Akademik, Vokasi & Karakter. 3 Pilar Kualitas Pendidikan yang Mesti Digarap Makin Serius

Redaksi 27 September 2022

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr.Ir.Wahid Wahyudi, MT mengharapkan dukungan BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Timur dalam upaya mereka meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Jawa Timur yang parameternya dilihat dari 3 hal, yakni akademik, vokasi, dan karakter.
 
Menurut Kepala Dinas (Selasa pekan lalu, 20/9/2022 di ruang kerjanya), salah satu indikator bahwa kualitas akademik siswa terbilang bagus adalah jumlah pelajar yang kemudian diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Dalam hal ini, dia menganggap bahwa kemampuan akademik pelajar SMA dan SMK di Jatim sudah sangat bagus karena banyak yang diterima di PTN.
 
“Jadi akademik di Jatim secara umum lebih baik dari provinsi lain,” kata kepala Dinas Pendidikan provinsi Jatim.
 
Kedua, terkait vokasi, Wahid Wahyudi berharap keterampilan vokasi tidak hanya dimiliki para pelajar di SMK, tetapi juga dimiliki pelajar di SMA maupun di SLB.
 
Menurutnya, saat ini sudah banyak pelajar di Jatim yang bisa memiliki penghasilan rutin per bulan dari keterampilan yang mereka miliki.
 
“Ada yang mulai dari 300 ribu per bulan, sampai 30 juta perbulan. Bahkan, yang terbesar itu ada siswa yang punya penghasilan 120 juta perbulan dari menjual desain grafis. Dia memang sekolah di jurusan multimedia. Pembeli karyanya, rata-rata, paling banyak dari Amerika. Nah, kalau anak ini bisa, mengapa yang lain tidak?” imbuhnya.
 
Namun Wahid Wahyudi mengakui bahwa para pelajar ini kerap dipandang sebelah mata. Bahkan para lulusan SMK yang bisa punya penghasilan sendiri dari berwirausaha, kerap kali oleh BPS dianggap termasuk dalam kelompok pengangguran terbuka.
 
“Ya memang kelemahannya di BPS itu standarnya harus kerja di mana, berapa jam seminggu kerjanya. Jadi mereka yang sudah punya penghasilan sendiri, bisa dianggap pengangguran,” jelasnya.
 
Wahid Wahyudi berharap, sekolah tidak hanya mampu mencetak siswa untuk menjadi karyawan, tetapi wirausaha. Sehingga, keterampilan dan kemampuan wirausahanya mesti didukung.
 
“Makanya di SMA saya minta ada kelompok-kelompok UKS, usaha kelompok siswa. Di SMK juga sudah ada. Masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang. Supaya yang masih belum percaya untuk berwirausaha sendiri, diharapkan bisa berani bersama-sama,” kata dia.
 
Parameter selanjutnya adalah karakter. Wahid mengakui, bagian ini adalah bagian yang paling sulit. Dia berharap, sekolah tidak hanya mampu mengembangkan kemampuan akademik dan vokasi siswa, tetapi juga membangun karakternya.
 
“Akhir-akhir ini cukup banyak berita tentang kekerasan di sekolah. Termasuk di pondok pesantren. Saya tidak tahu apa yang salah. Tapi ini perlu mendapat perhatian kita bersama. Sebab dunia usaha sendiri sudah mengakui bahwa memang kita masih lemah dalam hal karakter,” pungkasnya. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Akademik, Vokasi, dan Karakter. Tiga Pilar Kualitas Pendidikan Siswa di Jatim yang Mesti Digarap Makin Serius/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: