BBPMP Jatim Kawal Pemda Bentuk Tim Pendamping Literasi Daerah

Redaksi 14 Juni 2022

Rapor Pendidikan jenjang SD sederajat di Jawa Timur untuk kemampuan literasi dan numerasi secara global menunjukkan kemampuan para siswa masih berada di bawah kompetensi minimum. Artinya kurang dari 50% siswa telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca
 
Begitu juga di jenjang SMP sederajat. Kemampuan literasi dan numerasi para siswa masih berada di bawah kompetensi minimum.
 
Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK sederajat, numerasi mengalami capaian yang sama dengan jenjang SD dan SMP sederajat. Tetapi terdapat perbedaan di kemampuan literasi yang menunjukkan capaian yang lebih baik.
 
Para siswa di jenjang SMA/SMK sederajat telah mencapai kompetensi minimum. Hal ini menunjukkan sebagian besar siswa telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca namun perlu upaya mendorong lebih banyak siswa menjadi mahir.
 
Namun hal tersebut tidaklah cukup untuk berpuas diri.
 
 
Bila mencermati lagi secara lebih spesifik apa yang terdapat di Rapor Pendidikan, tentu masih banyak sekali pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan oleh berbagai pihak di dunia pendidikan (termasuk para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, salah satunya BBPMP Provinsi Jawa Timur) dalam hal mendongkrak secara terus menerus kemampuan literasi dan numerasi siswa yang tak akan bisa lepas dari pengaruh berbagai aspek penilaian lain di Rapor Pendidikan seperti kualitas pembelajaran, refleksi guru, kepemimpinan instruksional, lingkungan belajar yang kondusif dan lain-lain
 
 
 
 
Tanggap terhadap hal tersebut, dan melihat hasil tes PISA 2018 yang masih memprihatinkan, BBPMP Provinsi Jawa Timur mengambil tindakan cepat dengan melakukan Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman Peningkatan Kompetensi Literasi dan Numerasi Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 untuk mensosialisasikan panduan penguatan literasi dan numerasi serta mengimplementasikan strategi penguatan literasi dan numerasi di sekolah dan melakukan pembentukan Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) sebagai penguatan literasi dan numerasi secara manajemen.
 
Secara lebih spesifik, tujuan dari kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman Peningkatan Kompetensi Literasi dan Numerasi Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 ini adalah: (1) Mensosialisasikan panduan Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah; (2) Mengimplementasikan strategi penguatan literasi dan numerasi; dan (3) Membentuk Tim Pendamping Literasi Daerah sebagai penguatan literasi dan numerasi secara manajemen; (4) Menyampaikan informasi tentang pemodelan dan praktik baik literasi dan numerasi kepada peserta.
 
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini nantinya adalah: (1) Tersosialisasikannya panduan Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah; (2) Terkumpulnya draf LK tentang  strategi penguatan literasi dan numerasi; dan (3) Terkumpulnya konsep Tim Pendamping Literasi Daerah sebagai penguatan literasi dan numerasi secara manajemen; (4) Mampu menerapkan pemodelan dan praktik baik literasi dan numerasi
 
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari mulai Minggu 12/6/2022 sampai Selasa 14/6/2022 ini dibuka oleh Koordinator Fungsi Sistem Informasi, Maryono yang mewakili Plt Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur ini melibatkan juga mitra pembangunan bidang pendidikan Kemendikbudristek, yaitu INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia untuk area Jawa Timur. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: BBPMP Jatim Gerak Cepat Kawal Pemda Tingkatkan Kemampuan Literasi & Numerasi Siswa dengan Membentuk TPLD/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: