BBPMP Jatim, Dindik Jatim & Mitra Pembangunan Siap Wujudkan 100 Persen IKM di Jatim

27 September 2022

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr.Ir.Wahid Wahyudi, MT memuji BBPMP Jatim karena sangat proaktif berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta proaktif di lapangan sehingga, Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Jawa Timur, dapat berjalan baik.
 
Kata dia (Selasa pekan lalu, 20/9/2022) di Jawa Timur, sebenarnya hanya ada 332 sekolah yang wajib mengimplementasikan IKM.
 
Namun faktanya, di Jawa Timur ada 2.754 sekolah SMA, SMK, dan SLB yang sudah melaksanakan IKM secara mandiri.
 
"Per 19 September 2022, sudah 76 persen SMA, SMK, SLB dari 4.044 lembaga di Jawa Timur, sudah melaksanakan kurikulum merdeka. Gubernur Jawa Timur berharap, awal tahun ajaran 2023/2024, 100 persen SMA, SMK dan SLB di Jatim sudah melaksanakan kurikulum merdeka," tuturnya.
 
"Tentu kami sangat butuh kerjasama, dukungan, dari BBPMP Jatim," lanjutnya.
 
Dia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Jatim siap untuk mendukung segala yang dibutuhkan untuk mensukseskan IKM. Bahkan, Pemprov Jatim saat ini menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pertama dalam pembangunan di Jawa Timur.
 
"Ibu Gubernur Jatim sudah sangat aktif hadir ke sekolah-sekolah dan memonitor langsung apa yang perlu dilakukan. Bahkan di dalam APBD, tidak hanya memikirkan SMA, SMK, dan SLB, tetapi juga ada dukungan untuk Madrasah,” kata dia.
 
“Ibu Gubernur Jatim menempatkan pendidikan ini sebagai prioritas pertama di dalam pembangunan di Jawa Timur. Sehingga kalau ada hal-hal yang dibutuhkan ada legalitas, ibu Gubernur siap," pungkasnya.
 
Dukungan untuk mewujudkan IKM juga disampaikan Head of Guru Binar Putera Sampoerna Foundation, Juliana.
 
Juliana mengatakan, pihaknya siap membantu meningkatkan kualitas guru, terutama dalam bidang akademik dan karakter, baik dalam bentuk webinar maupun pelatihan yang jadi tumpuan dan arena para guru untuk meningkatkan kapasitasnya.
 
“Ke depannya kami akan banyak bekerjasama dengan BBPMP dan Dinas Pendidikan, bukan hanya untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah, serta pengawas, tetapi juga hasil belajar. Bagaimana hasil belajar siswa bisa membantu menjadi sebuah peningkatan rapor dan mutu pendidikan di Jawa Timur,” urainya.
 
“Yang sudah kami lakukan semoga bisa memotivasi guru, kepala sekolah, dan pengawas. Kami juga berharap ini jadi komitmen yang berkelanjutan dari Dinas Pendidikan dan BBPMP Jatim,” tuturnya.
 
Juliana menambahkan, Putera Sampoerna Foundation sebelumnya sudah pernah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dengan memberikan beasiswa pelatihan guru secara daring.
 
“Hasilnya, dari 200 guru yang dibina secara intensif, ada 50 guru yang kemudian menjadi diseminator yang sampai sekarang masih tetap aktif menjadi diseminator di KKG, MGMP, maupun di MKKS. Selain itu, teman-teman guru ini juga diikutsertakan ke lomba-lomba. Salah satunya lomba media pembelajaran yang 55 persen diikuti peserta dari Jawa Timur, dan pemenangnya dari Jawa Timur,” kata Juliana. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: BBPMP Jatim Bersama Dindik Jatim dan Swasta Siap Mewujudkan 100 Persen Penerapan IKM di Jatim/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari D)okumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: