6 Tips Menjadi Pembaca yang Lebih Baik

Redaksi 15 Juli 2020

Gemetar di tengah pandemi - Membaca adalah aktivitas yang penting untuk mengasah kemampuan menulis. Selain itu, dengan membaca setiap orang akan mendapatkan wawasan yang lebih luas, daya analisa yang lebih tajam, dan masih banyak manfaat lainnya.

Sayangnya, bagi sebagian orang, termasuk anak-anak, membaca masih sulit dilakukan. Apalagi di era di mana setiap orang memiliki keterkaitan yang kuat dengan gawainya. Seringkali mereka malas untuk memulai membaca, namun sangat bersemangat ketika mengutak-atik ponsel untuk berselancar di media sosial ataupun bermain game. Buku-buku yang pernah dibeli pun seringkali tergeletak begitu saja tanpa pernah dibaca hingga rampung. Padahal, baik sebagai pendidik maupun yang dididik, membaca seharusnya menjadi kebiasaan agar pengembangan diri terwujud.

Menurut Tina Jordan, seorang penulis yang aktif berkontribusi mengisi artikel di NYTimes, keengganan untuk duduk dan meluangkan waktu membaca dialami oleh banyak orang. Untuk mengatasinya, ada sejumlah tips yang dia bagikan.

Baca juga:  Jadikan Menulis sebagai Terapi di Tengah PandemiManfaat Ajak Anak Tulis Diary untuk Masa DepanMenerbitkan Tulisan Anak di Media Kala Pandemi & Bebaskan Anak Pilih Tema Bacaan dan Siaplah Terkesima

Pertama, pilihlah buku yang tepat. Untuk itu, setiap orang harus mengetahui terlebih dahulu apa motivasinya membaca. Apakah hanya untuk mencari hiburan atau untuk menambah pengetahuan? Lalu apakah kita membaca untuk pelarian (percayalah, tidak ada yang salah dengan hal ini). Serta apakah kita penasaran dengan isi buku yang masuk dalam daftar best seller? Dengan menjawab pertanyaan itu, kita akan bisa mempersempit pencarian terhadap buku-buku yang menurut kita tepat untuk mulai dibaca.

Setelah menentukan buku yang tepat, kita harus menyusun rencana membaca. Dalam menyusun rencana membaca ini, kita tidak harus membuat jadwal (meskipun sebenarnya ini juga bermanfaat), tetapi kita harus menetapkan tujuan dan target yang harus kita taati secara konsisten. Misalnya, kita berencana akan merampungkan satu bab esok hari, maka di esok hari, kita harus komitmen untuk melaksanakan target tersebut.

Ketiga, bacalah secara mendalam. Untuk membaca secara mendalam, satu-satunya hal penting yang harus kita lakukan adalah menyediakan waktu. Bahkan, bila kita memang terpaksa harus membaca dengan sangat lambat agar bisa memahami dengan benar apa maksud dalam bacaan kita. Bila ada kosakata yang tidak kita pahami, tidak ada salahnya untuk membuka kamus. Selain itu, kita juga bebas untuk membaca ulang halaman-halaman sebelumnya bila menurut kita pemahaman kita belum sempurna. Tak ada salahnya pula untuk memberi highlight atau memasang sticky notes di bagian-bagian bacaan yang menurut kita sangat penting atau menarik.

Keempat, membaca dengan kritis juga penting selain membaca secara mendalam. Maksudnya, kita bisa berhenti membaca dan sejenak bertanya kepada diri sendiri atau merenungkan bagian yang baru kita baca. Kemudian, tanyakan pada diri kita pula apakah kita setuju atau sebaliknya pada bagian tersebut. Juga, pikirkan pula tentang apa yang membuat bagian itu kita anggap sangat menarik.

Kelima, berbagilah tentang bacaan kita kepada orang lain. Ingat, membaca mungkin memang kegiatan yang sepenuhnya melibatkan diri sendiri. Tetapi begitu kita sudah menyelesaikan bacaan, cobalah untuk menceritakan isi dari bacaan kita kepada orang lain dan  bagaimana pandangan kita terhadap bacaan tersebut. Untuk bisa berbagi, tak ada salahnya untuk bergabung dengan klub buku yang dapat ditemui secara online. Atau kita juga bisa mencoba menghubungi penulis buku yang kita baca serta membagikan apa yang kita peroleh dari buku yang ditulisnya. Di era media sosial seperti ini, rasanya tidak sulit untuk menemukan akun-akun media sosial milik para penulis. Lagipula, hampir semua orang sekarang adalah pengguna media sosial bukan?

Keenam, perlu kita tahu bahwa halaman terakhir dari buku yang kita baca bukan berarti pencarian kita terhadap tema atau topik yang terkait di buku tersebut berakhir. Sebaliknya, bisa jadi halaman terakhir dari buku tersebut justru membawa kita semakin penasaran dan menggali informasi yang sama dari sumber-sumber yang berbeda. Beberapa langkah sederhana yang dapat kita ambil untuk tetap terlibat dengan buku, penulis, dan mata pelajaran yang kita pelajari, di antaranya adalah mulai membaca jurnal yang terkait serta membaca dari berbagai sumber lainnya.

Semua tips ini layak dicoba dan dipraktikkan, baik oleh guru maupun siswa. Jadi, sudah siap untuk mulai lagi membaca? (Bagus Priambodo/Judul asli catatan: 6 Tips yang Patut Dicoba Untuk Menjadi Pembaca yang Lebih Baik/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

*Gemetar: "Gerakkan Menulis untuk Belajar"

 
 

Tags: