantu untuk mereka belajar sehari-hari.

Namun di akhir kontes, Nancy dibuat terkesima karena anak-anak tersebut ternyata memilih tema-tema yang tak terbayangkan sebelumnya. Misalnya, badai di Oklahoma, kekerasan seksual di Sudan Selatan, kisah kematian seorang perempuan yang sedang jogging di New York, hingga kehadiran sebuah museum seni di Paris, Perancis. Nancy tak menduga sekaligus terkesan, anak-anak yang masih kecil tersebut tertarik dengan berbagai tema yang bagi kebanyakan orang dianggap sebagai bacaan untuk orang dewasa.

Eksperimen berbalut kontes ini dapat dianggap sebagai sebuah cara untuk mengetahui minat para siswa. Dengan pemetaan sederhana ini, guru dapat merancang materi dan metode pembelajaran yang bisa membuat para siswa lebih semangat untuk mempelajari sesuatu.

Untuk mencoba melakukan ini pun rasanya tak terlalu sulit. Guru cukup memilihkan media-media--misalnya koran atau majalah edisi tertentu--yang kaya dengan artikel, gambar, maupun infografis.

Atau bisa juga, guru memanfaatkan keberadaan portal-portal berita online tertentu yang dirasa penuh dengan materi-materi edukatif. Selanjutnya, bebaskan anak untuk menelusuri tema-tema apapun yang mereka anggap menarik di dalam media tersebut. Setelah itu terlaksana, berikan anak waktu untuk menuliskan ulang apa yang telah mereka baca dan ajaklah mereka untuk menuangkan gagasan atau memberikan komentar terhadap bahan-bahan yang telah mereka baca dan nikmati.

Selama pembelajaran berlangsung di rumah, pastikan anak-anak juga didampingi oleh orangtua selama membaca konten-konten yang mereka pilih. Dengan pendampingan orangtua, anak-anak akan terhindar dari konten-konten yang bagi orangtua dianggap tidak layak untuk dikonsumsi. Selain itu, orangtua juga dapat menjadi partner diskusi yang baik bagi anak.

Terakhir, pastikan orangtua juga mengetahui tujuan dari apa yang kita minta dilakukan oleh anak mereka. Dengan demikian, meski tidak bertatap muka secara langsung dengan guru, pembelajaran yang diberikan tetap berkualitas sekaligus aman. (Bagus Priambodo/Judu asli catatan: Bebaskan Anak Memilih Tema Bacaan dan Siaplah Terkesima/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

*Gemetar: "Gerakkan Menulis untuk Belajar"

Tags: