Adi Pintar Memudahkan Asesmen Diagnostik & Sumatif di SMPN 5 Kota Mojokerto

17 Januari 2023

Smart App - Sejak digulirkannya kebijakan Merdeka Belajar episode 15 oleh Kemendikbudristek, gaung implementasi kurikulum merdeka belajar begitu terasa dan masif dilaksanakan. Ada sekolah yang melaksanakan kurikulum merdeka melalui penyelenggaran sekolah penggerak, dan ada juga yang mengimplementasikannya secara mandiri. SMPN 5 Kota Mojokerto di tahun ajaran 2022-2023 ini menjadi salah satu sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka secara mandiri.
 
Dengan mengambil pilihan itu tentu kami masih dalam taraf belajar dan menyesuaikan paradigma baru yang menjadi tuntutan dalam kurikulum merdeka. Paradigma baru yang dimaksud adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran yang mendorong guru untuk mampu mengenali potensi setiap individu peserta didik di kebutuhan belajarnya.
 
Guru harus mengenali karakteristik tiap peserta didiknya sebab mereka memiliki kemampuan yang beragam. Untuk itu sebelum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, guru harus memetakan kebutuhan belajar peserta didiknya. Menurut Tomlinson 2001, ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sebelum melaksanakan pembelajaran, antara lain; 1) Aspek kesiapan belajar, 2) Minat, 3) Profil belajar Peserta didik.
 
Salah satu upaya yang dilakukan guru dalam memenuhi 3 aspek tersebut melalui Asesmen diagnostik, baik secara kognitif maupun non kognitif. Namun dalam pelaksanaannya kerap kali justru menghabiskan waktu para guru. Hal ini dapat dipahami sebab setiap akan melaksanakan pembelajaran, guru dituntut mampu memahami karakteristik peserta didiknya. Setiap pergantian materi tentu kebutuhan akan belajar peserta didik juga akan berbeda. Dan jamak pula diketahui, di tiap mata pelajaran tentu peserta didik juga memiliki kemampuan yang beragam. Kondisi inilah yang menjadi kendala, dan keluhan terkait hal ini sering disampaikan oleh para guru ke penulis selaku kepala sekolah.
 
Para guru berpikir melakukan pemetaan kebutuhan peserta didik lewat asesmen diagnostik itu penting, namun kualitas dari proses pembelajaran dikelas juga tidak kalah penting, harapannya ada suatu cara agar upaya asesmen diagnostik yang dilakukan para guru tidak banyak menyita waktu dan bisa langsung terintegrasi dengan proses pembelajaran yang berlangsung efektif dan efisien.
 
Menghadapi kondisi tersebut penulis selaku kepala sekolah berusaha mencari jalan keluar, agar asesmen diagnostik yang dilaksanakan guru tidak banyak menyita waktu dan menjadi efektif serta efisien untuk dapat berproses pada pembelajaran yang akan dilaksanakan.
 
Bersama dengan Tim Kurikulum dan Tim IT sekolah dibuatlah suatu Aplikasi yang mampu melakukan asesmen diagnostk secara efektif dan efisien dengan tidak banyak menghabiskan waktu guru untuk menyiapkannya, sebelum melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi bernama Adi Pintar. Aplikasi Adi Pintar saat ini masih berbasis website dan dalam taraf pengembangan berbasis aplikasi yang dapat diunduh di Playstore, dikembangkan dari e-learning yang sudah dimiliki oleh SMPN 5 Kota Mojokerto.
 
Perencanaan membuat Adi Pintar untuk memudahkan asesmen diagnostik di pembelajaran berdiferensiasi
 
Setelah menerima banyak pengaduan dari beberapa guru dan evaluasi dari instrumen asesmen diagnostik yang sebelumnya dilakukan, diperoleh data yang menunjukkan adanya kurang efisien dari segi waktu dan rendahnya kemampuan analisis guru dalam mengelola hasil asesmen. Padahal diketahui bahwa salah satu hasil asesmen diagnostik digunakan untuk mengidentifikasi capaian kompetensi peserta didik di awal pembelajaran. Berangkat dari permasalahan tersebut penulis selaku kepala sekolah bersama tim kurikulum dan tim IT SMPN 5 Kota Mojokerto membuat perencanaan untuk menghasilkan suatu aplikasi yang dapat menjadi solusi.
 
Melalui perencanaan yang disusun secara matang dibuatlah aplikasi yang didalamnya dapat digunakan untuk Asesmen diagnostik dan pengelolaan penilaian hasil belajarnya. Nama aplikasi ini adalah Adi Pintar, akronim dari Asesmen Diagnostik & Penilaian Terpadu Hasil Belajar. Aplikasi Adi Pintar ini merupakan pengembangan dari e-learning yang sudah dimiliki oleh SMPN 5, yang dapat memotret capaian kompetensi peserta didik di awal pembelajaran dan mengetahui gaya belajar, karakter serta minat peserta didik sebelum masuk dalam proses pembelajaran berdiferensiasi.
 
Dalam penyusunan pertanyaan di Adi Pintar, para guru menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan di tiap mata pelajaran jauh hari sebelum pembelajaran berlangsung sebagai asesmen diagnostik kognitif dan melibatkan Guru Bimbingan Konseling (BK) juga dalam penyusuan asesmen diagonstik non kognitif.
 
Dengan mempersiapkan asesmen diagnostik lebih awal, harapannya memudahkan para guru setiap harinya sebelum masuk kelas, tidak disibukkan dengan soal asesmen diagnostik yang terkadang bila disusun secara terburu-buru kualitas pertanyaannya jauh dari harapan dan menyimpang dari materi yang akan diajarkan.
 
Di bawah ini tampilan depan Adi Pintar yang dipakai login oleh peserta didik maupun guru.
 
Gambar 1. Tampilan depan ADI PINTAR untuk login
 
Untuk masuk di aplikasi Adi Pintar, baik guru maupun peserta didik memiliki username dan password sendiri-sendiri. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi dan salah masuk kamar ketika proses asesmen diagnostik berlangsung. 
 
Pelaksanaan asesmen diagnostik dengan menggunakan Aplikasi Adi Pintar di pembelajaran berdiferensiasi
 
Dalam ujicoba pelaksanaan Asesemen diagnostik menggunakan Aplikasi Adi Pintar, tampak guru-guru sangat terbantu. Hal ini terlihat dari hasil rekap data asesmen diagnostik yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh guru dan berlanjut ke proses pembelajaran. Jadi setelah guru melakukan asesmen melalui aplikasi Adi Pintar ini, data berupa grafik atau angka hasil asesmen dapat digunakan guru untuk mengelompokkan peserta didik di pemenuhan kebutuhan belajarnya.
 
Guru-guru tidak perlu mengoreksi dulu hasil asesmen diagnostik, seperti sebelumnya yang dilakukan secara manual. Guru juga tidak perlu melibatkan peserta didik untuk membantu mengoreksi hasil asesmen diagnostik yang dapat mengaburkan hasil atau memungkinkan adanya kesalahan saat koreksi.
 
Jadi secara asesmen diagnostik kognitif sesuai dengan mata pelajaran dan materi masing-masing yang diujikan akan ada hasil yang akurat dan mampu mengetahui kompetensi awal peserta didik berada di kondisi seperti apa. Dari sini guru akan dengan mudah menyiapkan kebutuhan belajar peserta didiknya sesuai dengan kemampuan individu peserta didik tersebut.
 
Untuk melengkapi pengetahuan tentang minat dan profil peserta didik dalam kondisi seperti apa di asesmen diagnostik non kognitif, guru tetap meminta pertimbangan dari Guru Bimbingan Konseling. Untuk minat belajar dan profil peserta didik, asesmen diagnotik dilakukan oleh SMPN 5 kota Mojokerto di awal tahun ajaran, dan secara kotinyusetiap satu bulan, dan tetap memanfaatkan Aplikasi Adi pintar di proses asesmen diagnostiknya.
 
Di bawah ini tabel perbandingan asesmen diagnostik secara manual dan menggunakan Aplikasi Adi Pintar
 
Tabel 1. Perbandingan antara asesmen diagnostik secara manual dan asesmen diagnostik menggunakan Aplikasi Adi Pintar
 
Tinjauan penggunaan asesmen diagnostik menggunakan Aplikasi Adi Pintar pada beberapa mata pelajaran dan pelaksanaan asesmen sumatifnya.
 
Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, Aplikasi Adi Pintar sangat membantu para guru mempersiapkan kebutuhan belajar peserta didiknya melalui asesmen diagnostik. Hampir semua mata pelajaran sangat terbantu dalam melaksanakan asesmen diagnostik ini, terlebih di beberapa waktu berikutnya, Aplikasi Adi Pintar ini juga dimanfaatkan dalam melaksanakan sumatif akhir materi. Sama dengan pelaksanaan asesmen diagnostik, penggunaan Aplikasi Adi Pintar mampu menghadirkan kemudahan dalam proses asesmen sumatifnya baik dari sisi penyiapan soal-soal evaluasi atau hasil asesmen sumatif yang dapat diketahui secara langsung.
 
Ada yang menarik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan seni budaya di SMPN 5 Kota Mojokerto. Dua mata pelajaran ini sebelumnya sudah kami fasilitasi dengan adanya aplikasi juga untuk memberikan wadah dari hasil pembelajarannya. Hasil pembelajaran seni budaya, berupa karya lukis maupun yang lain di foto kemudian di simpan dalam galeri virtual yang kami beri nama Si Gadis Pintar, sementara hasil karya tulis dari pembelajaran Bahasa Indonesia berupa cerpen, puisi atau artikel, kami wadahi dalam aplikasi bernama Teman Guwa. Dan kedua produk pembelajaran tersebut dapat di sinergikan ke Aplikasi Adi Pintar.
 
Kami menyadari betul bahwa pembelajaran berdiferensiasi sangat beragam dan variatif, merujuk pada diferensiasi konten maupun diferensiasi produk, keduanya perlu mendapat apresiasi. Peserta didik yang mampu menghasilkan karya sangat baik, perlu mendapatkan wadah agar hasil karya mereka tidak akan hilang dan musnah bersama tumpukan kertas yang mungkin saja tidak terjamah oleh guru saat mengoreksi. Dengan diberi wadah berupa galeri virtual, maka karya mereka akan bisa dinikmati kapan pun dan dimanapun. Karya mereka tidak akan rusak dan punya potensi secara ekonomis dibeli oleh penikmat seni atau penikmat karya tulis.
 
Jadi Aplikasi Adi Pintar yang kami gunakan dalam asesmen diagnostik selain memudahkan guru menyiapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didiknya, juga mampu memberikan informasi hasil belajar secara terpadu dari sisi konten maupun produk. Tentu ke depan potensi baik ini akan terus kami kembangkan agar betul-betul memberikan manfaat yang lebih besar dalam mengawal pembelajaran berdiferensiasi di SMPN 5 Kota Mojokerto.
 
Beberapa contoh screenshoot penggunaan Aplikasi Adi Pintar di beberapa mata pelajaran.
 
Di bawah ini beberapa contoh screenshoot penggunaan Aplikasi Adi Pintar di beberapa mata pelajaran.  Ada grafik, rentang nilai, soal berbasis Hots, produk karya seni maupun karya tulis sebagai petunjuk bahwa aplikasi ini sangat fleksibel untuk terus dikembangkan hingga dapat mencukupi kebutuhan guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.
 
 
Gambar 2. Tampilan screenshoot grafik hasil asesmen diagnostik mata pelajaran IPA kelas 7
 
 
 
Gambar 3. Dua tampilan soal Hots dan jenjang kelas pada mata pelajaran IPS di Aplikasi Adi Pintar 
 
 
Gambar 4. Tampilan hasil seni produk pembelajaran berdiferensiasi
 
 
Gambar 5. Tampilan hasil karya tulis produk pembelajaran berdiferensiasi
 
Demikian upaya yang saya lakukan sebagai kepala sekolah di SMPN 5 Kota Mojokerto dalam memberikan kemudahan bagi guru-guru melaksanakan asesmen diagnostik agar mudah menyiapkan kebutuhan belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi serta memberikan ruang bagi produk diferensiasi dalam penilaian terpadu dari hasil belajar. Semoga praktik baik ini dapat bermanfaat bagi sekolah lain yang ingin mereplikasinya. Mari cukupi kebutuhan belajar peserta didik melalui pembelajaran berdiferensiasi agar menjadi generasi emas yang berkualitas.
 
(Ditulis oleh Nono Purnomo, S.Pd., M.Pd, Kepala SMP Negeri 5 Kota Mojokerto/Judul asli artikel: Penggunaan Aplikasi ADI PINTAR dalam Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Memudahkan Asesmen Diagnostik & Sumatif di SMPN 5 Kota Mojokerto/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan SMPN 5 Kota Mojokerto)

Tags: