Amati, Tiru & Modifikasi Praktik Baik di Sekolah melalui Komunitas Belajar

Redaksi 12 Agustus 2022

Plt. Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur Dr. Rizqi kembali mengingatkan pentingnya membentuk komunitas belajar di Sekolah.
 
Menurutnya, salah satu manfaat dari komunitas belajar di sekolah ini bisa saling berbagi di antara guru di sekolah, maupun antar sekolah.
 
“Dengan komunitas belajar ini, di dalam tim-tim sekolah akan mempunyai tingkat pemahaman yang merata yang siap melaksanakan implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri,” terang Rizqi saat membuka webinas Asesmen di Awal Pembelajaran (Diagnostik) yang digelar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, pada Rabu lalu (10/8/2022)
 
Diterangkan Rizqi, dengan komunitas belajar ini, jika ada praktik baik yang sangat menonjol di sekolah, maka sekolah lain bisa melakukan proses imitasi yakni peniruan melalui ATM (amati, tiru dan modifikasi).  “Sehingga praktik baik semakin lama semakin sempurna karena ada proses masukan, saran dan gagasan baru,” terang Rizqi.
 
Ingin tahu lebih dalam tentang pembelajaran berdiferensiasi? Baca Leading and Managing A Differentiated Classroom by Carol Ann Tomlinson and Marcia B. Imbeau dan terjemahannya di sini
 
Simak juga webinar berikut:
 
 
Materi webinar dan contoh format asesmen di awal pembelajaran menggunakan google form (tidak perlu diisi) :
-  Unduh materi di sini
- Gaya belajar dengan link: https://forms.gle/CZgP5eT4mGburXpw9
- Asesmen diagnostik non kognitif : https://forms.gle/evUSDp5ZwXX3GrhY8
- Asesmen diagnostik kognitif: https://forms.gle/cEFyRi3AVEt2xQHf6
 
Diharapkan Rizqi, dengan ATM ini di dalam sekolah ada beberapa praktik baik sehingga akan memperkuat proses belajar mengajar.
 
Sementara itu, Purwanto, SKom  MPd, Fasilitator Implementasi Kurikulum Merdeka dan praktisi pendidikan di Ngawi yang menjadi narasumber webinar mengungkapkan, komunitas belajar ini adalah wadah baru yang disediakan Kemendikbudristek agar guru bisa berinteraksi, bertemu, saling menceritakan apa kebutuhan dan apa yang diperlukan, serta saling berbagi praktik baik.
 
Komunitas ini harus didaftarkan di Platform Merdeka Mengajar (PMM) paling lambat tanggal 12 Agustus 2022.
 
Komunitas yang didaftarkan bisa komunitas resmi seperti KKG, MGMP maupun komunitas internal, komunitas sesama guru mata pelajaran (mapel) maupun antar mapel.
 
Setelah mendaftar, selanjutkan mereka harus menyelesaikan pelatihan mandiri sampai tanggal 15 Agustus 2022 dan akan diumumkan lolos tidaknya terdaftar sebagai komunitas pada tanggal 17 Agustus 2022.
 
“Kalau sudah lolos akan ada panduan dan akan muncul dalam daftar komunitas di platform Merdeka Mengajar,” sebut Purwanto.
 
Hingga Rabu (10/8/2022) sudah ada banyak sekali komunitas belajar di Jawa Timur yang terdaftar di Platform Merdeka Mengajar mulai dari tingkat PAUD, SLB, SD, SMP, SMA hingga SMK.
 
Komunitas belajar di Jatim tersebar di sejumlah wilayah seperti Ngawi, Tuban, Sumenep hingga Pacitan.
 
“Bapak ibu yang berminat, yang belum berminat ya harus berminat untuk bergabung di komunitas belajar,” tegas Purwanto. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: