Asyik, Bisa Bertemu Teman Baru & Berbagi Ilmu

Redaksi 27 Juni 2019

Waktu belajar yang lama dan terstruktur juga kerap membuat siswa peserta OSN SMP bosan. Apalagi jika itu dilakukan di lingkungan rumah. Tak ayal, training Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Provinsi Jatim di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim dianggap sebagai hal yang menyenangkan.

“Kami juga mendapat banyak teman baru karena selama ini belum pernah bertemu di ajang OSN lainnya,” kata Muhammad Ndaru Langlang Buana dari SMPN 4 Kepanjen, Malang, Selasa (18/6/2019).

Dilanjutkan siswa OSN bidang IPS peringkat satu untuk Provinsi Jatim ini, Training OSN SMP di LPMP Jatim memungkinkan dia untuk belajar bersama teman baru tersebut.

“Saya juga bertambah pengetahuannya, tahu trik soal serta mengerjakan essay yang baik, terutama yang berkenaan dengan hubungan konsep,” tutur Ndaru.

“Kalau di sini (Gedung LPMP Jatim, red.) nggak membosankan. Masih bisa jalan-jalan meski seputar kompleks gedung saja,” kisah Herdeyna Novalya Aghistni, siswi SMPN 1 Jatirogo Kabupaten Tuban yang menduduki peringkat 4 bidang IPS OSN SMP se-Jatim.

“Belajar di rumah terus itu kan membosankan,” sahut Ndaru.

“Iya karena di kamar saja. Gedung LPMP luas jadi bisa buat rileks. Kami juga ke lantai 6 bersama, ada alat fitness dan ruang musik,” imbuh Herdeyna.

“Pemandangan Kota Surabaya dari lantai 6 tampak bagus, menarik untuk berfoto di sana,” kata Kelvin Anggoro Febriansyah, siswa UPT Satuan Pendidikan SMPN 2 Kota Blitar yang berperingkat 6 untuk bidang IPS OSN SMP Jatim.

Mereka juga memberikan masukan kepada LPMP Jatim agar jaringan WiFi di area asrama kualitasnya lebih baik. Selain untuk bersantai, mereka juga memerlukan internet untuk belajar di asrama.

Di samping itu, mereka juga mengutarakan manfaat mengikuti training di LPMP. Bagi Ndaru, dia memperoleh wawasan tentang jenis soal dan bagaimana cara menganalisanya.

Sedangkan Kelvin mengaku dia sangat senang memperoleh materi IPS Terpadu. Baginya itu penting sebab pada bidang IPS terdapat soal-soal gabungan yang dianalisa memakai beberapa mapel yaitu sosiologi, ekonomi, sejarah dan geografi. Tentu jawabannya lebih mendalam karena berpikir dari keempat aspek keilmuan tersebut.

Sedikit berbeda dari perspektif berpikir peserta OSN SMP bidang Matematika. Mochammad Irham Kafi Billah, siswa SMPN 1 Lamongan, Kabupaten Lamongan, mengatakan soal-soal matematika itu menarik.

“Soal matematika membutuhkan logika untuk mengerjakannya. Sejauh belum menemukan ide bagaimana caranya, soal itu tidak akan pernah bisa dijawab dengan pasti. Ini yang membuat saya penasaran dan selalu ingin tahu,” tuutr Kafi yang menduduki peringkat 6 OSN Jatim untuk bidang Matematika.

Ketika ide sudah ditemukan, maka dia tinggal memasukkan rumus-rumus yang berlaku untuk soal tersebut. Nah, proses mencari ide ini perlu wawasan luas mengenai rumus dan trik matematika. Waktu yang dibutuhkan juga tidak singkat, bisa satu jam, sehari bahkan sebulan.

Reswara Anargya Dzakirullah, siswa SMP Luqman Al Hakim Kota Surabaya, memberi contoh ide apa yang dimaksud di sini. “Misal soal aljabar, biasanya kan panjang. Nah, kami harus tahu cara untuk menyederhanakannya agar bisa terjawab dengan benar,” jelas pemilik peringkat 4 bidang matematika OSN Jatim ini.

Baik Kafi dan Reswara memberi tips bagi siswa SMP yang merasa kesulitan dengan matematika. “Jangan patah semangat atau mudah menyerah, cari terus jawaban di balik angka-angka itu,” tegasnya.

Sama dengan tiga teman lainnya, Kafi dan Reswara juga menyukai lantai 6 Gedung LPMP Jatim sebab ada lapangan bulutangkis di sana. Mereka merasa pelatihan tidak membosankan karena bisa bertemu teman satu bidang dan bertukar pikiran. (Bagus Priambodo)

Tags: