BBPMP Jatim Perkuat Kapasitas Pegawai Kawal PSP, IKM & Rapor Pendidikan

10 Oktober 2022

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur terus bergerak cepat dalam membawa perubahan pada pendidikan di Jawa Timur.
 
Berbagai langkah strategis dilakukan untuk makin meningkatkan layanan advokasinya ke pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur agar mengetahui, memahami, menerima dan berkomitmen melaksanakan berbagai program Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek. Salah satunya melalui Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) BBPMP Jatim
 
Menyampaikan pesan dari Kepala BBPMP Jatim, Sujarno, M.Pd yang saat itu sedang melakukan audensi (kunjungan kerja) ke Kota Blitar, Dr. Dwi Ilham Rahardjo, Widyaprada BBPMP Jatim di apel pagi (Senin, 11/10/2022) menginformasikan akan diadakan In House Training (IHT) Pengembangan Kapasitas SDM BBPMP Jatim selama 2 hari pada tanggal 17 sampai 18 Oktober 2022
 
Kegiatan yang bertempat di BBPMP Jatim ini akan diikuti oleh seluruh ASN BBPMP Jatim. Tujuannya agar para personel BBPMP Jatim semakin memahami berbagai program Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek khususnya tentang PSP (Program Sekolah Penggerak), IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) yang tentunya berkaitan dengan pemanfaatan PMM (Platform Merdeka Mengajar) dan Rapor Pendidikan yang menjadi salah satu sumber dari PDB (Perencanaan Berbasis Data)
 
Selain memahami program-program tadi, IHT tersebut dilakukan agar para personel Balai Besar mengetahui pula cara-cara strategis memperkenalkan dan mengadvokasi berbagai program (kebijakan) tadi ke pemerintah daerah.
 
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak hanya sampai mengetahui (aware), tetapi juga mengupayakan pemerintah daerah yang ada di Provinsi Jawa Timur semakin memahami, menerima dan sanggup berkomitmen bersama melaksanakan berbagai program (kebijakan) Merdeka Belajar tadi di wilayah tugas/kerjanya masing-masing dengan lebih massif
 
Kekurang fahaman terhadap tujuan utama produk-produk knowledge Merdeka Belajar Kemendikbud Ristek masih saja terjadi
 
Misal terkait Rapor Pendidikan. Mengutip dari Kompas.com, faktanya masih banyak masyarakat yang menganggap warna merah ataupun kuning dalam Rapor Pendidikan adalah sebuah peringatan bagi satuan pendidikan dan juga dinas pendidikan. Seolah-olah satuan pendidikan dan dinas pendidikan harus dihakimi akibat buruknya hasil Rapor Pendidikan.
 
Padahal warna-warna tersebut justru berguna untuk membantu memvisualisasikan hasil yang ada sehingga satuan pendidikan dan dinas pendidikan lebih mudah untuk membacanya bukan sebagai sebuah penghakiman. Tetapi lebih ke upaya melakukan refleksi diri.
 
Fokus ke advokasi, ada beberapa langkah (tahapan) yang harus dilakukan. Sharma (2004: 18-20) menawarkan lima step penting dalam advokasi, yaitu mencari akar permasalahan, merumuskan dan memilih jalan keluar, membangun kesadaran, tindakan kebijakan, dan penilaian.
 
Secara teori seperti itu, namun yang terpenting adanya upaya-upaya mengena, inovatif dan out of the box dari BBPMP Jatim untuk membantu pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur mencapai perubahan-perubahan yang diharapkan melalui optimalisasi pemanfaatan berbagai produk knowledge Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek tadi
 
Itulah sekali lagi perlunya diadakan IHT bagi para personel (pegawai) di BBPMP Jatim.
 
IHT yang akan dilakukan tersebut berkaitan juga dengan komitmen BBPMP Jatim dalam menuju ZI-WBBM (Zona Integritas - Wilayah Bersih Bebas Melayani). Tentunya kompetensi dalam melayani customer atau stakeholder perlu untuk terus upgrade. Khususnya layanan-layanan informasi terkait berbagai produk knowledge Merdeka Belajar yang saat ini telah terintegrasi menjadi layanan prioritas di Unit Layanan Terpadu (ULT) BBPMP Jawa Timur
 
Sampai saat ini disampaikan Ilham ada 22 episode Program Merdeka Belajar. Namun memang tidak semua menjadi tanggung jawab dari BBPMP Provinsi Jawa Timur. Ada 3 episode yang advokasinya ke pemerintah daerah di Jawa Timur menjadi tanggung jawab BBPMP Jawa Timur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya (di atas), ketiga produk knowledge tadi adalah PSP (Program Sekolah Penggerak), IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) dan Rapor Pendidikan. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: