BBPMP Jatim Gelar Desiminasi Hasil Asesmen Nasional Provinsi Jawa Timur Tahun 2022

11 Desember 2022

Saat ini kita dihadapkan pada kompetensi abad 21 dan revolusi industri 4.0 bahkan 5.0. Mau tidak mau kita perlu menyiapkan generasi bangsa yang memiliki kemampuan mumpuni untuk bersaing dengan masyarakat global. Untuk membentuk insan yang tangguh, tidak cukup hanya memiliki pemahaman pada bidang-bidang akademik tertentu, tetapi perlu dibarengi dengan karakter yang kuat, sehingga cakap dalam menjalani kehidupan.
 
Cita-cita tersebut bisa terwujud jika dibarengi pula dengan iklim sekolah yang kondusif serta mendukung siswa agar merdeka dalam belajar. Dengan lingkungan belajar yang baik, generasi bangsa kita juga dapat ditumbuhkan karakternya, sehingga memiliki profil pelajar Pancasila yang memiliki enam indikator utama, yaitu beriman kepada Tuhan Yang Masa Esa serta berakhlak mulia, kebinekaan global, kemandirian, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
 
Agar mengetahui sejauh mana pembelajaran dan hasil belajar siswa telah berjalan dengan baik, diperlukan sistem evaluasi pendidikan yang mampu memotret dan memetakan capaian tersebut. Saat ini evaluasi pendidikan dilakukan melalui Asesmen Nasional (AN) yang di dalamnya memuat tiga instrumen. Pertama, asesmen kompetensi minimum atau AKM. Kedua, survei karakter, dan ketiga, survei lingkungan belajar.
 
AN tidak mengevaluasi siswa secara individu. Jadi, perlu difahami oleh para kepala sekolah, guru, orangtua, bahkan siswa yang dipilih secara acak untuk mengikuti asesmen ini agar tidak bereaksi berlebihan. Tidak perlu juga ada persiapan khusus, seperti mengikuti bimbingan belajar atau kegiatan try out, dan semacamnya. Fokus saja pada pembelajaran seperti biasa dan mempersiapkan diri untuk ujian akhir sekolah.
 
Maka untuk lebih memahami dan menyamakan persepsi tentang berbagai nilai positif AN dan hasilnya, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim menggelar Diseminasi Hasil Asesmen Nasional Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 selama 3 (tiga) mulai 11 sampai 13 Desember 2022 di BBPMP Jatim
 
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala BBPMP Jatim, Sujarno, M.Pd dan menyasar ke para pejabat yang menangani Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Cabang Dinas Pendidikan Kab/Kota sebanyak 65 orang ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait penyelenggaraan AN, menyamakan persepsi pemanfaatan AN dalam pengelolaan pendidikan dan berbagi praktik baik penyelenggaraan AN.
 
Harapannya melalui event ini, dapat tersampaikan informasi penyelenggaraan AN tahun 2022, tersampaikan informasi pemanfaatan AN dalam pengelolaan  pendidikan dan tersampaikan informasi praktik baik penyelenggaraan AN dengan menghasilkan dua out put, yiatu: paparan praktik baik  penyelenggaraan AN dan lembar kerja pelaksanaan AN tahun 2022
 
Materi-materi yang disampaikan di kegiatan ini meliputi kebijakan Merdeka Belajar, Analisis Pelaksanaan ANBK, Pemanfaatan Hasil AN, Survey Lingkungan Belajar (Penciptaan Sekolah Ramah Anak) dan Perencanaan Daerah Urusan Pendidikan
 
Soal-soal di AKM bukanlah hafalan,  tetapi soal yang menampilkan masalah dunia nyata yang menuntut siswa bernalar dan berpikir kritis untuk menyelesaikannya. Model pertanyaannya lebih banyak berbentuk soal cerita, di mana siswa yang mengikuti AKM perlu menjawab dengan pemikiran tingkat tinggi (high order thinking). Tujuannya agar siswa kelak dapat memiliki kemampuan tersebut yang sangat dibutuhkan di era revolusi industri 4.0 atau bahkan 5.0.
 
AKM memotret sejauh mana kompetensi literasi dan numerasi pada setiap sekolah. Kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh setiap siswa kita agar dapat menyelesaikan persoalan-persoalan rutin dan non-rutin yang terjadi dalam dunia nyata. Tentu kita ingin generasi penerus Indonesia memiliki kecakapan tersebut agar dapat menjalankan kehidupannya dengan baik saat berhadapan dengan masalah-masalah terprediksi maupun yang tidak terduga.
 
Sementara itu, survei karakter akan mengukur pencapaian siswa dari hasil belajar sosial emosional berupa pilar karakter untuk mencetak profil Pelajar Pancasila. Pada survey karakter, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sifatnya cenderung lebih personal. Pertanyaan itu juga akan banyak meminta pandangan atau opini mereka terhadap sesuatu yang berhubungan dengan negara dan pendidikan.
 
Berikutnya, survei lingkungan belajar. Pada survey ini, tidak hanya siswa yang menjalaninya, tetapi juga guru dan kepala sekolah. Mereka juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penciptaan iklim yang baik sebagai penunjang pembelajaran.
 
Sejak tahun lalu, AN telah menjadi pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan. Hasilnya digunakan Kemendikbudristek untuk membantu sekolah dan dinas pendidikan dengan menyediakan laporan hasil asesmen yang menjelaskan profil kekuatan dan area pebaikan tiap sekolah dan daerah. (Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)
 

Tags: