BBPMP Jatim Siap Fasilitasi Pendampingan & Pembimbingan bagi Tim PMO Daerah

Redaksi 05 Oktober 2022

Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), Provinsi Jawa Timur boleh berbangga karena banyak sekali sekolah yang tertarik untuk bergabung melaksanakan IKM secara mandiri.
 
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, per September 2022,  ada 2.754 sekolah di Jawa Timur yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka, meskipun sebenarnya hanya 332 sekolah yang wajib melaksanakannya, yakni melalui Program Sekolah Penggerak (PSP).
 
Meski banyak yang tertarik bergabung melaksanakan IKM secara mandiri, namun harus diakui bahwa satuan-satuan pendidikan di Jawa Timur memiliki pemahaman yang beragam terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) baik yang secara mandiri maupun melalui Program Sekolah Penggerak.
 
Ada kalanya pula, dalam upaya melakukan implementasi, ada kendala-kendala yang dihadapi oleh sekolah.
 
Untuk itulah, kemudian dibentuk tim PMO (Pokja Manajemen Operasional). Tim ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi setiap masalah yang dihadapi satuan pendidikan dalam implementasi kurikulum merdeka, khususnya yang melalui program sekolah penggerak.
 
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Sujarno M.Pd mengatakan, BBPMP Jatim siap memfasilitasi PMO di tingkat kabupaten/kota dengan sumber daya-sumber daya yang ada di BBPMP Jatim, baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana.
 
"Ada ruangan-ruangan di BBPMP Jatim yang bisa dipakai untuk pertemuan tim PMO. Juga ada Widyaprada yang siap membantu dan memberikan pendampingan," kata Sujarno.
 
Dia menambahkan, sebelumnya PMO hanya mendukung sekolah penggerak. Namun BBPMP Jatim berharap agar mereka bisa pula terlibat dalam seluruh program Kemendikbud Ristek yang diamanatkan ke BBPMP Jawa Timur.
 
"Kami akan fasilitasi pendampingan dan pembimbingan, baik yang diminta kabupaten dan kota maupun yang inisiatifnya datang dari BBPMP Jawa Timur," imbuhnya.
 
Selain memfasilitasi pembimbingan, kepada tim PMO di Kota dan kabupaten, BBPMP Jawa Timur juga bisa memberikan contact person yang kompeten yang dapat dihubungi oleh tim PMO ketika mereka menghadapi masalah-masalah yang tak mereka kuasai.
 
"Sehingga ini kami harapkan nantinya implementasi kurikulum merdeka dapat 100 persen terlaksana di Jawa Timur dan pelaksanaannya pun maksimal," pungkasnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: