Apa Sebenarnya Upaya yang Dilakukan Finlandia

Redaksi 30 September 2022

Global Knowledge - Finlandia mulai mendapatkan perhatian besar dari dunia pendidikan sejak siswanya mencetak nilai tertinggi di antara puluhan negara di seluruh dunia pada tes internasional 20 tahun yang lalu.
 
Dan walaupun tidak lagi menyandang gelar No. 1—karena sektor pendidikan terdampak oleh resesi tahun 2008 dan pemotongan anggaran menyebabkan ukuran kelas menjadi lebih besar dan stafnya menjadi lebih sedikit di sekolah—Finlandia masih dianggap sebagai salah satu pemilik sistem yang paling sukses di dunia.
 
Dalam upaya meningkatkan sistemnya, pemerintah Finlandia mulai mengambil beberapa langkah dalam beberapa tahun terakhir dan beberapa reformasi yang dilakukan mampu menarik perhatian dunia. Tapi ternyata, beberapa liputan itu tidak benar.
 
Beberapa tahun lalu, contohnya, perubahan kurikulum memunculkan cerita bahwa Finlandia berhenti mengajarkan mata pelajaran umum. Itu tidak benar.
 
Anda juga bisa menemukan berita di Internet yang mengatakan bahwa siswa Finlandia tidak mendapatkan PR. Itu tidak benar.
 
Meskipun di tengah kesulitannya, penulis asal AS (Amerika Serikat) William Doyle yang tinggal di Finlandia dan menyekolahkan putranya ke sekolah di Finlandia pada tahun 2016 menulis bahwa siswa melakukan banyak hal dengan benar:
 
Apa rahasia Finlandia? Sistem sekolah berbasis penelitian dan bukti yang dijalankan oleh guru yang sangat profesional. Ini adalah praktik pendidikan global terbaik, bukan kebiasaan budaya yang hanya berlaku di Finlandia.
 
Saya melihat sekolah masa depan. Di sinilah sekolah itu, di Finlandia.
 
Berikut adalah pembahasan tentang perubahan apa yang sedang terjadi di sekolah di Finlandia, dilaporkan oleh dua orang yang paham tentang apa yang sebenarnya terjadi di Finlandia. Mereka adalah Pasi Sahlberg dan Peter Johnson. Johnson adalah direktur pendidikan Kota Kokkola di Finlandia. Sahlberg adalah profesor kebijakan pendidikan di University of New South Wales di Sydney. Dia adalah salah satu pakar reformasi sekolah yang terkemuka di dunia dan penulis buku dengan penjualan terbaik “Finnish Lessons: What Can the World Learn about Educational Change in Finland?”
 
(Tidak, Finland tidak menghapus mata pelajaran umum sekolah. Inilah yang terjadi sebenarnya)
 
Oleh Pasi Sahlberg dan Peter Johnson
 
Finlandia telah menjadi sorotan dunia pendidikan sejak muncul di peringkat atas dalam tes internasional yang dikenal sebagai PISA, Program Penilaian Siswa Internasional, pada awal 2000-an. Puluhan ribu pengunjung datang ke Finlandia untuk mengetahui cara meningkatkan sekolah mereka sendiri. Ada ratusan artikel yang menjelaskan alasan mengapa sekolah di Finlandia begitu luar biasa—atau terkadang tidak. Jutaan kicauan telah dibagikan dan dibaca, yang sering kali mengarah pada perdebatan tentang karakteristik sekolah di Finlandia dan tentang pengajaran dan pembelajaran di sana.
 
Kami telah belajar banyak tentang mengapa beberapa sistem pendidikan—seperti Alberta, Ontario, Jepang, dan Finlandia—memiliki kinerja yang lebih baik dari tahun ke tahun dibandingkan sistem pendidikan lain dari segi kualitas dan pemerataan pencapaian siswa. Kami sekarang juga lebih memahami mengapa beberapa sistem pendidikan lain—contohnya, Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan Swedia—belum mampu meningkatkan sistem sekolah mereka terlepas dari janji para politisi, reformasi skala besar, dan banyak uang yang telah digunakan untuk upaya serampangan untuk mengubah sekolah selama dua dekade terakhir.
 
Pelajaran penting yang bisa diperhatikan antara lain:
 
(1) Sistem pendidikan dan sekolah tidak boleh dikelola seperti halnya perusahaan bisnis yang memiliki prinsip umum seperti persaingan ketat, akuntabilitas berbasis pengukuran, dan bayaran yang ditentukan berdasarkan kinerja. Sebaliknya, sistem pendidikan yang sukses bergantung pada kolaborasi, kepercayaan, dan tanggung jawab kolegial di dalam dan di antara sekolah; (2) Profesi guru tidak boleh dianggap sebagai keahlian yang bersifat teknis dan sementara yang bisa dilakukan oleh siapa pun asalkan dibekali dengan sedikit bimbingan. Sistem pendidikan yang sukses bergantung pada profesionalitas pengajaran dan kepemimpinan sekolah yang menuntut pendidikan akademik lanjutan, pengetahuan ilmiah dan praktik yang kuat, dan pelatihan di tempat kerja yang berkelanjutan; (3) Kulitas pendidikan tidak boleh dinilai dari tingkatan nilai ujian literasi dan numerasi saja. Sistem pendidikan yang sukses dirancang untuk menekankan perkembangan anak secara utuh, pemerataan capaian pendidikan, kesejahteraan, dan seni, musik, drama, dan pendidikan jasmani sebagai elemen penting dari kurikulum.
 
Selain pelajaran penting tentang bagaimana dan mengapa sistem pendidikan berjalan/berfungsi seperti itu, terdapat kesalahpahaman, misinterpretasi, mitos, dan bahkan kebohongan yang sengaja dibuat tentang cara terbaik untuk meningkatkan sistem pendidikan. Karena Finlandia adalah sasaran populer untuk menemukan rahasia kemajuan pendidikan, ada banyak cerita tentang sekolah Finlandia yang tidak benar.
 
Salah satu alasan mengapa pelaporan dan penelitian sering gagal memberikan gambaran yang lebih besar dan akurat tentang situasi aktual adalah karena sebagian besar dokumen dan sumber daya yang menggambarkan dan mendefinisikan sistem pendidikan Finlandia hanya tersedia dalam bahasa Finlandia dan Swedia saja. Oleh karena itu, sebagian besar pengamat dan komentator pendidikan asing tidak bisa mengikuti percakapan dan debat yang terjadi di negara tersebut.
 
Contohnya, hanya sedikit dari mereka yang aktif mengomentari pendidikan di Finlandia pernah membaca UU pendidikan Finlandia, kurikulum inti nasional, atau ribuan kurikulum yang dirancang oleh pemerintah kota dan sekolah yang berisi penjelasan dan gambaran tentang apa yang harus dilakukan sekolah dan mengapa.
 
Alasan lain mengapa banyak upaya untuk mewartakan pendidikan Finlandia tidak lengkap—dan terkadang salah—adalah karena pendidikan dipandang sebagai pulau terpencil yang terputus dari sektor lain dan kebijakan publik. Salah jika menganggap apa yang anak pelajari atau tidak pelajari di sekolah bisa disimpulkan hanya dengan melihat dari segi sekolah dan apa yang bisa sekolah lakukan saja.
 
Sebagian besar upaya yang dikerahkan untuk menjelaskan mengapa sekolah di Finlandia lebih baik dibandingkan yang lain atau mengapa kinerja sekolah Finlandia tersebut lebih buruk dewasa ini dibandingkan sebelumnya gagal menjelaskan rasa saling ketergantungan yang ada dalam masyarakat Finlandia dan yang berperan penting dalam memahami pendidikan sebagai ekosistem.
 
Berikut adalah beberapa mitos umum tentang sekolah Finlandia.
 
Pertama, dalam beberapa tahun terakhir terdapat klaim bahwa rahasia kehebatan pendidikan di Finlandia adalah karena siswa tidak diberikan PR.
 
Keyakinan umum lainnya adalah bahwa otoritas Finlandia telah menghapus mata pelajaran dari kurikulum sekolah dan menggantinya dengan proyek atau esai interdisipliner.
 
Dan gagasan yang terbaru adalah bahwa semua sekolah di Finlandia diharuskan mengikuti kurikulum nasional dan mengimplementasikan metode pengajaran yang sama yang disebut “pembelajaran berbasis fenomena” (yang di tempat lain mungkin dikenal sebagai pembelajaran berbasis proyek).
 
Ketiga klaim ini tidak benar.
 
Pada tahun 2014, otoritas negara Finlandia merevisi kurikulum inti nasional (the national core curriculum/NCC) untuk pendidikan umum. Kurikulum inti memberikan arahan dan dasar umum untuk memperbarui pendidikan dan pembelajaran sekolah. Hanya sedikit komentator internasional tentang reformasi sekolah Finlandia yang sudah membaca dokumen utama ini. Sayangnya, tidak banyak juga orang tua di Finlandia yang familier dengan ini. Tetapi, banyak orang tampaknya paham kemana arah yang dituju sekolah Finlandia—jalan yang salah, kata mereka, tanpa benar-benar memahami peran dan tanggung jawab sekolah dan guru di komunitas mereka.
 
Sebelum memutuskan apa saja yang dianggap luar biasa atau apa saja yang dianggap buruk di Finlandia, penting untuk memahami dasar-dasar sistem sekolah Finlandia. Berikut beberapa dasar tersebut.
 
Pertama, penyelenggara pendidikan, sebagian besar distrik di 311 kota madya (municipality) menyusun kurikulum lokal dan rencana kerja tahunan berdasarkan NCC. Sekolah memimpin perencanaan kurikulum di bawah pengawasan otoritas kota.
 
Kedua, NCC adalah dokumen peraturan yang cukup longgar mengenai hal-hal apa yang harus diajarkan di sekolah, bagaimana pengaturan pekerjaan sekolah, dan hasil yang diinginkan sekolah. Oleh karena itu, sekolah memiliki fleksibilitas dan independensi dalam perancangan kurikulum dan mungkin akan ada variasi signifikan antara kurikulum sekolah satu dengan kurikulum sekolah lainnya.
 
Terakhir, karena adanya karakteristik desentralisasi yang dimiliki otoritas dalam sistem pendidikan Finlandia, sekolah di Finlandia bisa memiliki profil dan rencana efektif yang berbeda—yang membuat model kurikulumnya unik di dunia. Jangan menarik kesimpulan berdasarkan apa yang beberapa sekolah lakukan.
 
Reformasi sekolah di Finlandia saat ini memiliki tujuan yang sama dengan apa yang dianggap penting oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD)—organisasi yang menyelenggarakan/mengadakan ujian PISA setiap tiga tahun sekali untuk menguji keterampilan anak berusia 15 tahun di beberapa negara—, pemerintah, dan sebagian besar siswa: untuk membangun budaya sekolah yang aman dan kolaboratif, serta untuk mempromosikan pendekatan yang menyeluruh dalam pengajaran dan pembelajaran. NCC mengatakan bahwa tujuan khusus di tingkat sekolah adalah agar siswa: memahami hubungan dan rasa saling ketergantungan antara konten pembelajaran yang berbeda, mampu menggabungkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan sesuatu yang bermakna dan mampu menerapkan pengetahuan dan menggunakannya dalam lingkungan pembelajaran kolaboratif.
 
Semua sekolah di Finlandia diharuskan meninjau kembali kurikulum mereka sesuai dengan kerangka kerja baru ini. Beberapa sekolah hanya mengambil langkah kecil saja, sedangkan yang lain mengambil langkah yang lebih berani. Salah satunya adalah Pontus School di Lappeenranta, sebuah kota di bagian timur Finlandia.
 
Pontus School adalah SD dan TK baru untuk sekitar 550 anak mulai dari umur 1 hingga 12. Sekolah ini dibangun tiga tahun yang lalu untuk mendukung pedagogi dan semangat NCC tahun 2014. Pontus School baru-baru ini menjadi berita internasional setelah Finnish Broadcasting Company melaporkan bahwa orang tua siswa mengajukan keluhan atas “kegagalan” sekolah baru tersebut.
 
Tetapi menurut dinas pendidikan Kapoeenranta, baru ada dua keluhan yang diajukan oleh orang tua siswa, yang keduanya ditangani oleh dinas pendidikan daerah. Itu saja. Situasi ini tidak bisa disebut sebuah kegagalan.
 
Apa yang bisa kita pelajari dari Finlandia adalah penting untuk memastikan orang tua siswa, siswa, dan media agar bisa memahami karakteristik reformasi sekolah yang sedang berlangsung lebih baik lagi.
 
“Beberapa orang tua tidak familier dengan apa yang dilakukan sekolah,” kata Any Lijesreom, pengawas departemen pendidikan di Lapoeenranta. “Kami masih harus menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa metode pengajaran yang digunakan berbeda dewasa ini,” katanya pada sebuah surat kabar lokal. Pontus School adalah sekolah baru yang memutuskan memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh rancangan sistem sekolah baru untuk mengubah pedagogi dan pembelajaran.
 
Pada akhirnya, klaim bahwa membaca, menulis, dan berhitung dihilangkan dari kelas Finlandia itu salah. Selama tahun ajaran, pengajaran di sekolah Finlandia akan terus didasarkan pada kurikulum berbasis mata pelajaran, termasuk di Pontus School.
 
Kabar terbarunya adalah sekarang semua sekolah diharuskan merancang setidaknya satu proyek yang berlangsung selama seminggu untuk semua siswa yang bersifat interdisipliner dan sesuai dengan minat siswa. Beberapa sekolah melakukannya lebih baik dari sekolah lain dan beberapa lainnya melakukannya lebih cepat dari sekolah lain. Benar, ada tantangan dalam pengimplementasian ide-ide baru tersebut. Kami sudah sering melihat banyak sekolah yang sukses memberikan kesempatan pada siswa untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan dalam hidup mereka.
 
Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah arah pendidikan Finlandia saat ini memenuhi ekspektasi. Yang jelas adalah sekolah di Finlandia harus mengambil langkah yang lebih berani untuk memenuhi kebutuhan masa depan seperti yang dijelaskan dalam target nasional dan strategi internasional. Kolaborasi antar sekolah, kepercayaan pada guru, dan kepemimpian visioner adalah hal dasar yang bisa membuat semuanya terwujud. (Jelita (Jendela Literasi Kita)/Sumber terjemahan: The Washington Post/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: