BBPMP Jatim Kerahkan Tim ke 38 Kabupaten/kota Demi Suksesnya Simulasi AN

Redaksi 03 Oktober 2022

Simulasi asesmen nasional (AN) yang dilaksanakan mulai tanggal 5 hingga 6 Oktober 2022 mendapat pendampingan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur.
 
BBPMP Jatim mengirimkan tim ke sejumlah  satuan pendidikan di 38 kabupaten/kota  yang melaksanakan simulasi AN.
 
Seperti diketahui, simulasi AN ini akan diikuti peserta dari sekolah dasar dan kejar paket A se-Jatim.
 
Kepala BBPMP Jatim Sujarno MPd  berharap tim yang dikirimkan ini bisa memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi satuan pendidikan dalam penyelenggaraan simulasi AN.
 
Karena itu, dua hari sebelum diterjunkan ke kabupaten/kota, tim diberikan pembekalan di kantor BBPMP Jatim, Senin (3/10/2022).
 
“Jika terjadi kesulitan login, apa yang harus kita lakukan, atau nomor emergency mana yang kita hubungi.  Itu harus kita pahami betul. Jangan sampai kita datang hanya melihat, tidak tahu cara mencari solusi,” tegas Sujarno saat memberikan sambutan saat pembekalan.
 
Selain teknis operasional AN, Sujarno juga meminta agar tim memikirkan solusi jika terjadi kendala tak terduga seperti pemadaman listrik PLN.
 
“Karena ini online, pastikan satuan pendidikan itu ada gensetnya. Jangan sampai mengandalkan listrik dari PLN saja,” ujarnya.
 
Menurut Sujarno, hal itu penting karena saat ini sering terjadi pemadaman listrik, terutama daerah pantai selatan atau di daerah pegunungan yang kerap diguyur hujan dan angin kencang.
 
“Karena itu mohon dipastikan satuan pendidikan yang menjalankan AN bisa menyediakan genset untuk solusi jika terjadi pemadaman listrik,” tegas Sujarno berkali-kali. 
 
Terkait kesulitan akses internet, Sujarno pun meminta tim BBPMP Jatim untuk mencarikan solusi.
 
“Mitigasinya seperti apa kalau terjadi hal-hal di luar kendali kita, harus dicari solusi,” pintanya.
 
Untuk memperlancar pendampingan simulasi AN, Sujarno mengingatkan timnya untuk berangkat lebih awal ke lokasi.
 
“Perjalanan jauh, pastikan berangkat sejak awal.
 
Kalau terburu-buru dikhawatirkan apa yang harus dikerjakan terlupakan atau tidak tersampaikan.
 
Kalau ada yang kurang jelas, diskusikan bareng-bareng,”urainya.
 
Seperti diketahui, Asesmen Nasional (AN) dirancang untuk memantau dan mengevaluasi sistem pendidikan dasar dan menengah.
 
Sementara prestasi siswa dievaluasi oleh pendidik dan satuan pendidikan.
 
Asesmen Nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi-Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
 
Informasi dari ketiganya diharapkan dapat mendorong perbaikan mutu pembelajaran peserta didik.
 
Asesmen Nasional menghasilkan potret komprehensif yang berguna bagi sekolah/madrasah dan pemda untuk melakukan evaluasi diri dan perencanaan perbaikan mutu pendidikan..
 
Asesmen Nasional  diselenggarakan per jenjang secara bertahap dan hasilnya dilaporkan sebagai input untuk evaluasi diri dan perencanaan satuan pendidikan dan pemerintah daerah. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

 

Tags: