Ada 5 Intervensi di PSP, Mulai Penguatan SDM hingga Digitalisasi Sekolah

Redaksi 22 Januari 2022

Program Sekolah Penggerak (PSP) terdiri dari 5 intervensi yang saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan.

Seperti yang dipaparkan Kepala LPMP Provinsi Jawa Timur, Dr. Rizqi, S.Pd., M.Pd, dalam acara Sosialisasi Program Sekolah Penggerak Angkatan ke-3, Selasa (11/01/2022).

Yang pertama, mendapatkan pendampingan konsultatif dan asimetris.

Program kemitraan antara Kemendikbud Ristek dan pemerintah daerah di mana Kemendikbud memberikan pendampingan implementasi Sekolah Penggerak.

"Mulai perencanaan, seleksi, sampai proses persiapan menjadi Sekolah Penggerak," jelas Rizqi.
 
Simak berbagai kegiatan kami melalui Kanal You Tube LPMP Provinsi Jawa Timur
 
 
Kedua, penguatan SDM sekolah.
 
Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching one to one) dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemendikbud.

Ketiga, menjadi pelaksana pembelajaran dengan paradigma baru.

Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas.

"Kalau di sekolah non-Sekolah Penggerak, tidak memperoleh pembelajaran dengan paradigma baru, yang nanti implementasinya melalui penerapan prototype kurikulum 2022," terang Rizqi.

Keempat, perencanaan berbasis data.

Manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah.

"Melalui platform yang sudah dikembangkan Kemendikbud Ristek, nanti juga akan belajar bagaimana merencanakan pembelajaran, melakukan refleksi diri," ujarnya.

"Bagaimana juga proses meeningkatkan mutu yang harus dilakukan baik oleh pemerintah daerah maupun sekolah ketika mempunyai data terkait hasil asesmen nasional, hasil dari pendataan Dapodik, kemudian hasil survey dari biro pusat statistik, maupun hasil dari akreditasi sekolah."

Hal-hal tersebut di atas nantinya akan dikombinasikan sebagai perencanaan berbasis data, sehingga sekolah dapat menyusun rencana kerja dan anggaran, serta proses peningkatan kualitas sumber daya yang ada di sekolah tersebut.

Kelima, digitalisasi sekolah.

Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan.

"Saat ini sudah bisa diakses di laman program Sekolah Penggerak, platform Merdeka Mengajar, semua sudah ada mulai bagaimana melakukan persiapan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, serta mengembangkan media video," ujarnya.

"Khusus program Sekolah Penggerak akan dituntun dan dilatih bagaimana cara menggunakan, membuat, dan mengimplementasikan."

Dalam pelaksanaan program Sekolah Penggerak, ada 3 tahapan pelaksanaan yang harus dilalui.

Tahapan pertama persiapan, melakukan kegiatan perencanaan, pelatihan, dan kegiatan pendukung lainnya.

Tahapan kedua implementasi, melakukan kegiatan implementasi baik di level Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Sekolah.

Tahapan ketiga monitoring dan evaluasi, melakukan kegiatan evaluasi dan perbaikan. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: